Kalau bicara soal dessert khas Indonesia yang selalu sukses bikin kangen, es pisang ijo pasti masuk daftar teratas. Dari tampilannya yang cantik berbalut warna hijau segar, hingga rasa manis, gurih, dan segarnya yang pas di lidah, semuanya seolah mewakili kelezatan khas Nusantara yang nggak lekang oleh waktu.
Meskipun asalnya dari Makassar, es pisang ijo sudah jadi favorit di banyak daerah di Indonesia. Menariknya, tiap daerah kadang punya versi dan gaya penyajian yang sedikit berbeda. Nah, di balik tampilannya yang sederhana, ternyata ada banyak keunikan es pisang ijo yang bikin dessert ini istimewa dan nggak pernah membosankan. Berikut ini beberapa keunikan es pisang ijo yang gak bikin bosan.
1. Paduan Rasa Manis, Gurih, dan Segar yang Seimbang
Salah satu keunikan es pisang ijo ada pada komposisi rasanya yang lengkap. Bayangkan pisang matang yang lembut dan manis dibalut adonan tepung berwarna hijau, lalu disiram dengan saus santan gurih dan sirup merah manis yang segar.
Setiap lapisan punya karakter rasa sendiri, tapi semuanya berpadu harmonis. Bukan cuma manis, tapi juga creamy dan menyegarkan. Itulah kenapa es pisang ijo nggak pernah terasa enek, meskipun disajikan dalam porsi besar.
2. Warna Hijau Alami dari Daun Pandan dan Suji
Selain rasanya yang khas, warna hijau pada es pisang ijo juga jadi daya tarik utama. Warna ini bukan hasil pewarna buatan, tapi berasal dari campuran daun pandan dan daun suji yang dihaluskan.
Selain bikin tampilannya menarik, aroma pandan juga memberikan sensasi wangi alami yang menenangkan dan menggugah selera. Pantas saja banyak orang yang langsung bisa menebak hidangan ini dari aromanya saja. Unik banget, kan?
3. Pisang Raja Sebagai Bintang Utama
Nggak semua jenis pisang cocok untuk es pisang ijo. Biasanya, jenis pisang raja atau pisang kepok matang yang dipilih karena punya tekstur lembut tapi tetap padat, serta rasa manis alami yang kuat.
Saat dikukus bersama adonan hijau, pisang ini tetap kokoh dan tidak hancur, tapi jadi lebih lembut dan legit. Kombinasi inilah yang bikin setiap gigitan terasa pas antara rasa, aroma, dan teksturnya.
4. Bisa Dinikmati Hangat Maupun Dingin
Meskipun namanya “es” pisang ijo, ternyata hidangan ini juga bisa dinikmati tanpa es batu alias hangat! Biasanya disajikan begitu saja setelah dikukus, dengan kuah santan kental dan sirup manis di atasnya.
Versi hangat ini punya sensasi comfort food yang menenangkan, cocok banget dinikmati di pagi atau sore hari. Sementara versi dinginnya lebih menyegarkan, jadi pilihan favorit di siang hari atau saat cuaca panas. Dua-duanya sama-sama lezat, tinggal disesuaikan dengan suasana hati dan waktu menikmatinya.
5. Simbol Cita Rasa Khas Makassar
Es pisang ijo bukan cuma sekadar dessert, tapi juga simbol kuliner khas Makassar yang menggambarkan kekayaan rasa dan kreativitas masyarakat Sulawesi Selatan. Dari proses pembuatannya saja, terlihat perhatian pada detail dan keseimbangan rasa.
Tak heran kalau es pisang ijo sering hadir dalam berbagai acara spesial seperti buka puasa, hajatan, atau sekadar camilan sore bersama keluarga. Rasanya yang akrab dan menenangkan membuat siapa pun mudah jatuh cinta.
Baca juga: Jenis Pisang untuk Es Pisang Ijo yang Paling Pas dan Lezat
Bikin Es Pisang Ijo Lebih Creamy dan Sehat dengan FiberCreme!
Setelah tahu berbagai keunikan es pisang ijo, rasanya jadi makin pengin bikin sendiri di rumah, ya? Nah, supaya kuah creamy-nya tetap gurih tapi lebih bersahabat buat yang lagi hidup sehat, kamu bisa pakai FiberCreme sebagai pengganti santan.
Krimer serbaguna ini tinggi serat, rendah gula, dan 0mg kolesterol, jadi kamu bisa tetap menikmati es pisang ijo yang creamy tanpa rasa khawatir. Rasanya tetap gurih, teksturnya lembut, dan aroma pandan dari adonan hijaunya jadi makin menonjol.
Yuk, cobain bikin es pisang ijo versi kamu sendiri di rumah! Tambahkan sentuhan creamy dari FiberCreme untuk hasil yang lebih lezat, sehat, dan istimewa. Temukan inspirasi resep dan ide dessert lainnya di Instagram @FiberCreme_TV dan YouTube channel Ellenka.





0 Komentar