
Punya partner doubles yang pukulannya bagus memang menyenangkan. Tapi kalau selama main kalian masih sering bingung siapa yang ambil bola tengah, sama-sama diam di baseline, atau bergerak ke arah berbeda, permainan tetap bisa terasa berantakan. Karena main ganda memang bukan sekadar “court-nya dibagi dua”. Kamu dan partner harus bisa bergerak sebagai satu tim, membaca permainan lawan, menutup ruang kosong, sampai tahu kapan waktunya menyerang dan kapan lebih aman mempertahankan rally.
Makanya, memahami strategi bermain bisa membantu permainan terasa lebih terarah. Nggak harus langsung memakai taktik rumit seperti pemain profesional. Mulai dari hal-hal sederhana yang bisa dipraktikkan saat latihan bersama partner. Kalau selama ini strategi doubles kamu cuma “yang penting masuk dulu bolanya”, beberapa cara berikut mungkin bisa dicoba.
Kenapa Strategi Penting Saat Main Tenis Ganda?
Dalam singles, hampir seluruh area permainan menjadi tanggung jawab satu pemain. Sementara dalam doubles, ada dua orang yang harus berbagi ruang sekaligus saling menutup. Masalahnya, punya dua pemain di satu sisi court belum tentu otomatis membuat area pertahanan lebih rapat. Kalau posisi nggak sinkron, justru bisa muncul banyak ruang kosong.
Misalnya satu pemain maju ke net sementara partner tetap diam terlalu jauh di belakang. Atau keduanya bergerak mengejar bola ke satu sisi dan meninggalkan sisi lainnya terbuka. Karena itu, strategi doubles bukan cuma soal membuat pukulan yang sulit dikembalikan lawan. Yang nggak kalah penting adalah membuat kamu dan partner tahu apa yang harus dilakukan setelah pukulan tersebut.
Strategi Bermain Ganda dalam Tenis Lapangan yang Bisa Dicoba
Nggak perlu langsung menghafal pola rumit. Beberapa strategi bermain ganda dalam tenis lapangan berikut bisa menjadi dasar untuk membangun permainan yang lebih kompak.
1. Bergerak Bersama, Jangan Main Sendiri-Sendiri
Salah satu dasar paling penting dalam doubles adalah bergerak sebagai satu unit. Kalau bola bergerak ke sisi kanan court, kamu dan partner sebaiknya ikut menyesuaikan posisi ke arah tersebut. Begitu juga ketika permainan bergeser ke sisi sebaliknya. Tujuannya supaya jarak antara kamu dan partner nggak terlalu lebar. Kalau jarak terlalu jauh, bola yang diarahkan ke tengah bisa jadi sulit dijangkau.
Bayangkan kamu dan partner seperti terhubung tali yang nggak kelihatan. Nggak harus berdempetan terus, tapi pergerakannya tetap saling mengikuti. Doubles itu partnership, bukan dua pertandingan singles yang dimainkan bersamaan.
2. Komunikasikan Siapa yang Ambil Bola Tengah
Bola yang datang ke tengah sering jadi sumber drama kecil di court. Kamu pikir partner yang ambil. Partner pikir kamu yang ambil. Akhirnya? Bola lewat. Karena itu, salah satu strategi bermain ganda yang sederhana tapi penting adalah menentukan bagaimana kalian menghadapi bola tengah.
Dalam situasi tertentu, pemain yang bisa mengambil bola dengan forehand mungkin punya posisi lebih nyaman. Tapi tetap tergantung arah bola, posisi masing-masing, dan situasi rally. Nggak perlu membuat aturan yang terlalu kaku. Yang penting, biasakan komunikasi seperti “mine”, “yours”, atau panggilan lain yang sama-sama kalian pahami.
Kalau sudah jelas siapa yang mengambil bola, partner satunya bisa langsung fokus menutup area berikutnya.
3. Manfaatkan Serve untuk Menyiapkan Pukulan Berikutnya
Serve di doubles bukan cuma soal menghasilkan ace. Serve juga bisa digunakan untuk membantu membentuk pola poin. Misalnya, serve diarahkan ke area tertentu supaya return lawan lebih mudah diprediksi. Dari situ, partner yang berada di net bisa lebih siap membaca kemungkinan arah bola berikutnya.
Kamu dan partner juga bisa berdiskusi sebelum serve. Mau serve ke tengah? Ke body? Atau lebih lebar? Nggak perlu kasih presentasi sebelum setiap poin. Sinyal sederhana juga bisa membantu. Yang penting, server dan pemain net tahu pola apa yang sedang dicoba. Karena serve bagus itu menyenangkan. Tapi serve yang membantu partner mendapatkan volley enak biasanya lebih menyenangkan lagi.
4. Return Cross-Court Bisa Jadi Pilihan yang Aman
Saat menerima serve dalam doubles, return cross-court sering menjadi salah satu pola dasar yang cukup berguna. Secara umum, arah cross-court memberikan ruang lebih panjang dibanding memaksakan bola lurus melewati pemain net. Selain itu, return cross-court juga membantu kamu menjaga rally tanpa terlalu cepat memberi kesempatan kepada pemain di net untuk memotong bola.
Tentu bukan berarti semua return wajib cross-court. Sesekali mengubah arah bisa membantu supaya lawan nggak terlalu nyaman membaca permainan. Tapi kalau masih membangun konsistensi, fokus memasukkan return dengan arah yang aman dulu juga nggak masalah. Winner bisa dicari nanti. Bolanya masuk dulu.
5. Pemain di Net Jangan Cuma Jadi Penonton
Sudah berdiri dekat net, tapi sepanjang rally cuma melihat partner adu groundstroke dari baseline? Sayang banget. Pemain net punya kesempatan untuk memberi tekanan kepada lawan dengan positioning dan pergerakan. Kamu bisa bergerak sedikit mengikuti arah bola, menutup sudut, atau bersiap mengambil bola yang cukup nyaman untuk di-volley.
Keberadaan pemain di net saja kadang sudah membuat lawan berpikir dua kali sebelum menentukan arah pukulan. Tapi bukan berarti semua bola harus diambil. Pilih momen yang tepat. Kalau bolanya jauh dan partner sudah siap, nggak perlu nekat mengejar sampai posisi sendiri terbuka. Net player harus aktif, bukan hiperaktif.
6. Pelajari Kapan Waktunya Poach
Setelah mulai nyaman bermain di net, kamu dan partner bisa mulai mencoba poaching. Poach terjadi ketika pemain net bergerak memotong bola yang kemungkinan awalnya akan melewati area partner di belakang. Strategi ini bisa efektif untuk memberikan tekanan dan membuat lawan lebih sulit menebak arah pergerakan kalian.
Tapi timing penting. Kalau maju terlalu cepat, lawan bisa membaca pergerakan dan mengarahkan bola ke area yang kamu tinggalkan. Kalau terlalu lambat, bolanya sudah lewat. Karena itu, poaching lebih enak dilatih bersama partner.
Bicarakan kapan ingin mencoba pola tersebut dan bagaimana partner akan menutup posisi setelah kamu bergerak. Biar kelihatannya memang strategi. Bukan karena tiba-tiba lihat bola lalu refleks, “wah, ini punya aku.”
7. Jangan Lupa Lob Saat Lawan Terlalu Dekat ke Net
Kalau dua pemain lawan sudah nyaman menguasai area net, memaksakan passing shot terus-menerus belum tentu menjadi satu-satunya pilihan. Coba gunakan lob. Lob bisa membuat lawan bergerak mundur dan mengubah posisi mereka. Kalau berhasil melewati pemain net, kamu dan partner juga bisa punya waktu untuk memperbaiki posisi.
Tapi jangan asal mengangkat bola terlalu pendek. Kalau lob jatuh tanggung, siap-siap lawan mengeluarkan overhead. Jadi latihan kontrol tinggi dan kedalaman lob tetap penting. Sesekali bikin lawan mundur juga nggak ada salahnya. Masa kamu terus yang lari?
8. Cari Pola Lawan, Jangan Cuma Fokus ke Bola
Saat pertandingan mulai berjalan, coba perhatikan kebiasaan lawan.
Apakah salah satu pemain lebih nyaman dengan forehand?
Apakah ada yang kurang agresif di net?
Apakah return mereka hampir selalu cross-court?
Apakah ketika mendapat bola pendek mereka selalu maju?
Informasi seperti ini bisa membantu kamu dan partner menentukan pola permainan berikutnya. Misalnya, kalau satu arah terlihat lebih sulit bagi lawan, kalian bisa mencoba lebih konsisten mengarahkan bola ke sana. Nggak perlu buru-buru mengambil kesimpulan hanya dari dua poin. Amati beberapa game. Tenis juga soal membaca pola. Bukan cuma mengejar bola ke mana pun dia pergi.
9. Bicara di Antara Poin
Komunikasi saat doubles nggak berhenti begitu poin selesai. Justru jeda antarpoin bisa digunakan untuk melakukan adjustment kecil.
“Return dia selalu ke tengah.”
“Coba next serve ke body.”
“Aku maju lebih dekat, ya.”
Percakapan seperti itu cukup. Nggak perlu membahas delapan strategi sekaligus sampai lupa skornya berapa. Yang penting, kamu dan partner punya gambaran yang sama tentang apa yang ingin dilakukan di poin berikutnya. Dan kalau strategi sebelumnya gagal? Reset. Poin berikutnya masih ada.
Strategi Bagus Tetap Butuh Chemistry

Kamu bisa tahu banyak teori doubles, tapi setiap partner punya karakter permainan yang berbeda. Ada partner yang agresif di depan net. Ada yang lebih nyaman mengontrol rally dari baseline. Ada yang punya serve konsisten, sementara partnernya lebih kuat saat return. Nah, strategi justru akan lebih efektif kalau disesuaikan dengan kekuatan masing-masing. Nggak harus memaksa partner jadi pemain net agresif kalau dia belum nyaman.
Sebaliknya, kalau partner punya volley bagus, coba manfaatkan kemampuan tersebut untuk membangun pola yang lebih menyerang. Semakin sering latihan bersama, biasanya chemistry juga semakin terbentuk.
Kalian mulai tahu siapa yang lebih nyaman mengambil bola tengah, kapan partner akan bergerak maju, sampai pola serve apa yang paling enak dilanjutkan dengan serangan berikutnya. Lama-lama, kadang nggak perlu banyak ngomong. Satu gerakan saja sudah sama-sama ngerti. Nah, itu baru partner doubles.
Sudah Punya Strategi? Saatnya Tes di Suasana Pertandingan
Latihan tentu penting, tapi suasana pertandingan punya tantangannya sendiri. Strategi yang lancar saat fun match belum tentu langsung terasa sama ketika skor mulai ketat dan setiap poin jadi lebih menegangkan. Kalau kamu dan partner sudah mulai memahami strategi bermain ganda dalam tenis lapangan, komunikasi semakin rapi, dan latihan makin konsisten, kamu bisa mencoba menguji kekompakan tersebut di FiberCreme Tennis Cup 2026.
Turnamen ini akan digelar pada 19–20 September 2026 di Ancol Tennis Warehouse (ATW), Jakarta. FiberCreme Tennis Cup 2026 menghadirkan kategori Women’s Doubles Team untuk level Upper Beginner, Low Intermediate, dan Intermediate, serta Women’s Doubles Individual untuk level Low Beginner. Jadi, pemain dengan level permainan berbeda bisa memilih kategori yang sesuai untuk mulai merasakan atmosfer pertandingan.
FiberCreme Tennis Cup 2026 juga menjadi bagian dari perayaan 9 tahun FiberCreme dengan semangat PLAY. FUEL. FEEL GOOD., sekaligus membawa olahraga dan komunitas sebagai bagian dari gaya hidup yang aktif.
Baca juga: Cari Turnamen Tenis di Jakarta September 2026? Yuk, Kenalan dengan FiberCreme Tennis Cup 2026
Partner Sudah Klik, Strategi Sudah Siap? Yuk, Turun ke Court!
Pada akhirnya, doubles bukan cuma soal siapa yang paling jago melakukan forehand, volley, atau serve. Yang bikin permainan terasa lebih solid justru ketika dua pemain bisa saling melengkapi. Mulai dari bergerak bersama, mengatur bola tengah, menyusun pola serve dan return, memanfaatkan pemain net, sampai berkomunikasi di antara poin. Nggak harus semuanya langsung sempurna.
Coba satu strategi saat latihan, lihat hasilnya, lalu evaluasi bareng partner. Semakin sering bermain bersama, semakin mudah juga memahami pola apa yang cocok untuk kalian. Kalau partner sudah klik, strategi makin rapi, dan kamu mulai ingin mencoba atmosfer pertandingan yang sebenarnya, yuk, daftar FiberCreme Tennis Cup 2026!
Untuk informasi dan registrasi:
Dorthy: 0877-8433-9701
Albert: 0816-1110-656
Jangan lupa follow @fibercreme, @ancoltenniswrhouse, dan @infinitetournament di Instagram untuk mendapatkan update terbaru seputar event. Sekarang tinggal ajak partner latihan, rapikan strateginya, dan lihat seberapa kompak kalian saat match day.
Let’s PLAY, FUEL, and FEEL GOOD di FiberCreme Tennis Cup 2026!





0 Komentar