
Baru mulai tenis biasanya ada satu keinginan yang sama, Pengen cepat bisa rally. Baru dua kali latihan, sudah membayangkan forehand cross-court yang rapi, serve masuk terus, sampai volley cantik di depan net. Begitu benar-benar pegang raket? Bolanya kadang kena frame, forehand terlalu panjang, dan serve lebih sering ketemu net daripada service box. Tenang, semua pemain pernah melewati fase itu.
Daripada buru-buru mengejar pukulan yang kelihatan keren, latihannya sebaiknya dimulai dari basic. Mulai dari membiasakan tangan dengan raket, mengatur footwork, mengenal timing, sampai membuat pukulan lebih konsisten.
Nggak perlu langsung latihan berjam-jam. Yang penting gerakannya dipahami dan dilakukan secara rutin. Kalau kamu baru mulai main tenis, beberapa latihan berikut bisa jadi fondasi sebelum masuk ke rally dan match yang lebih serius.
Apa yang Sebaiknya Dilatih Pemain Tenis Pemula?
Saat baru belajar, rasanya semua teknik perlu dikuasai sekaligus. Forehand, backhand, serve, volley, footwork. Belum lagi harus hafal skor. Padahal, proses belajar biasanya terasa lebih nyaman kalau dilakukan bertahap.
Untuk pemula, fokus utama bisa dimulai dari kemampuan mengontrol raket dan bola, bergerak ke posisi yang tepat, lalu membuat pukulan masuk dengan lebih konsisten. Power bisa menyusul. Karena forehand kencang memang seru, tapi kalau bolanya selalu keluar garis, poinnya tetap buat lawan.
Latihan Tenis untuk Pemula yang Bisa Dicoba
Berikut beberapa latihan tenis untuk pemula yang bisa dilakukan bersama coach, partner, maupun saat sesi latihan biasa.
1. Mulai dengan Shadow Swing
Belum ada bola pun sebenarnya kamu sudah bisa latihan. Shadow swing dilakukan dengan mengulang gerakan pukulan tanpa bola. Kamu bisa berlatih forehand dan backhand sambil memperhatikan posisi kaki, putaran badan, serta arah swing.
Latihan seperti ini membantu membiasakan tubuh dengan pola gerakan sebelum harus memikirkan bola yang datang. Lakukan dengan tempo santai. Nggak perlu swing sekencang-kencangnya. Fokus dulu supaya gerakannya terasa nyaman dan nggak terburu-buru.
2. Biasakan Kontrol Bola dengan Raket
Sebelum rally panjang, coba kenalan dulu sama bolanya. Salah satu latihan sederhana adalah memantulkan bola menggunakan permukaan raket. Kelihatannya gampang. Begitu dicoba sepuluh kali tanpa jatuh, baru terasa tantangannya.
Latihan ini bisa membantu membangun feel terhadap raket dan bola. Kamu jadi mulai mengenali seberapa besar tenaga yang diperlukan supaya bola tetap terkontrol. Nggak harus jadi trik yang fancy. Tujuannya cuma satu yaitu bikin tangan semakin familiar dengan raket.
3. Coba Mini Tennis
Mini tennis bisa jadi salah satu latihan favorit untuk pemain pemula. Caranya, berdiri lebih dekat ke net dan lakukan rally menggunakan pukulan pendek dengan partner. Karena jaraknya lebih dekat, kamu nggak perlu menggunakan tenaga besar. Fokus pada kontrol. Bola melewati net. Masuk area permainan. Lalu ulangi.
Mini tennis juga membantu belajar timing dan menemukan titik kontak yang lebih nyaman sebelum perlahan mundur ke baseline. Kalau langsung mulai rally dari baseline, pemain baru kadang malah sibuk memukul terlalu keras supaya bola sampai. Padahal yang dibutuhkan justru kontrol dulu.
4. Latihan Forehand Satu Arah
Forehand biasanya jadi salah satu pukulan pertama yang dipelajari. Supaya lebih konsisten, coba latihan dengan target sederhana. Minta coach atau partner mengirim bola ke area forehand secara berulang, lalu fokus mengembalikannya ke satu area tertentu. Nggak perlu langsung mencari sudut garis. Target besar dulu. Misalnya area tengah atau cross-court yang aman.
Dengan pola bola yang relatif sama, kamu bisa lebih fokus memperhatikan footwork, persiapan raket, titik kontak, dan follow-through. Begitu sudah lebih nyaman, baru variasikan arah.
5. Jangan Lupakan Backhand
Ada fase ketika pemain pemula mulai sadar:
“Kenapa semua bola rasanya pengin aku ambil pakai forehand, ya?”
Kalau sampai harus lari memutari bola terus, tandanya backhand mulai perlu diajak berteman. Latih backhand secara terpisah seperti forehand. Mulai dari bola yang relatif mudah dan datang dengan arah konsisten. Fokus membuat kontak yang nyaman dan mengirim bola kembali ke area permainan. Nggak perlu langsung menjadikan backhand sebagai winner. Bisa mengembalikan bola dengan stabil saja sudah jadi progres.
6. Latihan Footwork Tanpa Bola
Dalam tenis, punya swing bagus saja belum cukup kalau posisi badan selalu terlambat. Karena itu, footwork termasuk bagian penting dari latihan. Kamu bisa berlatih split step, side shuffle, bergerak ke kanan dan kiri, kemudian kembali ke posisi siap.
Latihannya bahkan bisa dilakukan tanpa bola. Tujuannya supaya kaki terbiasa bergerak terlebih dahulu sebelum tangan melakukan pukulan. Semakin cepat kamu menemukan posisi yang nyaman, biasanya pukulan juga terasa lebih mudah. Kadang masalah forehand bukan forehand-nya. Kakinya saja belum sampai.
7. Belajar Serve Secara Bertahap
Serve sering jadi pukulan yang paling bikin penasaran sekaligus paling bikin frustasi. Jangan langsung mengejar power. Untuk pemula, coba mulai dengan membangun gerakan yang nyaman, toss yang relatif konsisten, dan kontak bola yang bisa dikontrol.
Kamu juga bisa latihan dari jarak lebih dekat sebelum melakukan serve penuh dari baseline. Target awalnya sederhana, masuk service box. Kalau sudah lebih konsisten, baru pikirkan placement dan variasi. Ace bisa nanti. Bola masuk dulu.
8. Latihan Rally dengan Target Jumlah Pukulan
Sudah mulai nyaman dengan forehand dan backhand? Sekarang buat rally jadi sedikit lebih menantang. Coba tentukan target bersama partner. Misalnya, lima pukulan tanpa error. Sudah berhasil? Naik jadi sepuluh. Latihan seperti ini membuat fokus bergeser dari “harus memukul keras” menjadi “harus menjaga bola tetap hidup”.
Buat pemain pemula, kemampuan mempertahankan rally sangat berguna karena membantu membangun konsistensi sekaligus rasa percaya diri. Dan ada kepuasan tersendiri saat rally yang tadinya cuma tiga bola tiba-tiba bisa lewat sepuluh.
9. Mulai Latihan dengan Skor
Kalau rally sudah mulai stabil, coba masukkan situasi pertandingan. Nggak harus langsung main satu set penuh. Bisa mulai dari game pendek atau tie-break latihan sesuai arahan coach dan format yang disepakati. Tujuannya supaya kamu mulai terbiasa mengambil keputusan saat ada skor.
Karena memukul bola saat rally santai dan memukul bola ketika sedang break point bisa terasa beda. Di sinilah kamu mulai belajar bahwa tennis bukan cuma teknik. Ada fokus, strategi, dan kemampuan untuk reset setelah melakukan error.
Seberapa Sering Pemula Harus Latihan Tenis?
Nggak ada angka yang harus sama untuk semua orang. Frekuensi latihan bisa disesuaikan dengan waktu, kondisi tubuh, dan tujuan masing-masing. Yang lebih penting adalah konsistensi. Daripada latihan sangat lama sekali lalu nggak menyentuh raket selama beberapa minggu, sesi yang lebih teratur biasanya membuat gerakan lebih familiar.
Setiap latihan juga nggak harus mengejar semua teknik sekaligus. Hari ini bisa fokus forehand dan footwork. Sesi berikutnya backhand dan serve. Lalu sisakan waktu untuk rally. Pelan-pelan, bagian-bagian kecil itu mulai nyambung menjadi permainan yang lebih utuh.
Latihan Makin Konsisten? Coba FiberCreme Tennis Cup 2026
Kalau latihan tenis untuk pemula sudah semakin rutin dan kamu mulai ingin mencoba suasana pertandingan, ada FiberCreme Tennis Cup 2026 yang akan berlangsung pada 19–20 September 2026 di Ancol Tennis Warehouse (ATW), Jakarta.
FiberCreme Tennis Cup 2026 menghadirkan Women’s Doubles Team untuk level Upper Beginner, Low Intermediate, dan Intermediate, serta Women’s Doubles Individual untuk level Low Beginner. Artinya, pemain perempuan dengan level permainan berbeda punya pilihan kategori sesuai kemampuan masing-masing.
FiberCreme Tennis Cup 2026 juga menjadi bagian dari perayaan 9 tahun FiberCreme dengan semangat PLAY. FUEL. FEEL GOOD., yang membawa olahraga, komunitas, dan gaya hidup aktif dalam satu pengalaman.
Baca juga: Cari Turnamen Tenis di Jakarta September 2026? Yuk, Kenalan dengan FiberCreme Tennis Cup 2026
Nggak Perlu Langsung Jago, yang Penting Mulai
Pada akhirnya, latihan nggak harus rumit. Mulai dari shadow swing, kontrol bola, mini tennis, forehand, backhand, footwork, serve, sampai rally sederhana. Nggak masalah kalau awalnya banyak error. Bola kena frame? Lanjut. Serve nyangkut net? Coba lagi. Rally berhenti di pukulan ketiga? Target berikutnya empat.
Progres dalam tenis sering datang dari hal-hal kecil yang dilakukan berulang. Kalau latihan mulai konsisten, permainan makin nyaman, dan sudah menemukan partner doubles yang cocok, kamu bisa mulai mencoba tantangan baru lewat pertandingan. Yuk, daftar FiberCreme Tennis Cup 2026!
Untuk informasi dan registrasi:
Dorthy: 0877-8433-9701
Albert: 0816-1110-656
Jangan lupa follow @fibercreme, @ancoltenniswrhouse, dan @infinitetournament di Instagram untuk mendapatkan update terbaru seputar event. Mulai dari satu pukulan, lanjut satu rally, lalu nikmati prosesnya.
Let’s PLAY, FUEL, and FEEL GOOD di FiberCreme Tennis Cup 2026!





0 Komentar