Home / Artikel Healthy / Jangan Lakukan! 5 Olahraga Ini Bukan untuk Penderita Obesitas

Jangan Lakukan! 5 Olahraga Ini Bukan untuk Penderita Obesitas

oleh | Jun 8, 2024 | Artikel, Artikel Healthy, Update

Penderita obesitas biasanya juga disarankan untuk memperhatikan makanan yang dikonsumsi dan melakukan olahraga untuk membakar kelebihan kalori. Tapi ternyata, penderita obesitas tidak boleh melakukan semua jenis olahraga!

Para ahli sangat tidak menyarankan penderita obesitas untuk melakukan olahraga high impact seperti berlari dan melompat. Olahraga tersebut termasuk sepak bola, voli, lompat tali, marathon, dan bahkan jogging.

Olahraga yang Harus Dihindari Penderita Obesitas

Obesitas atau kegemukan memang sangat membatasi penderitanya untuk lincah bergerak. Berat badan yang besar memberi tekanan pada persendian seperti lutut dan pergelangan kaki, sehingga menyebabkan hal ini.

Selain itu, obesitas juga sangat erat dengan masalah kardiovaskuler atau jantung. Pergerakan tubuh yang terlalu intens juga dikhawatirkan bisa memperparah masalah jantung mereka.

Baca Juga : 6 Penyebab yang Tanpa Disadari Bikin Gula Darah Naik Mendadak, Waspada No. 4!

Lalu, olahraga apa yang sebaiknya dilakukan oleh penderita obesitas? Ini 5 di antaranya!

1. Jalan kaki

Jalan kaki adalah cara paling mudah dan murah untuk mulai bergerak. Olahraga ini bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Dan yang penting, jalan kaki bisa membantu membakar lebih banyak kalori tanpa memberikan tekanan terlalu besar pada persendian. Jadi bisa dibilang, olahraga ini sangat aman dilakukan.

2. Berenang

Ketika di dalam air, tubuh menjadi lebih ringan. Sehingga kita bisa bergerak dan membakar kalori lebih banyak tanpa membebani persendian dan tulang. Kalau tidak bisa berenang, jangan khawatir. Kalian bisa mencoba berjalan di dalam air untuk olahraga yang lebih ringan tapi tetap efektif membakar kalori.

3. Angkat beban

Angkat beban meningkatkan metabolisme sehingga tubuh bisa membakar lebih banyak kalori. Olahraga semacam ini juga dapat meningkatkan massa otot dan membentuk tubuh.

Namun jangan sedih kalau olahraga ini tidak langsung berdampak pada penurunan berat badan. Karena otot memiliki berat lebih daripada lemak, mungkin saja angka di timbangan tidak berkurang dan justru malah bertambah. Tapi yang terjadi sebenarnya adalah lemak di tubuh telah berkurang dan tubuh terlihat lebih ideal.

4. Bersepeda

Bersepeda adalah salah satu contoh lain olahraga low-impact yang efektif membakar kalori. Kalian bisa menggunakan sepeda biasa maupun sepeda statis untuk olahraga ini.

5. Yoga

Penderita obesitas yang lama tidak aktif bergerak bisa memilih yoga. Mulailah dengan mengikuti gerakan yoga yang mudah, lalu secara bertahap cobalah gerakan yang lebih rumit. Selain meningkatkan fleksibilitas tubuh, berbagai postur yoga juga bisa lho membantu mengurangi lemak di sekitar perut, pinggul, dan area tubuh lainnya.

Seimbangkan Olahraga dengan Makanan Sehat

Olahraga saja tidak cukup untuk menurunkan berat badan pada pasien obesitas. Selain olahraga, yang paling penting adalah menjaga pola makan dan memperhatikan asupan gizi. Kurangi makanan berkalori tinggi dan dapatkan nutrisi dari berbagai makanan sehat.

Untuk mendapatkan berat badan ideal, jangan lupa konsumsi serat yang berfungsi memperlancar pencernaan dan bisa membuat kenyang lebih lama. Konsumsilah sayur-mayur, buah-buahan, kacang-kacangan, atau tambahkan FiberCreme ke berbagai hidangan untuk mendapatkan serat.

Cari tahu lebih lanjut tentang FiberCreme di sini. Dapatkan juga ide masakan enak dan sehat ala FiberCreme dengan follow @FiberCreme_TV di Instagram.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

Apa Itu Shirataki? Kenali Mi Rendah Kalori yang Semakin Populer

Belakangan ini, shirataki semakin sering dibicarakan, terutama di kalangan orang yang sedang menjalani program diet atau berusaha menerapkan pola makan yang lebih sehat. Tidak sedikit menu sehat di restoran maupun media sosial yang menggunakan shirataki sebagai...

Perbedaan Cwie Mie dan Mie Ayam, Sekilas Mirip tapi Ternyata Berbeda

Kalau melihat tampilannya sekilas, banyak orang mengira cwie mie dan mie ayam adalah makanan yang sama. Keduanya sama-sama menggunakan mie sebagai bahan utama dan biasanya disajikan dengan topping ayam. Tidak heran kalau masih banyak yang bingung membedakan keduanya....

Resep Terbaru

Resep Creamy Cake Anniversary
Resep Creamy Cake Anniversary

Resep Creamy Cake Anniversary Bahan Bechamel Sauce100 gram FiberCreme50 gram mentega45 gram tepung terigu450 ml air1 gram pala bubuk2 gram garam1 gram lada bubuk75 gram mozzarellaBahan Bolognese20 ml minyak sayur50 gram bawang bombay15 gram bawang putih350 gram daging...

Resep Creamy Cheesy Tomato
Resep Creamy Cheesy Tomato

Resep Creamy Cheesy Tomato 70 gram FiberCreme140 gram pasta fusili200 gram daging ayam25 gram mentega50 gram bawang bombay20 gram bawang putih100 gram tomat50 gram tomato paste4 gram italian herbs200 gram keju cheddar quick melt50 gram mozarella3 gram lada hitam5 gram...

Resep Creamy Frozen Fruit
Resep Creamy Frozen Fruit

Resep Creamy Frozen Fruit 120 gram FiberCreme80 ml air hangat200 gram alpukat frozen (ukuran medium)400 gram buah naga frozen (ukuran medium) Larutkan FiberCreme dengan air hangat, aduk merata dan dinginkan.Belah buah menjadi 2, ambil sedikit bagian buah naga di...

Resep Macaroni Schotel
Resep Macaroni Schotel

Resep Macaroni Schotel Bahan Saus150 gram FiberCreme70 gram mentega45 gram terigu3 gram pala bubuk2 gram lada bubuk4 gram garam600 ml airBahan Macaroni Schotel200 gram makaroni80 gram bawang bombay10 gram bawang putih200 gram daging giling60 gram smoked beef3 gram...

Resep Laksa Pasta
Resep Laksa Pasta

  Resep Laksa Pasta 60 gram FiberCreme120 gram spaghetti15 gram bawang putih250 gram udang120 gram bakso ikan200 ml air rebusan pasta70 gram laksa paste Rebus pasta sampai al dente.Cincang halus bawang putih, tumis sampai harum. Masukkan udang dan bakso ikan,...