Home / Update / Latihan Tenis untuk Pemula, Mulai dari Basic Biar Makin Pede di Court

Latihan Tenis untuk Pemula, Mulai dari Basic Biar Makin Pede di Court

oleh | Sep 17, 2026 | Artikel, Update

Baru mulai tenis biasanya ada satu keinginan yang sama,  Pengen cepat bisa rally. Baru dua kali latihan, sudah membayangkan forehand cross-court yang rapi, serve masuk terus, sampai volley cantik di depan net. Begitu benar-benar pegang raket? Bolanya kadang kena frame, forehand terlalu panjang, dan serve lebih sering ketemu net daripada service box. Tenang, semua pemain pernah melewati fase itu. 

Daripada buru-buru mengejar pukulan yang kelihatan keren, latihannya sebaiknya dimulai dari basic. Mulai dari membiasakan tangan dengan raket, mengatur footwork, mengenal timing, sampai membuat pukulan lebih konsisten. 

Nggak perlu langsung latihan berjam-jam. Yang penting gerakannya dipahami dan dilakukan secara rutin. Kalau kamu baru mulai main tenis, beberapa latihan berikut bisa jadi fondasi sebelum masuk ke rally dan match yang lebih serius. 

Apa yang Sebaiknya Dilatih Pemain Tenis Pemula?

 

Saat baru belajar, rasanya semua teknik perlu dikuasai sekaligus. Forehand, backhand, serve, volley, footwork. Belum lagi harus hafal skor. Padahal, proses belajar biasanya terasa lebih nyaman kalau dilakukan bertahap. 

Untuk pemula, fokus utama bisa dimulai dari kemampuan mengontrol raket dan bola, bergerak ke posisi yang tepat, lalu membuat pukulan masuk dengan lebih konsisten. Power bisa menyusul. Karena forehand kencang memang seru, tapi kalau bolanya selalu keluar garis, poinnya tetap buat lawan. 

Latihan Tenis untuk Pemula yang Bisa Dicoba 

Berikut beberapa latihan tenis untuk pemula yang bisa dilakukan bersama coach, partner, maupun saat sesi latihan biasa.

1. Mulai dengan Shadow Swing

Belum ada bola pun sebenarnya kamu sudah bisa latihan. Shadow swing dilakukan dengan mengulang gerakan pukulan tanpa bola. Kamu bisa berlatih forehand dan backhand sambil memperhatikan posisi kaki, putaran badan, serta arah swing. 

Latihan seperti ini membantu membiasakan tubuh dengan pola gerakan sebelum harus memikirkan bola yang datang. Lakukan dengan tempo santai. Nggak perlu swing sekencang-kencangnya. Fokus dulu supaya gerakannya terasa nyaman dan nggak terburu-buru.

2. Biasakan Kontrol Bola dengan Raket

Sebelum rally panjang, coba kenalan dulu sama bolanya. Salah satu latihan sederhana adalah memantulkan bola menggunakan permukaan raket. Kelihatannya gampang. Begitu dicoba sepuluh kali tanpa jatuh, baru terasa tantangannya. 

Latihan ini bisa membantu membangun feel terhadap raket dan bola. Kamu jadi mulai mengenali seberapa besar tenaga yang diperlukan supaya bola tetap terkontrol. Nggak harus jadi trik yang fancy. Tujuannya cuma satu yaitu bikin tangan semakin familiar dengan raket.

3. Coba Mini Tennis

Mini tennis bisa jadi salah satu latihan favorit untuk pemain pemula. Caranya, berdiri lebih dekat ke net dan lakukan rally menggunakan pukulan pendek dengan partner. Karena jaraknya lebih dekat, kamu nggak perlu menggunakan tenaga besar. Fokus pada kontrol. Bola melewati net. Masuk area permainan. Lalu ulangi. 

Mini tennis juga membantu belajar timing dan menemukan titik kontak yang lebih nyaman sebelum perlahan mundur ke baseline. Kalau langsung mulai rally dari baseline, pemain baru kadang malah sibuk memukul terlalu keras supaya bola sampai. Padahal yang dibutuhkan justru kontrol dulu.

4. Latihan Forehand Satu Arah

Forehand biasanya jadi salah satu pukulan pertama yang dipelajari. Supaya lebih konsisten, coba latihan dengan target sederhana. Minta coach atau partner mengirim bola ke area forehand secara berulang, lalu fokus mengembalikannya ke satu area tertentu. Nggak perlu langsung mencari sudut garis. Target besar dulu. Misalnya area tengah atau cross-court yang aman. 

Dengan pola bola yang relatif sama, kamu bisa lebih fokus memperhatikan footwork, persiapan raket, titik kontak, dan follow-through. Begitu sudah lebih nyaman, baru variasikan arah.

5. Jangan Lupakan Backhand

Ada fase ketika pemain pemula mulai sadar: 

“Kenapa semua bola rasanya pengin aku ambil pakai forehand, ya?” 

Kalau sampai harus lari memutari bola terus, tandanya backhand mulai perlu diajak berteman. Latih backhand secara terpisah seperti forehand. Mulai dari bola yang relatif mudah dan datang dengan arah konsisten. Fokus membuat kontak yang nyaman dan mengirim bola kembali ke area permainan. Nggak perlu langsung menjadikan backhand sebagai winner. Bisa mengembalikan bola dengan stabil saja sudah jadi progres.

6. Latihan Footwork Tanpa Bola

Dalam tenis, punya swing bagus saja belum cukup kalau posisi badan selalu terlambat. Karena itu, footwork termasuk bagian penting dari latihan. Kamu bisa berlatih split step, side shuffle, bergerak ke kanan dan kiri, kemudian kembali ke posisi siap. 

Latihannya bahkan bisa dilakukan tanpa bola. Tujuannya supaya kaki terbiasa bergerak terlebih dahulu sebelum tangan melakukan pukulan. Semakin cepat kamu menemukan posisi yang nyaman, biasanya pukulan juga terasa lebih mudah. Kadang masalah forehand bukan forehand-nya. Kakinya saja belum sampai.

7. Belajar Serve Secara Bertahap

Serve sering jadi pukulan yang paling bikin penasaran sekaligus paling bikin frustasi. Jangan langsung mengejar power. Untuk pemula, coba mulai dengan membangun gerakan yang nyaman, toss yang relatif konsisten, dan kontak bola yang bisa dikontrol. 

Kamu juga bisa latihan dari jarak lebih dekat sebelum melakukan serve penuh dari baseline. Target awalnya sederhana, masuk service box. Kalau sudah lebih konsisten, baru pikirkan placement dan variasi. Ace bisa nanti. Bola masuk dulu.

8. Latihan Rally dengan Target Jumlah Pukulan

Sudah mulai nyaman dengan forehand dan backhand? Sekarang buat rally jadi sedikit lebih menantang. Coba tentukan target bersama partner. Misalnya, lima pukulan tanpa error. Sudah berhasil? Naik jadi sepuluh. Latihan seperti ini membuat fokus bergeser dari “harus memukul keras” menjadi “harus menjaga bola tetap hidup”. 

Buat pemain pemula, kemampuan mempertahankan rally sangat berguna karena membantu membangun konsistensi sekaligus rasa percaya diri. Dan ada kepuasan tersendiri saat rally yang tadinya cuma tiga bola tiba-tiba bisa lewat sepuluh.

9. Mulai Latihan dengan Skor

Kalau rally sudah mulai stabil, coba masukkan situasi pertandingan. Nggak harus langsung main satu set penuh. Bisa mulai dari game pendek atau tie-break latihan sesuai arahan coach dan format yang disepakati. Tujuannya supaya kamu mulai terbiasa mengambil keputusan saat ada skor. 

Karena memukul bola saat rally santai dan memukul bola ketika sedang break point bisa terasa beda. Di sinilah kamu mulai belajar bahwa tennis bukan cuma teknik. Ada fokus, strategi, dan kemampuan untuk reset setelah melakukan error. 

Seberapa Sering Pemula Harus Latihan Tenis? 

Nggak ada angka yang harus sama untuk semua orang. Frekuensi latihan bisa disesuaikan dengan waktu, kondisi tubuh, dan tujuan masing-masing. Yang lebih penting adalah konsistensi. Daripada latihan sangat lama sekali lalu nggak menyentuh raket selama beberapa minggu, sesi yang lebih teratur biasanya membuat gerakan lebih familiar. 

Setiap latihan juga nggak harus mengejar semua teknik sekaligus. Hari ini bisa fokus forehand dan footwork. Sesi berikutnya backhand dan serve. Lalu sisakan waktu untuk rally. Pelan-pelan, bagian-bagian kecil itu mulai nyambung menjadi permainan yang lebih utuh. 

Latihan Makin Konsisten? Coba FiberCreme Tennis Cup 2026 

Kalau latihan tenis untuk pemula sudah semakin rutin dan kamu mulai ingin mencoba suasana pertandingan, ada FiberCreme Tennis Cup 2026 yang akan berlangsung pada 19–20 September 2026 di Ancol Tennis Warehouse (ATW), Jakarta. 

FiberCreme Tennis Cup 2026 menghadirkan Women’s Doubles Team untuk level Upper Beginner, Low Intermediate, dan Intermediate, serta Women’s Doubles Individual untuk level Low Beginner. Artinya, pemain perempuan dengan level permainan berbeda punya pilihan kategori sesuai kemampuan masing-masing. 

FiberCreme Tennis Cup 2026 juga menjadi bagian dari perayaan 9 tahun FiberCreme dengan semangat PLAY. FUEL. FEEL GOOD., yang membawa olahraga, komunitas, dan gaya hidup aktif dalam satu pengalaman.

Baca juga: Cari Turnamen Tenis di Jakarta September 2026? Yuk, Kenalan dengan FiberCreme Tennis Cup 2026

Nggak Perlu Langsung Jago, yang Penting Mulai 

Pada akhirnya, latihan nggak harus rumit. Mulai dari shadow swing, kontrol bola, mini tennis, forehand, backhand, footwork, serve, sampai rally sederhana. Nggak masalah kalau awalnya banyak error. Bola kena frame? Lanjut. Serve nyangkut net? Coba lagi. Rally berhenti di pukulan ketiga? Target berikutnya empat. 

Progres dalam tenis sering datang dari hal-hal kecil yang dilakukan berulang. Kalau latihan mulai konsisten, permainan makin nyaman, dan sudah menemukan partner doubles yang cocok, kamu bisa mulai mencoba tantangan baru lewat pertandingan. Yuk, daftar FiberCreme Tennis Cup 2026! 

Untuk informasi dan registrasi: 

Dorthy: 0877-8433-9701
Albert: 0816-1110-656 

Jangan lupa follow @fibercreme, @ancoltenniswrhouse, dan @infinitetournament di Instagram untuk mendapatkan update terbaru seputar event. Mulai dari satu pukulan, lanjut satu rally, lalu nikmati prosesnya. 

Let’s PLAY, FUEL, and FEEL GOOD di FiberCreme Tennis Cup 2026! 

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

Cara Menjaga Fokus Saat Bermain Tenis, Biar Nggak Buyar di Tengah Match

Game pertama masih aman. Rally cukup panjang, serve masuk, dan rasanya semua sesuai rencana. Lalu satu forehand keluar. Poin berikutnya double fault. Belum sempat move on, kepala sudah mulai ramai:  “Kenapa tadi dipukul ke sana, ya?”  “Jangan sampai error lagi.” ...

Tips Pertama Kali Ikut Turnamen Tenis, Biar Nggak Gugup di Match Day

Sudah rutin latihan, mulai sering fun match, lalu tiba-tiba partner bilang, “Eh, kita ikut turnamen, yuk?”  Awalnya semangat. Begitu benar-benar daftar, baru mulai kepikiran banyak hal. Nanti harus datang jam berapa? Bawa raket berapa? Kalau gugup gimana? Terus kalau...

Tingkatan Turnamen Tenis, Kenali Levelnya Sebelum Daftar

Baru mulai rutin main tenis, lalu diajak teman ikut turnamen? Awalnya semangat. Begitu buka informasi pendaftaran, mulai muncul istilah Low Beginner, Upper Beginner, Low Intermediate, Intermediate, sampai kategori lain yang bikin mikir “Aku sebenarnya masuk level...

Resep Terbaru

Resep Creamy Tuna Corn Pasta
Resep Creamy Tuna Corn Pasta

Resep Creamy Tuna Corn Pasta 60 gram FiberCreme120 gram fettuccine25 ml olive oil70 gram bawang bombay100 gram jagung120 gram tuna400 ml air rebusan pasta2 gram lada hitam3 gram garam30 gram tomatParsleyParmesan Rebus pasta sampai al dente. Angkat dan tiriskan.Tumis...

Resep Coconut Ube Cloud
Resep Coconut Ube Cloud

Resep Coconut Ube Cloud 45 gram FiberCreme20 ml air suhu ruang1 gram ube powder150 ml air kelapa100 gram es batu Tuang FiberCreme, air, dan ube powder ke dalam wadah, lalu mix menggunakan frother sampai tekstur kental dan foamy. Siapkan gelas, isi dengan es batu, air...

Resep Coconut Latte
Resep Coconut Latte

Resep Coconut Latte 30 gram FiberCreme90 ml air panas1 shot espresso20 ml coconut syrup Larutkan FiberCreme dengan air panas.Siapkan gelas, isi dengan es batu, tuang coconut syrup, larutan FiberCreme, dan espresso. Coconut latte ready to serve....

Resep Kimpul Churros Lumer
Resep Kimpul Churros Lumer

Resep Kimpul Churros Lumer Bahan Sauce50 gram FiberCreme120 gram keju oles80 gram mayonaise4 gram bawang putih bubuk1 gram lada bubuk40 ml air hangatBahan Churros Kimpul400 gram kimpul matang3 butir putih telur6 gram bawang putih bubuk3 gram lada bubuk3 gram garam5 ml...

Resep Creamy Vongole Pasta
Resep Creamy Vongole Pasta

Resep Creamy Vongole Pasta 50 gram FiberCreme130 gram pasta spaghetti15 gram bawang putih40 gram bawang bombay10 gram cabai merah besar30 ml olive oil350 gram kerang tahu1 gram merica bubuk2 gram garam200 ml air (pertama)250 ml air (kedua) Rebus spaghetti sampai al...