Belakangan ini, shirataki semakin sering dibicarakan, terutama di kalangan orang yang sedang menjalani program diet atau berusaha menerapkan pola makan yang lebih sehat. Tidak sedikit menu sehat di restoran maupun media sosial yang menggunakan shirataki sebagai pengganti mi atau nasi.
Sekilas, shirataki memang terlihat seperti mi pada umumnya. Namun, bahan dan karakteristiknya cukup berbeda dibandingkan mi yang terbuat dari tepung terigu.
Lalu, sebenarnya apa itu shirataki? Kenapa bahan makanan ini begitu populer dan sering dikaitkan dengan menu diet? Yuk, cari tahu lebih lanjut.
Apa Itu Shirataki?

Shirataki adalah jenis mi yang berasal dari tanaman konjac (Amorphophallus konjac), tanaman umbi yang banyak dibudidayakan di Jepang, China, dan beberapa negara Asia lainnya.
Mi shirataki dibuat dari serat larut air yang disebut glukomanan (glucomannan). Serat inilah yang membuat shirataki memiliki tekstur kenyal sekaligus kandungan kalori yang sangat rendah.
Karena sebagian besar komposisinya terdiri dari air dan serat, shirataki sering digunakan sebagai alternatif mi bagi orang yang ingin mengurangi asupan kalori atau karbohidrat.
Ciri-Ciri Shirataki
Bagi yang belum pernah mencobanya, shirataki memiliki beberapa karakteristik yang cukup khas, yaitu:
Teksturnya Kenyal
Salah satu hal yang paling mudah dikenali dari shirataki adalah teksturnya yang lebih kenyal dibandingkan mi biasa.
Karena terbuat dari glukomanan, shirataki memiliki sensasi yang sedikit berbeda saat dikunyah. Beberapa orang bahkan menyebut teksturnya mirip agar-agar yang lebih padat.
Berwarna Putih Transparan
Shirataki umumnya memiliki warna putih bening atau sedikit transparan.
Namun saat ini juga tersedia shirataki berwarna lebih gelap yang berasal dari penggunaan tepung konjac utuh.
Memiliki Aroma Khas Saat Kemasan Dibuka
Banyak orang yang pertama kali mencoba shirataki merasa terkejut dengan aromanya saat kemasan dibuka.
Aroma tersebut sebenarnya normal dan berasal dari proses pengolahan bahan bakunya. Biasanya aroma akan berkurang setelah shirataki dibilas dan direbus sebentar sebelum digunakan.
Kenapa Shirataki Banyak Digunakan untuk Diet?
Popularitas shirataki tidak lepas dari karakteristiknya yang berbeda dibandingkan mi konvensional. Karakteristik dari mi shirataki yaitu sebagai berikut.
Rendah Kalori
Salah satu alasan utama shirataki banyak dipilih adalah kandungan kalorinya yang sangat rendah.
Karena sebagian besar terdiri dari air dan serat, jumlah kalori dalam shirataki jauh lebih sedikit dibandingkan mi berbahan tepung.
Mengandung Serat Glukomanan
Glukomanan merupakan serat larut yang mampu menyerap air dan membentuk tekstur seperti gel.
Karena itu, shirataki sering memberikan rasa kenyang lebih lama dibandingkan beberapa jenis makanan lainnya.
Alternatif untuk Mengurangi Karbohidrat
Banyak orang menggunakan shirataki sebagai pengganti mi atau nasi ketika ingin mengurangi konsumsi karbohidrat harian.
Meskipun demikian, kebutuhan nutrisi setiap orang berbeda sehingga pola makan tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Cara Mengolah Shirataki
Salah satu kelebihan shirataki adalah kemudahannya untuk diolah menjadi berbagai menu. Berikut ini beberapa cara mengolah shirataki yang bisa kamu coba dirumah.
Tumis Shirataki
Shirataki bisa ditumis dengan bawang, sayuran, telur, dan berbagai jenis protein seperti ayam atau udang.
Karena rasanya cenderung netral, shirataki mudah menyerap bumbu yang digunakan.
Mi Kuah Shirataki
Bagi pencinta makanan berkuah, shirataki juga cocok digunakan sebagai bahan utama mi kuah.
Tambahkan kaldu, sayuran, dan protein favorit untuk menghasilkan hidangan yang hangat dan mengenyangkan.
Shirataki Goreng
Shirataki dapat diolah menjadi mi goreng dengan bumbu yang mirip seperti mi goreng pada umumnya.
Tambahan sayuran dan protein membuat hidangan menjadi lebih lengkap.
Salad Shirataki
Selain hidangan hangat, shirataki juga sering digunakan dalam salad.
Biasanya dipadukan dengan sayuran segar dan dressing ringan sehingga menghasilkan menu yang menyegarkan.
Tips Mengolah Shirataki agar Lebih Nikmat
Supaya hasil masakan lebih maksimal, ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebelum mengolah shirataki, yaitu sebagai berikut.
Bilas Terlebih Dahulu
Setelah kemasan dibuka, bilas shirataki dengan air mengalir untuk membantu mengurangi aroma khasnya.
Rebus Sebentar
Merebus shirataki selama beberapa menit dapat membantu memperbaiki tekstur sekaligus mengurangi aroma yang masih tersisa.
Masak dengan Bumbu yang Cukup
Karena rasanya cukup netral, shirataki akan terasa lebih nikmat jika dimasak dengan bumbu yang cukup dan dipadukan dengan bahan lain yang kaya rasa.
Baca juga: Jenis Mie di Indonesia yang Beragam, Kenali dan Pilih Sesuai Selera!
Bikin Menu Shirataki Lebih Creamy dengan FiberCreme
Sekarang kamu sudah tahu apa itu shirataki dan alasan kenapa bahan makanan ini semakin populer. Dengan teksturnya yang unik dan kemudahan pengolahannya, shirataki bisa menjadi pilihan menarik untuk berbagai kreasi masakan sehari-hari.
Kalau ingin membuat menu shirataki yang lebih creamy, seperti mi kuah creamy, pasta shirataki, atau saus pendamping yang lembut, kamu bisa menambahkan FiberCreme sebagai alternatif santan maupun susu.
FiberCreme merupakan bubuk serbaguna tinggi serat yang dapat digunakan dalam berbagai hidangan manis maupun gurih. Selain memberikan tekstur creamy yang lezat, FiberCreme juga rendah gula, lactose-free, gluten-free, dan mengandung 0 mg kolesterol.
Sekarang, FiberCreme juga tersedia dalam kemasan 20 gram yang pas buat bikin semangkuk mie favoritmu jadi lebih creamy dan enak. Jadi gak perlu lagi ribet menakar. Tinggal tuang, hidangan mie apapunlangsung creamy nendang.
Yuk, temukan lebih banyak inspirasi mie creamy ala FiberCreme di Instagram @FiberCreme_TV dan channel YouTube Ellenka Official!





0 Komentar