Home / Update / Cara Bermain Tenis Lapangan untuk Pemula, Mulai dari Pegang Raket sampai Rally

Cara Bermain Tenis Lapangan untuk Pemula, Mulai dari Pegang Raket sampai Rally

oleh | Agu 27, 2026 | Artikel, Update

Baru mulai tertarik main tenis setelah sering lihat teman upload dari court? Atau raketnya sudah punya, tapi setiap diajak main masih bingung harus berdiri di mana dan bolanya dipukul seperti apa? 

Tenang, hampir semua orang yang baru belajar tenis pernah ada di fase ini. Dari luar, tennis mungkin terlihat sederhana, tinggal pukul bola melewati net dan jangan sampai keluar lapangan. Begitu benar-benar pegang raket, ternyata ada banyak hal kecil yang perlu dipahami. 

Mulai dari cara memegang raket, posisi badan, teknik pukulan, sampai aturan menghitung skor, semuanya ikut menentukan jalannya permainan. 

Nah, kalau kamu sedang mencari cara bermain tenis lapangan untuk pemula, nggak perlu langsung memikirkan teknik yang rumit. Mulai saja dari dasar-dasarnya dulu. Yuk, kenalan satu per satu!

Apa Itu Tenis Lapangan? 

Tenis lapangan adalah olahraga raket yang dimainkan dengan memukul bola melewati net ke area permainan lawan. 

Permainannya bisa dilakukan satu lawan satu atau singles, serta dua lawan dua yang biasa disebut doubles. 

Tujuan sederhananya adalah membuat bola masuk ke area permainan lawan dan membuat lawan gagal mengembalikannya dengan benar. Bola boleh memantul satu kali sebelum dikembalikan, meskipun pemain juga bisa melakukan volley atau memukul bola sebelum menyentuh permukaan lapangan. 

Kedengarannya simpel, ya? Tapi supaya rally nggak berhenti setelah satu atau dua pukulan, ada beberapa dasar permainan yang perlu kamu kuasai. 

Cara Bermain Tenis Lapangan untuk Pemula 

Kalau baru mulai, nggak perlu buru-buru mengejar pukulan sekeras pemain profesional. Kontrol dan konsistensi justru jauh lebih penting. Berikut beberapa dasar cara bermain tenis lapangan yang bisa mulai kamu pelajari.

1. Kenali Cara Memegang Raket

Hal pertama yang perlu dibiasakan adalah grip atau cara memegang raket. 

Ada beberapa jenis grip dalam tenis yang digunakan untuk pukulan berbeda. Tapi untuk pemula, yang paling penting adalah memegang raket dengan nyaman dan tidak terlalu kencang. 

Kalau genggaman terlalu kuat, tangan bisa cepat tegang dan pergerakan raket jadi kurang leluasa. Sebaliknya, kalau terlalu longgar, kontrol terhadap bola juga jadi lebih sulit. 

Saat baru belajar, fokus dulu menemukan posisi pegangan yang nyaman untuk melakukan pukulan dasar.

2. Biasakan Posisi Siap Sebelum Bola Datang

Jangan menunggu bola datang sambil berdiri tegak dan raket berada di bawah. 

Dalam tenis ada yang disebut ready position, yaitu posisi ketika badan siap bergerak ke berbagai arah. 

Tekuk lutut sedikit, posisikan kaki kira-kira selebar bahu, dan pegang raket di depan tubuh. 

Kelihatannya sederhana, tetapi kebiasaan ini membantu kamu bereaksi lebih cepat ketika bola datang ke kanan, kiri, atau bahkan tepat ke arah badan.

3. Pelajari Forehand dan Backhand

Dua pukulan dasar yang hampir pasti sering digunakan saat rally adalah forehand dan backhand. 

Forehand umumnya dilakukan dari sisi tangan dominan. Kalau kamu menggunakan tangan kanan, forehand biasanya dilakukan ketika bola datang ke sisi kanan tubuh. 

Sementara backhand digunakan saat bola datang ke sisi sebaliknya. 

Pemula sering terlalu fokus memukul bola sekencang mungkin. Padahal, lebih baik belajar mengarahkan bola masuk ke area permainan secara konsisten dulu. 

Kalau sepuluh pukulan pelan bisa masuk berturut-turut, itu justru fondasi yang lebih bagus daripada satu pukulan keras yang langsung keluar lapangan.

4. Jangan Lupakan Footwork

Main tenis ternyata bukan cuma soal tangan. 

Kaki justru punya peran besar karena kamu harus terus menyesuaikan posisi dengan arah datangnya bola. 

Daripada menunggu bola sambil diam, biasakan melakukan langkah-langkah kecil untuk mencari posisi terbaik sebelum memukul. 

Usahakan badan nggak terlalu dekat atau terlalu jauh dari bola. Dengan jarak yang pas, ayunan raket biasanya juga terasa jauh lebih nyaman. 

Makanya, kalau habis latihan tenis kaki terasa lebih capek daripada tangan, itu normal banget.

5. Mulai Belajar Servis

Setiap poin dalam tenis dimulai dengan servis. 

Pemain melakukan servis dari belakang baseline dan mengarahkan bola secara diagonal ke service box lawan. 

Teknik servis memang bisa cukup menantang untuk pemula. Ada gerakan melempar bola, mengatur posisi badan, sampai menentukan timing pukulan yang perlu dilakukan dalam satu rangkaian. 

Nggak perlu langsung mengejar servis kencang. Untuk awal, yang paling penting adalah membuat bola masuk ke area servis dengan stabil. 

Percuma kencang kalau bolanya selalu nyangkut di net, kan?

6. Pahami Cara Menghitung Skor Tenis

Sistem skor tenis memang agak berbeda dibanding banyak olahraga lainnya. 

Urutan poin dalam satu game adalah: 

0 → 15 → 30 → 40 → game 

Kalau kedua pemain atau pasangan sama-sama berada di 40, kondisi ini dikenal sebagai deuce. 

Dari sini, pemain perlu mendapatkan keunggulan sebelum memenangkan game. Format pertandingan bisa berbeda-beda tergantung turnamen atau kesepakatan saat bermain, jadi ada baiknya selalu cek format sebelum mulai match. 

Begitu sudah terbiasa, sistem skornya sebenarnya nggak serumit yang dibayangkan. 

Singles atau Doubles, Mana yang Cocok untuk Pemula? 

Nggak ada pilihan yang benar atau salah karena keduanya punya keseruan berbeda. 

Dalam singles, kamu bertanggung jawab atas seluruh area permainan sendiri. Kamu jadi lebih banyak bergerak sekaligus belajar mengatur strategi secara mandiri. 

Sementara doubles punya dinamika yang berbeda karena kamu bermain bersama partner. 

Buat sebagian pemula, doubles terasa lebih seru karena ada teman untuk berbagi area sekaligus komunikasi selama pertandingan. Tapi justru di situlah tantangannya. 

Kamu dan partner harus tahu siapa yang mengambil bola, kapan harus maju ke net, dan bagaimana menjaga posisi supaya nggak membuka terlalu banyak ruang untuk lawan. 

Jadi jangan heran kalau partner yang sama-sama jago belum tentu langsung menjadi pasangan doubles yang kompak. Chemistry tetap perlu dibangun lewat latihan. 

Kapan Pemula Bisa Mulai Ikut Turnamen Tenis? 

Harus jago dulu baru boleh ikut turnamen? Nggak juga. Kalau kamu sudah memahami teknik dasar, bisa melakukan rally, mulai mengerti aturan pertandingan, dan merasa nyaman bermain dengan orang lain, nggak ada salahnya mulai mencari turnamen yang sesuai level. 

Saat ini banyak pertandingan yang membagi peserta berdasarkan level seperti beginner hingga intermediate. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan pengalaman bertanding melawan pemain dengan kemampuan yang relatif seimbang. 

Turnamen juga bisa jadi cara untuk mengetahui perkembangan permainanmu.  Saat latihan, mungkin kamu sudah terbiasa menghadapi pukulan teman yang itu-itu saja. Begitu masuk pertandingan, kamu bakal bertemu lawan dengan servis, spin, tempo, dan kebiasaan bermain yang berbeda. Di situ justru serunya. 

Sudah Mulai Pede Main? Coba Rasakan Atmosfer FiberCreme Tennis Cup 2026 

Kalau dasar cara bermain tenis lapangan sudah mulai dikuasai dan kamu makin nyaman bermain doubles, pengalaman berikutnya bisa jadi mencoba atmosfer turnamen. 

Salah satu event yang bisa masuk radar adalah FiberCreme Tennis Cup 2026, yang akan digelar pada 19–20 September 2026 di Ancol Tennis Warehouse (ATW), Jakarta. 

Turnamen ini menghadirkan kategori Women’s Doubles dengan beberapa level permainan. Untuk Women’s Doubles Team tersedia kategori Upper Beginner, Low Intermediate, dan Intermediate, sementara Women’s Doubles Individual tersedia untuk level Low Beginner. 

Jadi, ada ruang juga buat pemain yang masih membangun pengalaman bertanding. 

FiberCreme Tennis Cup 2026 bukan cuma soal mengejar skor di court. Sebagai bagian dari perayaan 9 tahun FiberCreme, event ini membawa semangat PLAY. FUEL. FEEL GOOD. dengan menggabungkan olahraga, kuliner, komunitas, dan awareness terhadap kesehatan dalam satu pengalaman. 

Baca juga: Cari Turnamen Tenis di Jakarta September 2026? Yuk, Kenalan dengan FiberCreme Tennis Cup 2026

Siap Bawa Hasil Latihan ke Court? 

Belajar tenis memang nggak selesai dalam satu atau dua sesi. Forehand kadang masih keluar, servis sesekali nyangkut di net, dan salah komunikasi dengan partner doubles pun masih mungkin terjadi. 

Nggak masalah. Justru proses memperbaiki permainan sedikit demi sedikit yang bikin tenis susah ditinggalkan. 

Kalau kamu sudah mulai nyaman dengan permainan dasar dan ingin mencoba tantangan berikutnya, yuk, ajak partner dan daftar FiberCreme Tennis Cup 2026! 

Untuk informasi dan registrasi, kamu bisa menghubungi: 

Dorthy: 0877-8433-9701
Albert: 0816-1110-656 

Jangan lupa follow @fibercreme, @ancoltenniswrhouse, dan @infinitetournament di Instagram untuk mendapatkan informasi terbaru seputar event. 

Sekarang tinggal siapkan raket, cari partner yang paling klik, dan terus latihan. Siapa tahu September nanti waktunya kamu membawa hasil latihan itu ke pertandingan sesungguhnya. Let’s PLAY, FUEL, and FEEL GOOD di FiberCreme Tennis Cup 2026! 

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

Cara Menjaga Fokus Saat Bermain Tenis, Biar Nggak Buyar di Tengah Match

Game pertama masih aman. Rally cukup panjang, serve masuk, dan rasanya semua sesuai rencana. Lalu satu forehand keluar. Poin berikutnya double fault. Belum sempat move on, kepala sudah mulai ramai:  “Kenapa tadi dipukul ke sana, ya?”  “Jangan sampai error lagi.” ...

Latihan Tenis untuk Pemula, Mulai dari Basic Biar Makin Pede di Court

Baru mulai tenis biasanya ada satu keinginan yang sama,  Pengen cepat bisa rally. Baru dua kali latihan, sudah membayangkan forehand cross-court yang rapi, serve masuk terus, sampai volley cantik di depan net. Begitu benar-benar pegang raket? Bolanya kadang kena...

Tips Pertama Kali Ikut Turnamen Tenis, Biar Nggak Gugup di Match Day

Sudah rutin latihan, mulai sering fun match, lalu tiba-tiba partner bilang, “Eh, kita ikut turnamen, yuk?”  Awalnya semangat. Begitu benar-benar daftar, baru mulai kepikiran banyak hal. Nanti harus datang jam berapa? Bawa raket berapa? Kalau gugup gimana? Terus kalau...

Tingkatan Turnamen Tenis, Kenali Levelnya Sebelum Daftar

Baru mulai rutin main tenis, lalu diajak teman ikut turnamen? Awalnya semangat. Begitu buka informasi pendaftaran, mulai muncul istilah Low Beginner, Upper Beginner, Low Intermediate, Intermediate, sampai kategori lain yang bikin mikir “Aku sebenarnya masuk level...

Resep Terbaru

Resep Creamy Tuna Corn Pasta
Resep Creamy Tuna Corn Pasta

Resep Creamy Tuna Corn Pasta 60 gram FiberCreme120 gram fettuccine25 ml olive oil70 gram bawang bombay100 gram jagung120 gram tuna400 ml air rebusan pasta2 gram lada hitam3 gram garam30 gram tomatParsleyParmesan Rebus pasta sampai al dente. Angkat dan tiriskan.Tumis...

Resep Coconut Ube Cloud
Resep Coconut Ube Cloud

Resep Coconut Ube Cloud 45 gram FiberCreme20 ml air suhu ruang1 gram ube powder150 ml air kelapa100 gram es batu Tuang FiberCreme, air, dan ube powder ke dalam wadah, lalu mix menggunakan frother sampai tekstur kental dan foamy. Siapkan gelas, isi dengan es batu, air...

Resep Coconut Latte
Resep Coconut Latte

Resep Coconut Latte 30 gram FiberCreme90 ml air panas1 shot espresso20 ml coconut syrup Larutkan FiberCreme dengan air panas.Siapkan gelas, isi dengan es batu, tuang coconut syrup, larutan FiberCreme, dan espresso. Coconut latte ready to serve....

Resep Kimpul Churros Lumer
Resep Kimpul Churros Lumer

Resep Kimpul Churros Lumer Bahan Sauce50 gram FiberCreme120 gram keju oles80 gram mayonaise4 gram bawang putih bubuk1 gram lada bubuk40 ml air hangatBahan Churros Kimpul400 gram kimpul matang3 butir putih telur6 gram bawang putih bubuk3 gram lada bubuk3 gram garam5 ml...

Resep Creamy Vongole Pasta
Resep Creamy Vongole Pasta

Resep Creamy Vongole Pasta 50 gram FiberCreme130 gram pasta spaghetti15 gram bawang putih40 gram bawang bombay10 gram cabai merah besar30 ml olive oil350 gram kerang tahu1 gram merica bubuk2 gram garam200 ml air (pertama)250 ml air (kedua) Rebus spaghetti sampai al...