Game pertama masih aman. Rally cukup panjang, serve masuk, dan rasanya semua sesuai rencana. Lalu satu forehand keluar. Poin berikutnya double fault. Belum sempat move on, kepala sudah mulai ramai: “Kenapa tadi dipukul ke sana, ya?” “Jangan sampai error lagi.” ...
Baru mulai tenis biasanya ada satu keinginan yang sama, Pengen cepat bisa rally. Baru dua kali latihan, sudah membayangkan forehand cross-court yang rapi, serve masuk terus, sampai volley cantik di depan net. Begitu benar-benar pegang raket? Bolanya kadang kena...
Sudah rutin latihan, mulai sering fun match, lalu tiba-tiba partner bilang, “Eh, kita ikut turnamen, yuk?” Awalnya semangat. Begitu benar-benar daftar, baru mulai kepikiran banyak hal. Nanti harus datang jam berapa? Bawa raket berapa? Kalau gugup gimana? Terus kalau...
Baru mulai rutin main tenis, lalu diajak teman ikut turnamen? Awalnya semangat. Begitu buka informasi pendaftaran, mulai muncul istilah Low Beginner, Upper Beginner, Low Intermediate, Intermediate, sampai kategori lain yang bikin mikir “Aku sebenarnya masuk level...
Game pertama masih semangat. Forehand masih berani full swing, setiap bola pendek dikejar, dan kalau ada kesempatan maju ke net langsung gas. Masuk beberapa game berikutnya? Mulai jalan lebih pelan ambil bola, napas makin berat, dan serve rasanya sudah nggak punya...
Awalnya mungkin cuma ikut teman. Datang ke court, pinjam raket, coba pukul beberapa bola, lalu pulang dengan satu pikiran, ternyata seru juga. Dari yang tadinya cuma sesekali, lama-lama mulai rajin booking court, cari partner, beli raket sendiri, sampai mulai hafal...