Home / Update / 8 Mitos Alergi Susu Sapi dan Dampaknya Pada Anak

8 Mitos Alergi Susu Sapi dan Dampaknya Pada Anak

oleh | Mar 14, 2022 | Artikel, Fakta, Update

alergi susu sapi

Alergi merupakan reaksi dari imunitas tubuh yang abnormal terhadap benda atau kandungan tertentu. Ada banyak sekali jenis alergi yang bisa diderita, salah satunya yaitu alergi susu sapi.

Di Indonesia sendiri, ada sekitar 2 hingga 7.5% bayi dan anak-anak yang ternyata mengalami alergi terhadap kandungan protein susu sapi. Reaksi tidak hanya berlaku saat mengkonsumsinya secara langsung, tetapi juga berikut produk olahan susu.

Mitos dan Dampak Alergi Susu Sapi Pada Anak

Meski bukan menjadi hal asing lagi, faktanya masih ada beberapa mitos yang berkembang di masyarakat mengenai alergi terhadap susu sapi. Berikut beberapa mitos yang sebaiknya dipahami dengan baik: 

Hanya Anak Di Atas 1 Tahun yang Mengalami Alergi

Hal ini tentu saja tidak benar, karena alergi terhadap susu sapi bisa muncul sejak bayi yang baru saja lahir. Bayi baru lahir pasti membutuhkan waktu untuk mengenal berbagai kandungan yang masuk ke tubuh.

Menurut pakar kesehatan, mungkin saja tubuh bayi menganggap protein pada susu sapi sebagai zat asing, sehingga memicu reaksi. Kondisi tersebut bisa saja meningkat, mengingat saluran cerna pada bayi belum sempurna. 

Gejala Alergi Hanya Diare

Gejala alergi pada setiap anak tidaklah sama, tergantung bagian mana yang menimbulkan reaksi. Jika kulit anak yang cenderung sensitif, reaksi alergi bisa berupa gatal-gatal, ruam, kulit kemerahan, atau bahkan mengalami pembengkakan. 

Alergi yang menyerang saluran pernapasan, bisa menyebabkan anak mengalami pilek, batuk, ataupun gejala asma. Lain hal apabila organ pencernaan yang alergi, maka bisa memicu muntah, diare, maupun pup yang bercampur darah. 

Perbedaan gejala dan reaksi ini ternyata juga berlaku pada anak yang menderita alergi terhadap susu sapi. Oleh karena itu, sebaiknya perhatikan reaksi anak saat baru mengonsumsi makanan atau minuman.

Alergi Susu Sapi = Intoleransi Laktosa

Sebenarnya anggapan ini sangatlah wajar, mengingat ciri-ciri dari kedua kondisi ini sangat mirip. Namun, menurut seorang pakar kesehatan, alergi terhadap susu sapi dan intoleransi laktosa itu berbeda.

Melansir pada situs Kompas.com, penyebab alergi terhadap susu sapi ialah kandungan protein yang ada di dalamnya. Berbeda dengan intoleransi laktosa yang disebabkan adanya masalah pada enzim laktase anak.

Alergi Akan Berlangsung Selamanya

Beberapa alergen memang ada yang berlanjut hingga anak dewasa, tetapi pada susu sapi hal tersebut sangat jarang terjadi. Menurut pakar kesehatan anak, bayi yang mengalami hal ini  60% bisa sembuh, setelah berumur 1 tahun.

70 persen di antaranya bisa sembuh pada usia 2 tahun dan 97% setelah anak menginjak umur 5 tahun. Angka tersebut menunjukkan, bahwa selalu ada harapan suatu saat nanti anak bisa sembuh dari alerginya. 

Alergi Bukan Turunan

Pola pikir seperti ini harus segera diperbaiki, karena faktanya pengaruh faktor keturunan cukup besar. Salah satu orang tua mengalami alergi, maka risiko anak akan meningkat 20-40 persen.

Angka tersebut akan semakin tinggi menjadi 40 hingga 60%, jika ternyata kedua orang tuanya memiliki riwayat alergi yang sama. Oleh karena itu, sebaiknya orang tua lebih waspada dengan kondisi anak. 

Anak Tidak Memperoleh ASI Akan Terkena Alergi

Siapa saja bisa menderita alergi terhadap kandungan susu sapi, baik ASI maupun tidak. Hanya saja, anak ASI memang risikonya lebih rendah. Sebab, kandungan protein pada ASI 100.000x lebih rendah dari susu formula.

Anak Alergi Hanya Perlu Menghindari Susu Sapi

Memang benar, menghindari pencetus utama alergi merupakan langkah tepat. Namun seperti yang disebutkan di atas, bahwa alergi tidak hanya meminum susu sapi secara langsung. 

Sebaliknya, hindari produk olahan susu sapi juga, seperti keju, yoghurt, mentega, dan lain-lain. Orang tua bisa menunda pemberiannya sampai anak-anak setidaknya berusia 1 tahun, baru mencoba untuk memberikan lagi. 

Alergi Susu Sapi Tidak Berbahaya

Ruam dan gatal-gatal pada kulit merupakan gejala awal saat anak mengalami alergi atau biasa disebut reaksi akut. Meski demikian, reaksi tersebut harus segera mendapat penanganan yang tepat, karena bisa berkepanjangan. 

Reaksi kronis atau jangka panjang yang mungkin terjadi ialah dermatitis, gangguan pada saluran cerna, hingga asma. Dalam kondisi tertentu, anak bahkan bisa mengalami penyempitan pada saluran pernapasan. 

Dampak Anak Terhadap Alergi Susu Sapi

Menilik dari bahaya yang mungkin saja ditimbulkan, sebaiknya orang tua segera melakukan penanganan, begitu gejala alergi muncul. Jangan menunggu berkepanjangan, agar tidak menimbulkan dampak yang lain. 

Dampak paling sederhana, quality of life anak akan terganggu. Bagaimanapun reaksi alergi pasti menimbulkan rasa kurang nyaman, nyeri, dan sakit dalam tingkatan berbeda-beda. Sebagai orang tua tentu tidak tega, bukan?

Lebih daripada itu, alergi susu sapi ternyata juga bisa mengganggu tumbuh kembang anak. Penyebabnya adalah penyerapan nutrisi di dalam tubuh anak yang tidak berlangsung sempurna, karena mukosa saluran cerna rusak. 

Adapun yang dimaksud mukosa saluran cerna ialah tempat berlangsungnya penyerapan nutrisi, baik makronutrien maupun mikronutrien. Biasanya, dampak awal akan menyebabkan penurunan berat badan anak. 

Jika kondisi tersebut terus saja berlangsung, lama-lama akan mempengaruhi tinggi badan anak hingga kecerdasan kognitifnya. Saat kondisi ini sudah terjadi, tentu penanganannya akan menjadi lebih sulit.

Solusi Alergi Susu Sapi 

Sebagai orang tua memang harus lebih jeli terhadap segala hal yang terjadi pada anak, terutama saat masa-masa awal pertumbuhannya. Untuk menangani alergi susu sapi pada anak, terapkan langkah-langkah berikut ini:

  • Kenali gejala awal yang mungkin timbul, saat anak meminum susu sapi maupun produk olahannya. 
  • Jangan remehkan gejala sekecil apapun, segera lakukan pemantauan. 
  • Jika muncul gejala seperti ruam atau gatal, coba untuk mengeliminasi produk olahan yang berbahan dasar dari susu sapi. 
  • Segera konsultasikan ke dokter spesialis untuk mengetahui secara pasti tentang kondisi anak. Ingat, jangan menyimpulkan sendiri tentang alergi tersebut, karena memang butuh pengamatan dan diagnosa lebih lanjut. 
  • Berdasarkan hasil diagnosa tersebut, cobalah untuk mendiskusikan jalan keluar yang terbaik bagi anak. Jika masih bayi, coba berikan alternatif susu formula pengganti yang lebih ramah. 
  • Pantau selalu grafik pertumbuhan anak, baik melalui KMS maupun dalam kesehariannya. Apabila anak tampak mengalami penurunan, lakukan konsultasi lanjutan.
  • Seandainya anak sudah berusia 2 tahun, cobalah untuk mulai memberikan susu maupun olahan secara bertahap.

Kenapa FiberCreme?

fibercreme untuk kopi

Untuk permulaan, Anda bisa memulai dengan produk yang ringan, seperti FiberCreme. Bahan utama dari FiberCreme ialah serat pangan alami bernama oligosakarida yang gampang diserap oleh tubuh. Bentuknya sendiri berupa krimer yang bisa Anda tambahkan ke dalam berbagai sajian, seperti kopi, dessert, maupun masakan lain. Sederhananya, FiberCreme merupakan pengganti susu dan santan. Untuk mengetahui manfaat FiberCreme sebagai pengganti susu sapi Anda bisa cek disini.

Selain menjadikan sajian terasa lebih enak, produk ini juga dinyatakan lebih sehat. Tidak hanya untuk anak-anak, tetapi juga bagi pelaku diet maupun penderita kolesterol tinggi dan diabetes. Kabar baiknya, Anda bisa membeli produk ini melalui marketplace maupun mitra resmi FiberCreme. Mari, atasi alergi susu sapi dengan cara yang lebih sehat dan bernutrisi. Klik di sini, untuk mulai hidup sehat. 

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

Hack Mie yang Enak: Mana yang Beneran Worth It Dicoba?

Lagi ingin bikin mie instan terasa lebih spesial, tapi bingung harus coba hack yang mana? Di media sosial, pilihannya banyak banget. Ada yang menjanjikan kuah lebih creamy, rasa lebih gurih, sampai sensasi ala ramen hanya dengan beberapa tambahan. Masalahnya, hack mie...

Rahasia Kuah Ramen Creamy Gurih ala Resto, Bukan Cuma Susu!

Pernah menyeruput kuah ramen di restoran lalu kepikiran, “Kok bisa ya kuahnya se-creamy dan segurih ini?” Rasanya pekat, lembut, aromanya kuat, tapi bumbu ramennya tetap terasa jelas. Wajar kalau akhirnya banyak yang mencari rahasia kuah ramen creamy gurih ala resto...

6 Resep Mie Kuah Creamy yang Gurih dan Praktis

Ada kalanya mie kuah biasa sudah cukup. Tapi di waktu lain, kuah yang lebih creamy dan gurih bisa bikin semangkuk mie terasa jauh lebih menarik. Enaknya lagi, resep mie kuah creamy nggak harus punya rasa yang itu-itu saja. Ada yang tetap membawa bumbu Nusantara, ada...

Bosan Mie Instan? Coba Bikin Mie Nyemek Pakai Bahan Ini, Beda Banget!

Pernah ingin makan mie tapi sedang tidak kepengen mie goreng yang kering ataupun mie kuah yang kuahnya banyak? Nah, mungkin ini saatnya Kalian mencoba mie nyemek. Tapi sebenarnya, apa itu mie nyemek? Sederhananya, mie nyemek adalah mie dengan sedikit kuah, jadi...

Mie Instan Tetap Enak Meski Bumbunya Dikurangi? Bisa!

Sedang berusaha mengurangi asupan natrium harian? Salah satu langkah yang terlihat paling mudah adalah tidak selalu menghabiskan bumbu mie instan. Kedengarannya sederhana, sampai keinginan makan mie instan benar-benar datang. Apalagi kalau Kalian sudah di tahap sangat...

Resep Terbaru

Resep Mie Jebew Mentai
Resep Mie Jebew Mentai

Resep Mie Jebew Mentai 20 gram FiberCreme100 gram mie basah10 ml minyak wijen20 ml minyak bawang35 ml sambal rebus15 ml saos sambal15 ml chili oil15 ml kecap manis1 gram garam1 gram kaldu jamur100 gram saos mentai50 gram topping ayamdaun bawangbawang gorengkerupuk...

Resep Creamy Garlic Chili Oil
Resep Creamy Garlic Chili Oil

Resep Creamy Garlic Chili Oil 40 gram FiberCreme130 gram spaghetti12 gram bawang putih (cincang)50 gram bawang bombay25 ml minyak sayur1 gram oregano1 gram paprika powder1 gram dried parsley1 gram blackpepper250 ml air rebusan pasta2 gram garam60 gram chili oil160...

Resep Creamy Paitan Ramen
Resep Creamy Paitan Ramen

Resep Creamy Paitan Ramen 60 gram FiberCreme1100 ml air80 gram tori paitan paste220 gram ramen300 gram ayam chashu1 butir telur rebus Rebus ramen selama 5 menit atau sampai matang. Kuah paitan ramen : masak air, paitan ramen paste, dan FiberCreme. Masak sampai semua...

Resep Mushroom Chicken Ramen
Resep Mushroom Chicken Ramen

Resep Mushroom Chicken Ramen 15 gram FiberCreme1 bungkus mie instan rasa ayam bawang2 butir telur rebus150 gram paha ayam fillet3 buah jamur shitake1 batang daun bawangBumbu3 sdm kecap asin50 ml air2 cm jahe1/2 sdm gula pasir1/4 sdt kaldu jamur Rebus kecap asin, air,...

Resep Mie Godhog Jawa ala William Wongso
Resep Mie Godhog Jawa ala William Wongso

Resep Mie Godhog Jawa ala William Wongso 50 gram FiberCreme250 gram mie telur (hokian) rebus50 gram kol50 gram sawi hijau120 gram ayam rebus1 butir telur1 gram lada3 gram garam600 ml airBumbu Halus15 gram bawang putih30 gram bawang merah10 gram kemiri3 gram ebi60 ml...