Home / Update / Tingkatan Turnamen Tenis, Kenali Levelnya Sebelum Daftar

Tingkatan Turnamen Tenis, Kenali Levelnya Sebelum Daftar

oleh | Sep 15, 2026 | Artikel, Update

Baru mulai rutin main tenis, lalu diajak teman ikut turnamen? Awalnya semangat. Begitu buka informasi pendaftaran, mulai muncul istilah Low Beginner, Upper Beginner, Low Intermediate, Intermediate, sampai kategori lain yang bikin mikir “Aku sebenarnya masuk level mana, ya?” 

Memahami tingkatan turnamen tenis memang penting sebelum mendaftar. Soalnya, kategori level dibuat supaya pertandingan bisa berlangsung lebih seimbang dan pemain bertemu lawan dengan kemampuan yang relatif sesuai. Masalahnya, istilah level dalam tenis recreational atau turnamen komunitas nggak selalu punya definisi yang sama di setiap penyelenggara. 

Jadi, jangan cuma melihat sudah berapa lama kamu main tenis. Ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan, mulai dari konsistensi pukulan, serve, rally, footwork, sampai pengalaman bertanding. Yuk, kenali gambaran levelnya! 

Apa yang Dimaksud Tingkatan Turnamen Tenis? 

Dalam turnamen komunitas atau recreational, pembagian level biasanya digunakan untuk mengelompokkan pemain berdasarkan kemampuan bermain. Kamu mungkin akan menemukan kategori seperti Low Beginner, Beginner, Upper Beginner, Low Intermediate, Intermediate, atau bahkan Advanced. Namun, penting diingat bahwa pembagian tersebut bukan standar universal. 

Pemain yang dianggap Upper Beginner di satu komunitas belum tentu otomatis masuk kategori yang sama di turnamen lain. Penyelenggara bisa punya ketentuan, penilaian, atau batas pengalaman masing-masing. Karena itu, gambaran level di bawah ini lebih cocok digunakan sebagai referensi awal, bukan patokan mutlak. 

Tingkatan Turnamen Tenis yang Sering Ditemui 

Berikut beberapa tingkatan turnamen tenis yang sering digunakan untuk membedakan level permainan peserta di turnamen komunitas atau recreational.

1. Low Beginner

Low Beginner biasanya menjadi salah satu kategori awal bagi pemain yang masih membangun dasar permainan. Pada tahap ini, pemain mungkin sudah mengenal forehand, backhand, serve, dan aturan skor, tetapi konsistensinya masih terus dilatih. 

Rally juga belum selalu panjang. Kadang baru tiga bola sudah selesai. Dan nggak apa-apa. Buat yang baru mulai mengenal atmosfer pertandingan, kategori seperti ini bisa menjadi salah satu pintu masuk untuk belajar menghadapi skor, pressure, dan situasi match yang berbeda dari latihan biasa.

2. Beginner dan Upper Beginner

Setelah dasar permainan mulai lebih terbentuk, ada turnamen yang menggunakan kategori Beginner atau Upper Beginner. Pemain pada level ini biasanya sudah lebih nyaman melakukan rally, mulai bisa mengarahkan bola, dan lebih memahami posisi di court. Serve dan return mungkin juga sudah lebih konsisten dibanding saat pertama belajar, meskipun belum selalu stabil di setiap game. 

Khusus doubles, pemain juga mulai belajar komunikasi dengan partner, positioning, dan menentukan siapa yang mengambil bola tengah. Jadi kalau sudah bisa rally lumayan panjang saat latihan, jangan langsung merasa otomatis Intermediate. Match situation kadang punya cerita sendiri.

3. Low Intermediate

Pada level Low Intermediate, permainan umumnya mulai terasa lebih terstruktur. Pemain bukan cuma berusaha membuat bola masuk, tetapi mulai memikirkan apa yang ingin dilakukan dengan pukulannya. Misalnya mengarahkan bola cross-court, mencari ruang kosong, mencoba menyerang bola pendek, atau mulai lebih aktif bermain di net. 

Untuk doubles, kerja sama dengan partner juga biasanya semakin penting. Kapan harus maju? Siapa yang cover tengah? Kapan perlu switch? Pukulan tentu tetap bisa error. Namanya juga tennis. Bedanya, pemain mulai punya pola permainan yang lebih jelas.

4. Intermediate

Pemain Intermediate biasanya sudah memiliki konsistensi dan pengalaman bermain yang lebih matang. Forehand dan backhand lebih stabil, serve lebih bisa digunakan untuk memulai pola permainan, dan pemain mulai lebih nyaman menghadapi variasi bola. 

Strateginya juga berkembang. Bukan hanya “bolanya masuk dulu”, tetapi sudah mulai membaca kelemahan lawan, mengatur placement, menjaga posisi, sampai menentukan kapan perlu bermain lebih agresif. 

Dalam doubles, chemistry dengan partner juga mulai terasa penting karena permainan bisa berlangsung lebih cepat dan ruang kosong lebih mudah dimanfaatkan lawan.

5. Advanced

Di atas Intermediate, beberapa turnamen atau komunitas menggunakan kategori Advanced. Pemain di level ini umumnya sudah punya teknik, kontrol, strategi, dan pengalaman bertanding yang lebih matang. Tempo permainan pun biasanya lebih tinggi. 

Namun, sama seperti level lainnya, label Advanced tetap bergantung pada sistem yang digunakan penyelenggara. Makanya, jangan memilih kategori hanya berdasarkan rasa: “Kayaknya aku sudah lumayan jago, deh.” Lebih aman cek kriterianya dulu. 

Apakah Level Beginner dan Intermediate Sama dengan Level Turnamen Profesional? 

Nggak. Ini dua hal yang berbeda. Istilah seperti Low Beginner, Upper Beginner, Low Intermediate, atau Intermediate lebih sering digunakan untuk menggambarkan kemampuan pemain dalam konteks recreational, klub, atau turnamen komunitas. Sementara tenis profesional memiliki struktur kompetisi dan ranking tersendiri melalui organisasi seperti ITF, WTA, dan ATP. 

Jadi, WTA 250 atau turnamen ITF misalnya, bukan “level selanjutnya” setelah Intermediate dalam sistem komunitas. Dunianya berbeda. Kalau tujuanmu baru ingin mencoba turnamen recreational, nggak perlu pusing dulu memikirkan jenjang profesional. Fokus cari kategori yang paling sesuai dengan permainanmu. 

Cari Turnamen Sesuai Level? Ada FiberCreme Tennis Cup 2026 

Nah, setelah mulai memahami tingkatan turnamen tenis, sekarang waktunya mencari kategori yang sesuai dengan permainanmu. Buat pemain perempuan yang suka bermain doubles, FiberCreme Tennis Cup 2026 akan digelar pada 19–20 September 2026 di Ancol Tennis Warehouse (ATW), Jakarta. 

Turnamen ini menghadirkan beberapa kategori level. Untuk Women’s Doubles Team, tersedia kategori Upper Beginner, Low Intermediate, dan Intermediate. Sementara Women’s Doubles Individual hadir untuk level Low Beginner. 

Jadi, baik yang masih mulai membangun pengalaman bertanding maupun yang sudah lebih rutin bermain punya pilihan kategori yang bisa disesuaikan dengan level permainan. Tetap pastikan membaca ketentuan kategori dan persyaratan dari penyelenggara sebelum registrasi, ya. 

FiberCreme Tennis Cup 2026 juga menjadi bagian dari perayaan 9 tahun FiberCreme dengan semangat PLAY. FUEL. FEEL GOOD., sekaligus menghadirkan ruang untuk olahraga, komunitas, dan gaya hidup aktif. 

Baca juga: Cari Turnamen Tenis di Jakarta September 2026? Yuk, Kenalan dengan FiberCreme Tennis Cup 2026

Sudah Tahu Levelmu? Saatnya Coba Atmosfer Pertandingan! 

Pada akhirnya, memahami tingkatan turnamen tenis bukan soal buru-buru ingin naik ke level tertinggi. Yang lebih penting adalah menemukan kategori yang sesuai supaya pertandingan terasa kompetitif, tetap seru, dan bisa menjadi pengalaman untuk mengembangkan permainan. Kalau masih Low Beginner, nikmati prosesnya. 

Kalau sudah Upper Beginner atau Intermediate, tetap masih banyak hal yang bisa dipelajari. Tennis memang begitu. Semakin sering main, semakin sadar masih ada pukulan lain yang perlu diperbaiki. Nah, kalau sudah menemukan level yang sesuai dan partner doubles sudah siap, yuk, daftar FiberCreme Tennis Cup 2026! 

Untuk informasi dan registrasi: 

Dorthy: 0877-8433-9701
Albert: 0816-1110-656 

Jangan lupa follow @fibercreme, @ancoltenniswrhouse, dan @infinitetournament di Instagram untuk mendapatkan update terbaru seputar event. Kenali levelmu, siapkan partner, lanjut latihan, lalu bawa permainanmu ke suasana pertandingan. 

Let’s PLAY, FUEL, and FEEL GOOD di FiberCreme Tennis Cup 2026! 

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

Mie Instan Lebih Creamy dan Nikmat Tanpa Banyak Bahan

Namun, menyajikan mie dengan cara yang sama terus-menerus kadang terasa membosankan. Salah satu cara agar membuat mie instan lebih berbeda adalah dengan membuatnya lebih creamy. Kalau begini, kita biasanya langsung memikirkan untuk menambah susu, mayones, atau keju....

Mie Instan Pakai Sayur Tetap Enak dengan Cara Ini

Saat ingin makan mie instan, banyak orang langsung mengambil telur dan sayuran dari kulkas. Rasanya lebih tenang karena semangkuk mi tidak hanya berisi mi dan bumbu. Ada sayur yang menambah vitamin, mineral, dan serat, lalu telur sebagai sumber protein yang...

Sekalinya Makan Mie Instan, Tambahkan 5 Bahan Ini!

Mie instan sering menjadi jawaban saat ingin makan enak tanpa menunggu lama. Namun, setelah menikmatinya hari ini, biasanya muncul pertanyaan yang sama: sebenarnya, kapan lagi nih kita boleh menikmati mie instan? Sampai saat ini, tidak ada rekomendasi resmie tentang...

Cara Menjaga Fokus Saat Bermain Tenis, Biar Nggak Buyar di Tengah Match

Game pertama masih aman. Rally cukup panjang, serve masuk, dan rasanya semua sesuai rencana. Lalu satu forehand keluar. Poin berikutnya double fault. Belum sempat move on, kepala sudah mulai ramai:  “Kenapa tadi dipukul ke sana, ya?”  “Jangan sampai error lagi.” ...

Latihan Tenis untuk Pemula, Mulai dari Basic Biar Makin Pede di Court

Baru mulai tenis biasanya ada satu keinginan yang sama,  Pengen cepat bisa rally. Baru dua kali latihan, sudah membayangkan forehand cross-court yang rapi, serve masuk terus, sampai volley cantik di depan net. Begitu benar-benar pegang raket? Bolanya kadang kena...

Resep Terbaru

Resep Mushroom Chicken Ramen
Resep Mushroom Chicken Ramen

Resep Mushroom Chicken Ramen 15 gram FiberCreme1 bungkus mie instan rasa ayam bawang2 butir telur rebus150 gram paha ayam fillet3 buah jamur shitake1 batang daun bawangBumbu3 sdm kecap asin50 ml air2 cm jahe1/2 sdm gula pasir1/4 sdt kaldu jamur Rebus kecap asin, air,...

Resep Mie Godhog Jawa ala William Wongso
Resep Mie Godhog Jawa ala William Wongso

Resep Mie Godhog Jawa ala William Wongso 50 gram FiberCreme250 gram mie telur (hokian) rebus50 gram kol50 gram sawi hijau120 gram ayam rebus1 butir telur1 gram lada3 gram garam600 ml airBumbu Halus15 gram bawang putih30 gram bawang merah10 gram kemiri3 gram ebi60 ml...

Resep Coffee Ube Halaya
Resep Coffee Ube Halaya

  Resep Coffee Ube Halaya 40 gram FiberCreme110 ml air hangat1 shot espresso50 gram ube halaya90 gram es batu Larutkan FiberCreme dengan air hangat. Tuang ube halaya ke dalam gelas, tambahkan larutan FiberCreme dan aduk merata. Masukkan es batu dan espresso....

Resep Mie Koclok Cirebon ala William Wongso
Resep Mie Koclok Cirebon ala William Wongso

  Resep Mie Koclok Cirebon ala William Wongso 60 gram FiberCreme25 gram tepung maizena70 ml air hangat500 gram dada ayam1500 ml air (untuk merebus ayam)2 lembar daun salam1 batang serai1 gram garam500 gram mie basah hokian3 butir telur rebus200 gram cumi rebus150...

Resep Creamy Gochujang
Resep Creamy Gochujang

  Resep Creamy Gochujang 35 gram FiberCreme1 pack korean instant noodle7 gram bawang merah7 gram bawang putih10 gram daun bawang20 ml olive oil80 gram daging sapi giling450 ml air15 gram peanut butter30 gram gochujang sauce15 gram saus tiramPakcoyTelur rebusGyoza...