
Game pertama masih semangat. Forehand masih berani full swing, setiap bola pendek dikejar, dan kalau ada kesempatan maju ke net langsung gas. Masuk beberapa game berikutnya? Mulai jalan lebih pelan ambil bola, napas makin berat, dan serve rasanya sudah nggak punya tenaga sebanyak tadi.
Tenis memang punya banyak jeda antarpoin, tapi selama permainan tubuh terus melakukan sprint pendek, bergerak ke samping, berhenti mendadak, lalu bergerak lagi. Belum lagi kalau rally panjang atau match berlangsung beberapa set. Makanya, memahami cara menjaga stamina penting supaya tenaga nggak habis terlalu cepat dan permainan tetap terasa nyaman sampai poin terakhir.
Nggak harus langsung punya stamina seperti pemain profesional. Mulai saja dari beberapa kebiasaan sederhana berikut.
Kenapa Stamina Penting Saat Bermain Tenis?

Tenis bukan cuma soal seberapa keras kamu bisa memukul bola. Pukulan yang bagus tetap membutuhkan posisi, footwork, dan fokus. Ketika mulai lelah, biasanya kaki jadi lebih lambat, swing terburu-buru, serve kehilangan ritme, dan bola yang tadinya mudah dijangkau terasa semakin jauh. Karena itu, stamina juga ikut memengaruhi konsistensi permainan.
Buat pemain doubles pun sama. Walaupun area court dibagi bersama partner, kamu tetap perlu bergerak cepat, maju ke net, melakukan volley, lalu kembali menutup posisi. Jadi gimana supaya tenaga nggak habis duluan?
Cara Menjaga Stamina Saat Bermain Tenis
Nggak perlu menunggu sampai mau ikut turnamen untuk mulai memikirkan stamina. Beberapa kebiasaan berikut bisa mulai diterapkan setiap kali latihan.
1. Jangan Langsung Gas dari Poin Pertama
Baru mulai match bukan berarti setiap bola harus langsung dipukul dengan tenaga maksimal. Kalau semua forehand dibuat full power dan setiap bola dikejar seperti match point, tenaga bisa lebih cepat terkuras. Coba bangun permainan secara bertahap. Fokus pada timing, placement, dan konsistensi. Saat ada kesempatan yang bagus untuk menyerang, baru naikkan intensitas.
Kadang mengembalikan bola dengan aman jauh lebih berguna daripada memaksakan winner. Tenis bukan lomba siapa yang paling cepat capek.
2. Lakukan Pemanasan Sebelum Main
Salah satu cara menjaga stamina saat bermain tenis justru dimulai sebelum match. Luangkan beberapa menit untuk jogging ringan, side shuffle, gerakan dinamis, dan shadow swing. Setelah itu, mulai dengan mini tennis sebelum perlahan mundur ke baseline.
Pemanasan memberi tubuh waktu untuk beralih dari kondisi santai ke aktivitas yang lebih intens. Jadi ketika match dimulai, tubuh nggak terasa baru “dinyalakan” dari kondisi diam.
3. Bikin Footwork Lebih Efisien
Kadang cepat lelah bukan cuma karena rally panjang, tapi karena gerakannya terlalu banyak. Bola ke kanan, lari terlalu jauh. Setelah memukul, lupa kembali ke posisi. Bola berikutnya datang ke kiri, akhirnya harus sprint lagi. Latihan split step, side shuffle, dan recovery step bisa membantu pergerakan lebih efisien.
Semakin baik kamu membaca arah bola dan kembali ke posisi, semakin sedikit energi yang terbuang. Kalau bisa sampai ke bola dengan empat langkah, kenapa harus tujuh?
4. Manfaatkan Jeda Antarpoin
Begitu satu poin selesai, jangan langsung terburu-buru masuk ke poin berikutnya. Gunakan jeda sebentar untuk mengatur napas, merilekskan bahu, dan mengembalikan fokus. Apalagi kalau rally sebelumnya cukup panjang.
Nggak ada hadiah tambahan buat pemain yang paling cepat siap serve lagi. Saat pergantian game, manfaatkan juga waktunya untuk reset. Jangan terus memikirkan forehand yang keluar atau double fault yang sudah lewat. Poin berikutnya masih menunggu.
5. Jangan Lupa Minum
Sederhana, tapi gampang terlupakan kalau match sedang seru. Siapkan air minum dan manfaatkan break untuk minum secara berkala, terutama kalau bermain cukup lama atau kondisi court terasa panas. Jangan baru ingat botol minum ketika sudah merasa sangat haus.
Bawa tiga raket cadangan boleh. Tapi botol minumnya jangan sampai ketinggalan.
6. Perhatikan Makanan Sebelum Bermain
Main dalam kondisi terlalu lapar tentu bisa terasa nggak nyaman. Sebaliknya, makan terlalu banyak tepat sebelum bermain juga bisa bikin gerak terasa berat. Jadi, sesuaikan waktu dan porsi makan dengan jadwal bermain.
Pilih makanan yang sudah familiar dan nyaman buat kamu, terutama menjelang pertandingan. Match day bukan waktu yang tepat untuk mencoba menu yang sama sekali baru. Kalau sudah menemukan pola makan yang terasa nyaman saat latihan, lebih gampang mempertahankannya ketika pertandingan datang.
7. Bangun Stamina Lewat Latihan Rutin
Stamina nggak muncul dalam satu malam. Kalau ingin lebih nyaman bermain dalam durasi panjang, tubuh juga perlu dibiasakan secara bertahap. Selain rutin bermain tenis, kamu bisa memasukkan aktivitas lain sesuai kemampuan seperti jalan cepat, jogging, bersepeda, atau latihan fisik lainnya.
Di court, coba sesekali melakukan rally yang lebih panjang atau drill footwork. Nggak perlu langsung berat. Tujuannya bukan cepat capek, tapi bisa tetap bermain dengan baik ketika sesi sudah berlangsung lama.
8. Main Pakai Strategi, Bukan Tenaga Terus
Menjaga stamina juga berkaitan dengan cara bermain. Nggak semua bola harus dijadikan winner. Kalau lawan mengirim bola yang sulit diserang, kembalikan dengan aman, perbaiki posisi, lalu tunggu kesempatan berikutnya. Saat doubles, komunikasi dengan partner juga penting supaya tenaga nggak terbuang.
Tentukan siapa yang mengambil bola tengah, bergerak bersama, dan tutup ruang sebagai satu tim. Jangan sampai dua orang sprint ke bola yang sama, lalu ternyata bolanya tetap lewat.
9. Jangan Skip Cool Down
Setelah match selesai, jangan langsung duduk dan berhenti total. Mulai dengan berjalan santai beberapa menit, kemudian lakukan stretching ringan pada bagian tubuh yang banyak bekerja seperti betis, paha, pinggul, bahu, dan lengan. Nggak perlu menjadikannya sesi latihan kedua. Cukup beri tubuh waktu untuk menurunkan tempo setelah bermain.
Apalagi kalau besok sudah booking court lagi. Tennis calendar boleh penuh, badan tetap perlu diajak kerja sama.
Stamina Nggak Berarti Harus Main Kencang Terus
Punya stamina bagus bukan berarti harus berlari ke semua bola dan memukul sekeras mungkin sepanjang pertandingan. Mengelola tenaga juga bagian dari permainan. Positioning yang rapi, footwork yang efisien, memilih kapan menyerang, dan menggunakan jeda antarpoin bisa membantu permainan terasa lebih konsisten.
Jadi kalau masih sering kehabisan tenaga, coba evaluasi bukan hanya kondisi fisik, tapi juga pola bermain. Mungkin bukan kurang kuat. Bisa jadi terlalu buru-buru.
Baca juga: Cari Turnamen Tenis di Jakarta September 2026? Yuk, Kenalan dengan FiberCreme Tennis Cup 2026
Stamina Sudah Siap? Coba di FiberCreme Tennis Cup 2026
Kalau latihan makin rutin, stamina mulai lebih terjaga, dan partner doubles sudah klik, waktunya mencoba atmosfer pertandingan di FiberCreme Tennis Cup 2026. Turnamen ini akan berlangsung pada 19–20 September 2026 di Ancol Tennis Warehouse (ATW), Jakarta.
FiberCreme Tennis Cup 2026 menghadirkan kategori Women’s Doubles Team untuk level Upper Beginner, Low Intermediate, dan Intermediate, serta Women’s Doubles Individual untuk level Low Beginner. Jadi pemain perempuan dengan level permainan berbeda bisa memilih kategori yang sesuai dan mulai merasakan suasana pertandingan. FiberCreme Tennis Cup 2026 juga menjadi bagian dari perayaan 9 tahun FiberCreme dengan semangat PLAY. FUEL. FEEL GOOD., yang membawa gaya hidup aktif, health awareness, serta dukungan terhadap women’s sports community.
Pada akhirnya, menjaga stamina bisa dimulai dari hal sederhana: pemanasan, mengatur tempo, memperbaiki footwork, menjaga makan dan minum, memanfaatkan waktu break, sampai melakukan pendinginan setelah bermain. Kalau latihan sudah konsisten dan kamu siap mencoba tantangan berikutnya, yuk, daftar FiberCreme Tennis Cup 2026!
Untuk informasi dan registrasi:
Dorthy: 0877-8433-9701
Albert: 0816-1110-656
Jangan lupa follow @fibercreme, @ancoltenniswrhouse, dan @infinitetournament di Instagram untuk mendapatkan update terbaru seputar event. Simpan tenaga, rapikan permainan, dan jangan sampai habis sebelum match point.
Let’s PLAY, FUEL, and FEEL GOOD di FiberCreme Tennis Cup 2026!





0 Komentar