Baru mulai rutin main tenis, lalu diajak teman ikut turnamen? Awalnya semangat. Begitu buka informasi pendaftaran, mulai muncul istilah Low Beginner, Upper Beginner, Low Intermediate, Intermediate, sampai kategori lain yang bikin mikir “Aku sebenarnya masuk level...
Game pertama masih semangat. Forehand masih berani full swing, setiap bola pendek dikejar, dan kalau ada kesempatan maju ke net langsung gas. Masuk beberapa game berikutnya? Mulai jalan lebih pelan ambil bola, napas makin berat, dan serve rasanya sudah nggak punya...
Awalnya mungkin cuma ikut teman. Datang ke court, pinjam raket, coba pukul beberapa bola, lalu pulang dengan satu pikiran, ternyata seru juga. Dari yang tadinya cuma sesekali, lama-lama mulai rajin booking court, cari partner, beli raket sendiri, sampai mulai hafal...
Match selesai, salaman sama lawan, raket masuk tas, lalu refleks pertama langsung cari kursi? Apalagi kalau barusan main cukup lama. Setelah bolak-balik dari baseline ke net, mengejar drop shot, sampai servis berkali-kali, rasanya memang paling enak langsung duduk...
Punya partner doubles yang pukulannya bagus memang menyenangkan. Tapi kalau selama main kalian masih sering bingung siapa yang ambil bola tengah, sama-sama diam di baseline, atau bergerak ke arah berbeda, permainan tetap bisa terasa berantakan. Karena main ganda...
Main doubles kelihatannya lebih santai karena court dibagi berdua. Tinggal jaga sisi masing-masing, pukul bola yang datang, lalu berharap partner siap kalau ada bola yang lolos. Kenyataannya? Nggak sesimpel itu. Dalam permainan doubles, kamu bukan cuma perlu...