
Baru beberapa kali main tenis, lalu mulai dengar teman bilang “ace”, “deuce”, “break point”, sampai “unforced error”? Kalau belum terlalu familiar, obrolan di pinggir court kadang memang terasa seperti punya bahasa sendiri.
Belum lagi waktu nonton pertandingan. Komentator menyebut pemain berhasil melakukan hold, lalu beberapa game kemudian ada break point. Buat yang baru mulai mengikuti tenis, istilah-istilah seperti ini mungkin bikin bingung.
Tenang, nggak perlu langsung hafal semuanya. Semakin sering main atau nonton pertandingan, berbagai istilah dalam tenis lapangan ini biasanya akan terasa semakin familiar. Tapi supaya nggak cuma manggut-manggut waktu partner mulai bahas skor atau strategi, ada beberapa istilah dasar yang enak banget kalau sudah kamu pahami. Yuk, kenalan satu per satu!
Kenapa Perlu Mengenal Istilah dalam Tenis Lapangan?

Memahami istilah tenis bukan cuma berguna supaya lebih nyambung saat ngobrol soal pertandingan. Beberapa istilah juga berhubungan langsung dengan skor, teknik, posisi lapangan, sampai situasi penting dalam sebuah match. Jadi, semakin paham istilahnya, semakin mudah juga kamu mengikuti jalannya permainan.
Misalnya, kamu akan lebih cepat memahami kenapa skor 40-40 disebut deuce, apa maksudnya saat lawan punya break point, atau kenapa pukulan yang nggak bisa dijangkau lawan disebut winner. Buat yang mulai tertarik ikut fun match atau turnamen, istilah-istilah ini tentu makin sering terdengar.
Istilah dalam Tenis Lapangan yang Sering Digunakan
Ada banyak istilah dalam dunia tenis, tapi nggak semuanya perlu langsung dihafalkan. Buat awal, beberapa istilah berikut termasuk yang paling sering muncul saat bermain maupun menonton pertandingan.
1. Serve
Serve atau servis adalah pukulan yang digunakan untuk memulai setiap poin. Pemain melakukan servis dari belakang baseline dan mengarahkan bola secara diagonal ke service box lawan.
Setiap pemain biasanya memiliki dua kesempatan servis. Kalau servis pertama gagal, masih ada kesempatan melakukan servis kedua. Jadi kalau baru belajar, nggak harus buru-buru mengejar servis sekencang mungkin. Yang penting masuk dulu secara konsisten.
2. Ace
Pernah melihat servis yang langsung menghasilkan poin karena lawan bahkan nggak sempat menyentuh bolanya? Nah, itu disebut ace.
Ace biasanya terjadi ketika servis punya kombinasi kecepatan, arah, atau penempatan yang membuat penerima servis gagal mengembalikan bola. Buat yang punya servis sebagai senjata utama, ace tentu jadi salah satu hasil yang paling memuaskan. Servis masuk, lawan nggak menyentuh bola, poin langsung selesai. Lumayan hemat tenaga, kan?
3. Fault dan Double Fault
Kalau servis nggak masuk ke service box yang benar, kondisi tersebut disebut fault. Pada fault pertama, pemain masih mendapatkan kesempatan melakukan servis kedua. Tapi kalau servis kedua juga gagal, terjadilah double fault dan poin diberikan kepada lawan.
Kalau pernah melakukan double fault saat skor sedang ketat, pasti tahu rasanya. Servis kedua yang biasanya aman tiba-tiba terasa seperti ujian hidup.
4. Rally
Rally adalah rangkaian pukulan yang terjadi setelah servis berhasil masuk dan kedua pemain atau pasangan terus saling mengembalikan bola. Rally bisa selesai dalam dua atau tiga pukulan, tapi bisa juga berlangsung panjang.
Buat pemain yang baru belajar, bisa menjaga rally tetap hidup beberapa pukulan saja sebenarnya sudah jadi perkembangan yang menyenangkan. Apalagi kalau sebelumnya bolanya baru dua kali lewat net sudah berhenti.
5. Forehand dan Backhand
Dua istilah ini pasti sering terdengar saat latihan. Forehand adalah pukulan yang biasanya dilakukan dari sisi tangan dominan. Kalau kamu bermain dengan tangan kanan, forehand umumnya dilakukan saat bola datang ke sisi kanan tubuh.
Sementara backhand digunakan untuk mengembalikan bola dari sisi sebaliknya. Backhand sendiri bisa dilakukan menggunakan satu tangan atau dua tangan, tergantung teknik dan kenyamanan pemain.
6. Volley
Volley adalah pukulan yang dilakukan sebelum bola memantul di permukaan lapangan. Pukulan ini sering dilakukan ketika pemain berada dekat net.
Dalam doubles, kemampuan volley cukup berguna karena permainan di depan net bisa membantu memberikan tekanan kepada lawan. Tapi hati-hati juga. Terlalu semangat maju tanpa membaca arah bola bisa bikin kamu malah jadi sasaran empuk passing shot.
7. Smash atau Overhead
Bola tanggung melambung tinggi di dekat net? Biasanya ini jadi kesempatan untuk melakukan smash atau overhead. Pukulannya dilakukan dari atas kepala dengan gerakan yang sekilas mirip servis.
Kalau penempatannya pas, smash bisa menjadi pukulan menyerang yang sulit dikembalikan. Tapi jangan terlalu semangat sampai lupa lihat posisi bola. Smash yang kelihatannya tinggal “habisin” kadang justru bisa berakhir di net.
8. Love
Kalau mendengar skor 15-love, jangan bingung kenapa tiba-tiba ada urusan cinta di lapangan. Dalam tenis, love berarti nol.
Jadi kalau skornya 15-love, artinya pemain yang disebut pertama punya 15 poin sementara lawannya masih 0. Istilah ini memang sedikit unik, tapi setelah sering mendengar scoring tenis, lama-lama bakal terasa biasa.
9. Deuce
Kalau kedua pemain atau pasangan mencapai skor 40-40, kondisi tersebut disebut deuce. Dalam format advantage scoring, dari posisi deuce pemain perlu unggul dua poin untuk memenangkan game.
Poin pertama setelah deuce menghasilkan advantage. Kalau pemain yang punya advantage memenangkan poin berikutnya, game selesai. Kalau lawan yang menang, skor kembali ke deuce.
Dan ya, satu game bisa kembali ke deuce berkali-kali. Secara papan skor cuma satu game. Secara tenaga, kadang rasanya seperti sudah main satu set.
10. Advantage
Advantage adalah kondisi ketika satu pemain atau pasangan memenangkan satu poin setelah deuce. Artinya, mereka tinggal membutuhkan satu poin lagi untuk memenangkan game.
Kalau poin berikutnya malah dimenangkan lawan, advantage hilang dan skor kembali ke deuce. Makanya, poin setelah deuce sering terasa lebih menegangkan karena jaraknya sudah sangat dekat dengan akhir game.
11. Winner
Winner adalah pukulan yang menghasilkan poin tanpa bisa dikembalikan oleh lawan. Misalnya kamu melakukan forehand ke sudut lapangan dan lawan nggak mampu menjangkaunya.
Nah, pukulan seperti itu bisa disebut winner. Nggak harus selalu keras. Penempatan bola yang tepat kadang justru lebih efektif daripada sekadar memukul sekencang mungkin.
12. Unforced Error
Kalau winner bikin puas, unforced error biasanya bikin pengin mengulang waktu lima detik. Istilah ini digunakan untuk kesalahan yang terjadi bukan karena tekanan besar dari lawan. Misalnya bola yang sebenarnya cukup nyaman malah dipukul keluar atau tersangkut di net.
Semua pemain pasti pernah melakukannya. Yang penting, jangan biarkan satu kesalahan bikin tiga poin berikutnya ikut berantakan.
13. Break Point
Istilah break point muncul ketika pemain yang sedang menerima servis tinggal membutuhkan satu poin lagi untuk memenangkan game servis lawannya. Kalau berhasil memenangkan poin tersebut, artinya dia berhasil melakukan break of serve atau mengambil game ketika lawan sedang servis.
Karena pemain yang melakukan servis biasanya punya keuntungan untuk memulai poin, break point sering menjadi momen penting dalam pertandingan. Apalagi kalau skornya sudah masuk game-game akhir set.
14. Game Point, Set Point, dan Match Point
Tiga istilah ini cukup mudah dibedakan kalau sudah memahami strukturnya. Game point berarti seorang pemain tinggal membutuhkan satu poin lagi untuk memenangkan game. Set point berarti tinggal satu poin lagi untuk memenangkan set.
Sedangkan match point berarti tinggal satu poin lagi untuk memenangkan pertandingan. Jadi kalau mendengar “match point”, suasananya biasanya sudah lumayan tegang. Satu poin lagi bisa menentukan seluruh pertandingan.
15. Baseline
Baseline adalah garis paling belakang pada masing-masing sisi lapangan. Banyak rally berlangsung dengan pemain berada di sekitar area ini, terutama pemain yang nyaman membangun permainan dari belakang court.
Saat melakukan servis, pemain juga memulai gerakannya dari belakang baseline. Kalau selama ini sering dengar istilah baseline player, maksudnya adalah pemain yang banyak membangun permainan dari area belakang lapangan.
16. Doubles Alley
Kalau melihat area memanjang di sisi kanan dan kiri lapangan, itulah yang sering disebut doubles alley. Area ini tidak masuk dalam batas permainan singles, tetapi digunakan ketika bermain doubles.
Makanya lapangan doubles terasa lebih lebar dibanding singles. Buat kamu yang mulai sering main doubles, jangan lupa area ini. Sayang banget kalau bola bagus ke samping malah dianggap out karena masih kebawa kebiasaan main singles.
17. Tie-Break atau Tiebreaker
Pernah lihat skor dalam satu set sudah 6-6, lalu hitungan poinnya tiba-tiba berubah jadi 1, 2, 3, dan seterusnya? Nah, itu namanya tie-break atau sering juga disebut tiebreaker.
Tie-break adalah game khusus yang dimainkan untuk menentukan pemenang set ketika skor game sama kuat, biasanya pada posisi 6-6 dalam format pertandingan yang menggunakan sistem tie-break. Berbeda dengan game biasa yang memakai skor 15, 30, dan 40, skor dalam tie-break dihitung dengan angka biasa mulai dari 0, 1, 2, 3, dan seterusnya.
Dalam tie-break standar, pemain atau pasangan perlu mencapai 7 poin dengan selisih minimal dua poin untuk menang. Jadi kalau skornya 7-5, tie-break selesai. Tapi kalau sudah 6-6, permainan masih lanjut sampai salah satu pihak unggul dua poin, misalnya 8-6 atau 9-7.
Dalam doubles, tie-break juga jadi momen ketika chemistry partner benar-benar terasa. Skor yang ketat bikin komunikasi soal bola tengah, target servis, sampai siapa yang harus lebih agresif di net jadi makin penting. Jadi kalau nanti dengar teman bilang, “masuk tie-break, nih,” sekarang kamu sudah tahu maksudnya. Bukan sistem skor baru untuk seluruh pertandingan, tapi cara menentukan pemenang set ketika skor sedang sama ketatnya.
Apa Bedanya Hold Serve dan Break Serve?
Dua istilah ini juga sering muncul ketika membahas jalannya pertandingan. Hold serve berarti pemain berhasil memenangkan game ketika dirinya sedang mendapat giliran servis. Sedangkan break serve terjadi ketika pemain justru berhasil memenangkan game saat lawannya yang sedang melakukan servis.
Misalnya skor game sedang 3-3. Kamu berhasil mengambil game servis lawan sehingga unggul 4-3. Nah, kamu baru saja melakukan break. Tapi belum bisa santai. Biasanya setelah itu tantangannya adalah mempertahankan game servis sendiri supaya keunggulan tersebut nggak langsung hilang.
Sudah Makin Familiar dengan Istilah Tenis? Coba Rasakan Suasana Pertandingan
Semakin sering main, berbagai istilah dalam tenis lapangan tadi lama-lama nggak lagi terasa asing. Ace, rally, deuce, break point, tie-break, sampai match point bakal mulai terdengar sebagai bagian biasa dari permainan.
Kalau kamu sudah semakin nyaman bermain doubles dan mulai penasaran bagaimana rasanya menggunakan semua hasil latihan dalam suasana pertandingan, ada FiberCreme Tennis Cup 2026 yang bisa masuk agenda. Turnamen ini akan berlangsung pada 19–20 September 2026 di Ancol Tennis Warehouse (ATW), Jakarta.
FiberCreme Tennis Cup 2026 menghadirkan kategori Women’s Doubles Team untuk level Upper Beginner, Low Intermediate, dan Intermediate, serta Women’s Doubles Individual untuk level Low Beginner. Jadi, ada beberapa pilihan kategori yang bisa disesuaikan dengan level permainanmu.
Baca juga: Cari Turnamen Tenis di Jakarta September 2026? Yuk, Kenalan dengan FiberCreme Tennis Cup 2026
Siap Bawa Istilah yang Dipelajari ke Court Beneran?
Mengenal istilah tenis memang nggak otomatis bikin forehand jadi lebih kencang atau servis langsung jadi ace. Tapi setidaknya, kamu jadi lebih paham apa yang sedang terjadi selama pertandingan. Dan makin sering dipraktikkan, istilah seperti deuce, advantage, break point, tie-break, atau match point bakal terasa semakin natural.
Kalau latihan sudah mulai rutin, partner doubles sudah klik, dan kamu ingin merasakan atmosfer pertandingan yang lebih kompetitif, yuk, daftar FiberCreme Tennis Cup 2026! Untuk informasi dan registrasi, kamu bisa menghubungi:
Dorthy: 0877-8433-9701
Albert: 0816-1110-656
Jangan lupa follow @fibercreme, @ancoltenniswrhouse, dan @infinitetournament di Instagram untuk mendapatkan update terbaru seputar event. Sekarang tinggal ajak partner, lanjut latihan, dan pelan-pelan biasakan diri dengan berbagai situasi pertandingan. Siapa tahu nanti bukan cuma ngerti arti match point atau tie-break, tapi kamu sendiri yang sedang menghadapinya di court.
Let’s PLAY, FUEL, and FEEL GOOD di FiberCreme Tennis Cup 2026!





0 Komentar