Home / Update / Istilah dalam Tenis Lapangan yang Perlu Kamu Tahu, dari Ace sampai Match Point

Istilah dalam Tenis Lapangan yang Perlu Kamu Tahu, dari Ace sampai Match Point

oleh | Sep 1, 2026 | Artikel, Update

Baru beberapa kali main tenis, lalu mulai dengar teman bilang “ace”, “deuce”, “break point”, sampai “unforced error”? Kalau belum terlalu familiar, obrolan di pinggir court kadang memang terasa seperti punya bahasa sendiri. 

Belum lagi waktu nonton pertandingan. Komentator menyebut pemain berhasil melakukan hold, lalu beberapa game kemudian ada break point. Buat yang baru mulai mengikuti tenis, istilah-istilah seperti ini mungkin bikin bingung. 

Tenang, nggak perlu langsung hafal semuanya. Semakin sering main atau nonton pertandingan, berbagai istilah dalam tenis lapangan ini biasanya akan terasa semakin familiar. Tapi supaya nggak cuma manggut-manggut waktu partner mulai bahas skor atau strategi, ada beberapa istilah dasar yang enak banget kalau sudah kamu pahami. Yuk, kenalan satu per satu! 

Kenapa Perlu Mengenal Istilah dalam Tenis Lapangan? 

Memahami istilah tenis bukan cuma berguna supaya lebih nyambung saat ngobrol soal pertandingan. Beberapa istilah juga berhubungan langsung dengan skor, teknik, posisi lapangan, sampai situasi penting dalam sebuah match. Jadi, semakin paham istilahnya, semakin mudah juga kamu mengikuti jalannya permainan. 

Misalnya, kamu akan lebih cepat memahami kenapa skor 40-40 disebut deuce, apa maksudnya saat lawan punya break point, atau kenapa pukulan yang nggak bisa dijangkau lawan disebut winner. Buat yang mulai tertarik ikut fun match atau turnamen, istilah-istilah ini tentu makin sering terdengar. 

Istilah dalam Tenis Lapangan yang Sering Digunakan 

Ada banyak istilah dalam dunia tenis, tapi nggak semuanya perlu langsung dihafalkan. Buat awal, beberapa istilah berikut termasuk yang paling sering muncul saat bermain maupun menonton pertandingan.

1. Serve

Serve atau servis adalah pukulan yang digunakan untuk memulai setiap poin. Pemain melakukan servis dari belakang baseline dan mengarahkan bola secara diagonal ke service box lawan. 

Setiap pemain biasanya memiliki dua kesempatan servis. Kalau servis pertama gagal, masih ada kesempatan melakukan servis kedua. Jadi kalau baru belajar, nggak harus buru-buru mengejar servis sekencang mungkin. Yang penting masuk dulu secara konsisten.

2. Ace

Pernah melihat servis yang langsung menghasilkan poin karena lawan bahkan nggak sempat menyentuh bolanya? Nah, itu disebut ace. 

Ace biasanya terjadi ketika servis punya kombinasi kecepatan, arah, atau penempatan yang membuat penerima servis gagal mengembalikan bola. Buat yang punya servis sebagai senjata utama, ace tentu jadi salah satu hasil yang paling memuaskan. Servis masuk, lawan nggak menyentuh bola, poin langsung selesai. Lumayan hemat tenaga, kan?

3. Fault dan Double Fault

Kalau servis nggak masuk ke service box yang benar, kondisi tersebut disebut fault. Pada fault pertama, pemain masih mendapatkan kesempatan melakukan servis kedua. Tapi kalau servis kedua juga gagal, terjadilah double fault dan poin diberikan kepada lawan. 

Kalau pernah melakukan double fault saat skor sedang ketat, pasti tahu rasanya. Servis kedua yang biasanya aman tiba-tiba terasa seperti ujian hidup.

4. Rally

Rally adalah rangkaian pukulan yang terjadi setelah servis berhasil masuk dan kedua pemain atau pasangan terus saling mengembalikan bola. Rally bisa selesai dalam dua atau tiga pukulan, tapi bisa juga berlangsung panjang. 

Buat pemain yang baru belajar, bisa menjaga rally tetap hidup beberapa pukulan saja sebenarnya sudah jadi perkembangan yang menyenangkan. Apalagi kalau sebelumnya bolanya baru dua kali lewat net sudah berhenti.

5. Forehand dan Backhand

Dua istilah ini pasti sering terdengar saat latihan. Forehand adalah pukulan yang biasanya dilakukan dari sisi tangan dominan. Kalau kamu bermain dengan tangan kanan, forehand umumnya dilakukan saat bola datang ke sisi kanan tubuh. 

Sementara backhand digunakan untuk mengembalikan bola dari sisi sebaliknya. Backhand sendiri bisa dilakukan menggunakan satu tangan atau dua tangan, tergantung teknik dan kenyamanan pemain.

6. Volley

Volley adalah pukulan yang dilakukan sebelum bola memantul di permukaan lapangan. Pukulan ini sering dilakukan ketika pemain berada dekat net. 

Dalam doubles, kemampuan volley cukup berguna karena permainan di depan net bisa membantu memberikan tekanan kepada lawan. Tapi hati-hati juga. Terlalu semangat maju tanpa membaca arah bola bisa bikin kamu malah jadi sasaran empuk passing shot.

7. Smash atau Overhead

Bola tanggung melambung tinggi di dekat net? Biasanya ini jadi kesempatan untuk melakukan smash atau overhead. Pukulannya dilakukan dari atas kepala dengan gerakan yang sekilas mirip servis. 

Kalau penempatannya pas, smash bisa menjadi pukulan menyerang yang sulit dikembalikan. Tapi jangan terlalu semangat sampai lupa lihat posisi bola. Smash yang kelihatannya tinggal “habisin” kadang justru bisa berakhir di net.

8. Love

Kalau mendengar skor 15-love, jangan bingung kenapa tiba-tiba ada urusan cinta di lapangan. Dalam tenis, love berarti nol. 

Jadi kalau skornya 15-love, artinya pemain yang disebut pertama punya 15 poin sementara lawannya masih 0. Istilah ini memang sedikit unik, tapi setelah sering mendengar scoring tenis, lama-lama bakal terasa biasa.

9. Deuce

Kalau kedua pemain atau pasangan mencapai skor 40-40, kondisi tersebut disebut deuce. Dalam format advantage scoring, dari posisi deuce pemain perlu unggul dua poin untuk memenangkan game. 

Poin pertama setelah deuce menghasilkan advantage. Kalau pemain yang punya advantage memenangkan poin berikutnya, game selesai. Kalau lawan yang menang, skor kembali ke deuce. 

Dan ya, satu game bisa kembali ke deuce berkali-kali. Secara papan skor cuma satu game. Secara tenaga, kadang rasanya seperti sudah main satu set.

10. Advantage

Advantage adalah kondisi ketika satu pemain atau pasangan memenangkan satu poin setelah deuce. Artinya, mereka tinggal membutuhkan satu poin lagi untuk memenangkan game. 

Kalau poin berikutnya malah dimenangkan lawan, advantage hilang dan skor kembali ke deuce. Makanya, poin setelah deuce sering terasa lebih menegangkan karena jaraknya sudah sangat dekat dengan akhir game.

11. Winner

Winner adalah pukulan yang menghasilkan poin tanpa bisa dikembalikan oleh lawan. Misalnya kamu melakukan forehand ke sudut lapangan dan lawan nggak mampu menjangkaunya. 

Nah, pukulan seperti itu bisa disebut winner. Nggak harus selalu keras. Penempatan bola yang tepat kadang justru lebih efektif daripada sekadar memukul sekencang mungkin.

12. Unforced Error

Kalau winner bikin puas, unforced error biasanya bikin pengin mengulang waktu lima detik. Istilah ini digunakan untuk kesalahan yang terjadi bukan karena tekanan besar dari lawan. Misalnya bola yang sebenarnya cukup nyaman malah dipukul keluar atau tersangkut di net. 

Semua pemain pasti pernah melakukannya. Yang penting, jangan biarkan satu kesalahan bikin tiga poin berikutnya ikut berantakan.

13. Break Point

Istilah break point muncul ketika pemain yang sedang menerima servis tinggal membutuhkan satu poin lagi untuk memenangkan game servis lawannya. Kalau berhasil memenangkan poin tersebut, artinya dia berhasil melakukan break of serve atau mengambil game ketika lawan sedang servis. 

Karena pemain yang melakukan servis biasanya punya keuntungan untuk memulai poin, break point sering menjadi momen penting dalam pertandingan. Apalagi kalau skornya sudah masuk game-game akhir set.

14. Game Point, Set Point, dan Match Point

Tiga istilah ini cukup mudah dibedakan kalau sudah memahami strukturnya. Game point berarti seorang pemain tinggal membutuhkan satu poin lagi untuk memenangkan game. Set point berarti tinggal satu poin lagi untuk memenangkan set. 

Sedangkan match point berarti tinggal satu poin lagi untuk memenangkan pertandingan. Jadi kalau mendengar “match point”, suasananya biasanya sudah lumayan tegang. Satu poin lagi bisa menentukan seluruh pertandingan.

15. Baseline

Baseline adalah garis paling belakang pada masing-masing sisi lapangan. Banyak rally berlangsung dengan pemain berada di sekitar area ini, terutama pemain yang nyaman membangun permainan dari belakang court. 

Saat melakukan servis, pemain juga memulai gerakannya dari belakang baseline. Kalau selama ini sering dengar istilah baseline player, maksudnya adalah pemain yang banyak membangun permainan dari area belakang lapangan.

16. Doubles Alley

Kalau melihat area memanjang di sisi kanan dan kiri lapangan, itulah yang sering disebut doubles alley. Area ini tidak masuk dalam batas permainan singles, tetapi digunakan ketika bermain doubles. 

Makanya lapangan doubles terasa lebih lebar dibanding singles. Buat kamu yang mulai sering main doubles, jangan lupa area ini. Sayang banget kalau bola bagus ke samping malah dianggap out karena masih kebawa kebiasaan main singles.

17. Tie-Break atau Tiebreaker

Pernah lihat skor dalam satu set sudah 6-6, lalu hitungan poinnya tiba-tiba berubah jadi 1, 2, 3, dan seterusnya? Nah, itu namanya tie-break atau sering juga disebut tiebreaker. 

Tie-break adalah game khusus yang dimainkan untuk menentukan pemenang set ketika skor game sama kuat, biasanya pada posisi 6-6 dalam format pertandingan yang menggunakan sistem tie-break. Berbeda dengan game biasa yang memakai skor 15, 30, dan 40, skor dalam tie-break dihitung dengan angka biasa mulai dari 0, 1, 2, 3, dan seterusnya. 

Dalam tie-break standar, pemain atau pasangan perlu mencapai 7 poin dengan selisih minimal dua poin untuk menang. Jadi kalau skornya 7-5, tie-break selesai. Tapi kalau sudah 6-6, permainan masih lanjut sampai salah satu pihak unggul dua poin, misalnya 8-6 atau 9-7. 

Dalam doubles, tie-break juga jadi momen ketika chemistry partner benar-benar terasa. Skor yang ketat bikin komunikasi soal bola tengah, target servis, sampai siapa yang harus lebih agresif di net jadi makin penting. Jadi kalau nanti dengar teman bilang, “masuk tie-break, nih,” sekarang kamu sudah tahu maksudnya. Bukan sistem skor baru untuk seluruh pertandingan, tapi cara menentukan pemenang set ketika skor sedang sama ketatnya. 

Apa Bedanya Hold Serve dan Break Serve? 

Dua istilah ini juga sering muncul ketika membahas jalannya pertandingan. Hold serve berarti pemain berhasil memenangkan game ketika dirinya sedang mendapat giliran servis. Sedangkan break serve terjadi ketika pemain justru berhasil memenangkan game saat lawannya yang sedang melakukan servis. 

Misalnya skor game sedang 3-3. Kamu berhasil mengambil game servis lawan sehingga unggul 4-3. Nah, kamu baru saja melakukan break. Tapi belum bisa santai. Biasanya setelah itu tantangannya adalah mempertahankan game servis sendiri supaya keunggulan tersebut nggak langsung hilang. 

Sudah Makin Familiar dengan Istilah Tenis? Coba Rasakan Suasana Pertandingan 

Semakin sering main, berbagai istilah dalam tenis lapangan tadi lama-lama nggak lagi terasa asing. Ace, rally, deuce, break point, tie-break, sampai match point bakal mulai terdengar sebagai bagian biasa dari permainan. 

Kalau kamu sudah semakin nyaman bermain doubles dan mulai penasaran bagaimana rasanya menggunakan semua hasil latihan dalam suasana pertandingan, ada FiberCreme Tennis Cup 2026 yang bisa masuk agenda. Turnamen ini akan berlangsung pada 19–20 September 2026 di Ancol Tennis Warehouse (ATW), Jakarta. 

FiberCreme Tennis Cup 2026 menghadirkan kategori Women’s Doubles Team untuk level Upper Beginner, Low Intermediate, dan Intermediate, serta Women’s Doubles Individual untuk level Low Beginner. Jadi, ada beberapa pilihan kategori yang bisa disesuaikan dengan level permainanmu. 

Baca juga: Cari Turnamen Tenis di Jakarta September 2026? Yuk, Kenalan dengan FiberCreme Tennis Cup 2026

Siap Bawa Istilah yang Dipelajari ke Court Beneran? 

Mengenal istilah tenis memang nggak otomatis bikin forehand jadi lebih kencang atau servis langsung jadi ace. Tapi setidaknya, kamu jadi lebih paham apa yang sedang terjadi selama pertandingan. Dan makin sering dipraktikkan, istilah seperti deuce, advantage, break point, tie-break, atau match point bakal terasa semakin natural. 

Kalau latihan sudah mulai rutin, partner doubles sudah klik, dan kamu ingin merasakan atmosfer pertandingan yang lebih kompetitif, yuk, daftar FiberCreme Tennis Cup 2026! Untuk informasi dan registrasi, kamu bisa menghubungi: 

Dorthy: 0877-8433-9701
Albert: 0816-1110-656 

Jangan lupa follow @fibercreme, @ancoltenniswrhouse, dan @infinitetournament di Instagram untuk mendapatkan update terbaru seputar event. Sekarang tinggal ajak partner, lanjut latihan, dan pelan-pelan biasakan diri dengan berbagai situasi pertandingan. Siapa tahu nanti bukan cuma ngerti arti match point atau tie-break, tapi kamu sendiri yang sedang menghadapinya di court. 

Let’s PLAY, FUEL, and FEEL GOOD di FiberCreme Tennis Cup 2026! 

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

Cara Menjaga Fokus Saat Bermain Tenis, Biar Nggak Buyar di Tengah Match

Game pertama masih aman. Rally cukup panjang, serve masuk, dan rasanya semua sesuai rencana. Lalu satu forehand keluar. Poin berikutnya double fault. Belum sempat move on, kepala sudah mulai ramai:  “Kenapa tadi dipukul ke sana, ya?”  “Jangan sampai error lagi.” ...

Latihan Tenis untuk Pemula, Mulai dari Basic Biar Makin Pede di Court

Baru mulai tenis biasanya ada satu keinginan yang sama,  Pengen cepat bisa rally. Baru dua kali latihan, sudah membayangkan forehand cross-court yang rapi, serve masuk terus, sampai volley cantik di depan net. Begitu benar-benar pegang raket? Bolanya kadang kena...

Tips Pertama Kali Ikut Turnamen Tenis, Biar Nggak Gugup di Match Day

Sudah rutin latihan, mulai sering fun match, lalu tiba-tiba partner bilang, “Eh, kita ikut turnamen, yuk?”  Awalnya semangat. Begitu benar-benar daftar, baru mulai kepikiran banyak hal. Nanti harus datang jam berapa? Bawa raket berapa? Kalau gugup gimana? Terus kalau...

Tingkatan Turnamen Tenis, Kenali Levelnya Sebelum Daftar

Baru mulai rutin main tenis, lalu diajak teman ikut turnamen? Awalnya semangat. Begitu buka informasi pendaftaran, mulai muncul istilah Low Beginner, Upper Beginner, Low Intermediate, Intermediate, sampai kategori lain yang bikin mikir “Aku sebenarnya masuk level...

Resep Terbaru

Resep Creamy Tuna Corn Pasta
Resep Creamy Tuna Corn Pasta

Resep Creamy Tuna Corn Pasta 60 gram FiberCreme120 gram fettuccine25 ml olive oil70 gram bawang bombay100 gram jagung120 gram tuna400 ml air rebusan pasta2 gram lada hitam3 gram garam30 gram tomatParsleyParmesan Rebus pasta sampai al dente. Angkat dan tiriskan.Tumis...

Resep Coconut Ube Cloud
Resep Coconut Ube Cloud

Resep Coconut Ube Cloud 45 gram FiberCreme20 ml air suhu ruang1 gram ube powder150 ml air kelapa100 gram es batu Tuang FiberCreme, air, dan ube powder ke dalam wadah, lalu mix menggunakan frother sampai tekstur kental dan foamy. Siapkan gelas, isi dengan es batu, air...

Resep Coconut Latte
Resep Coconut Latte

Resep Coconut Latte 30 gram FiberCreme90 ml air panas1 shot espresso20 ml coconut syrup Larutkan FiberCreme dengan air panas.Siapkan gelas, isi dengan es batu, tuang coconut syrup, larutan FiberCreme, dan espresso. Coconut latte ready to serve....

Resep Kimpul Churros Lumer
Resep Kimpul Churros Lumer

Resep Kimpul Churros Lumer Bahan Sauce50 gram FiberCreme120 gram keju oles80 gram mayonaise4 gram bawang putih bubuk1 gram lada bubuk40 ml air hangatBahan Churros Kimpul400 gram kimpul matang3 butir putih telur6 gram bawang putih bubuk3 gram lada bubuk3 gram garam5 ml...

Resep Creamy Vongole Pasta
Resep Creamy Vongole Pasta

Resep Creamy Vongole Pasta 50 gram FiberCreme130 gram pasta spaghetti15 gram bawang putih40 gram bawang bombay10 gram cabai merah besar30 ml olive oil350 gram kerang tahu1 gram merica bubuk2 gram garam200 ml air (pertama)250 ml air (kedua) Rebus spaghetti sampai al...