Home / Update / Artikel / Sering Dapat Singkong Keras? Coba Cara Memilih Singkong yang Empuk Ini!

Sering Dapat Singkong Keras? Coba Cara Memilih Singkong yang Empuk Ini!

oleh | Mei 28, 2025 | Artikel, Update

Singkong sering jadi pilihan bahan utama untuk banyak olahan enak seperti getuk, tape, sampai kolak. Tapi, pernah nggak sih kamu kecewa karena singkong yang dibeli ternyata keras, berserat, atau bahkan agak pahit? Nah, jangan sampai kejadian itu terulang lagi! Yuk, simak dulu cara memilih singkong yang empuk supaya masakan kamu jadi lebih lezat. Disini kamu bakal dapat tips praktis yang gampang banget diterapin saat belanja singkong. Penasaran gimana caranya? Baca sampai habis, ya!

Cara Memilih Singkong yang Empuk

Berikut 6 cara memilih singkong yang empuk yang bisa kamu praktikkan langsung saat belanja:

1. Periksa Kulit Luar Singkong

Langkah yang pertama adalah memperhatikan kondisi kulit luarnya. Singkong dengan kualitas baik biasanya memiliki kulit yang mulus, tidak terlalu kering, dan tidak ada bercak hitam. Kulit yang pecah-pecah atau terlihat terlalu kering bisa menandakan singkong sudah lama dipanen dan mulai mengeras. Jadi, selalu pilih yang kulitnya masih tampak segar dan bersih.

2. Perhatikan Warna Kulit Singkong

Masih seputar tampilan luarnya, warna kulit singkong juga bisa menjadi faktor penting. Singkong yang empuk biasanya punya kulit berwarna cokelat muda atau kekuningan. Jika kulitnya terlalu gelap atau terlihat keabu-abuan, bisa jadi singkong sudah lama disimpan atau kualitasnya kurang baik. Semakin muda warna kulitnya, biasanya di dalamnya juga lebih empuk.

3. Pilih Singkong yang Tidak Terlalu Tua

Singkong yang terlalu tua biasanya berserat, keras, dan tidak cocok untuk diolah menjadi makanan seperti kolak atau getuk. Untuk itu, pilih singkong yang ukurannya sedang, tidak terlalu besar atau panjang. Singkong dengan ukuran seperti ini biasanya masih muda dan memiliki tekstur yang lebih empuk saat dimasak.

4. Periksa Ujung Singkong

Cara berikutnya adalah dengan memeriksa bagian ujung singkong. Ujung yang tampak retak, kering, atau berlubang bisa menjadi tanda bahwa singkong sudah tidak segar. Ujung yang masih utuh dan lembab menandakan kualitas singkong yang baik. Jangan lupa periksa juga apakah ada tanda-tanda jamur atau busuk pada bagian ini.

5. Cek Aroma Singkong

Meskipun tidak terlalu menyengat, singkong segar punya aroma yang khas. Coba cium bagian permukaannya, jika tercium bau asam, apek, atau seperti fermentasi, itu tandanya singkong sudah lama dan mulai rusak. Singkong yang aromanya tidak terlalu kuat dan cenderung seperti aroma tanah biasanya menjadi tanda singkong masih bagus dan layak konsumsi.

6. Coba Tekan dengan Jari

Terakhir, kamu bisa mencoba menekan permukaan singkong dengan jari. Singkong yang bagus akan terasa cukup padat tapi tidak keras. Kalau saat ditekan terasa terlalu keras atau justru terlalu lembek dan berair, lebih baik dihindari. Tekstur yang tepat ini akan memastikan singkong tersebut empuk saat dimasak dan tidak berserat.

Baca Juga : 3 Manfaat Olahan Singkong Bagi Kesehatan Tubuh!

Kreasikan Singkong Jadi Hidangan Lezat dengan FiberCreme!

Sekarang kamu sudah tahu cara memilih singkong yang empuk, kan? Nah, tinggal satu langkah lagi supaya singkongmu makin spesial, coba olah dengan FiberCreme! Bubuk serbaguna ini bisa jadi alternatif santan yang lebih sehat karena tinggi serat, rendah gula, dan 0mg kolesterol. Cocok banget buat kamu yang ingin tetap menikmati hidangan creamy seperti kolak, atau bahkan singkong Thailand tanpa rasa khawatir.

Yuk, eksplor kreasi menu singkong yang lebih sehat dan lezat bareng FiberCreme! Temukan inspirasinya di Instagram @FiberCreme_TV dan YouTube channel Ellenka.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

Apa Itu Shirataki? Kenali Mi Rendah Kalori yang Semakin Populer

Belakangan ini, shirataki semakin sering dibicarakan, terutama di kalangan orang yang sedang menjalani program diet atau berusaha menerapkan pola makan yang lebih sehat. Tidak sedikit menu sehat di restoran maupun media sosial yang menggunakan shirataki sebagai...

Perbedaan Cwie Mie dan Mie Ayam, Sekilas Mirip tapi Ternyata Berbeda

Kalau melihat tampilannya sekilas, banyak orang mengira cwie mie dan mie ayam adalah makanan yang sama. Keduanya sama-sama menggunakan mie sebagai bahan utama dan biasanya disajikan dengan topping ayam. Tidak heran kalau masih banyak yang bingung membedakan keduanya....

Resep Terbaru

Resep Creamy Cake Anniversary
Resep Creamy Cake Anniversary

Resep Creamy Cake Anniversary Bahan Bechamel Sauce100 gram FiberCreme50 gram mentega45 gram tepung terigu450 ml air1 gram pala bubuk2 gram garam1 gram lada bubuk75 gram mozzarellaBahan Bolognese20 ml minyak sayur50 gram bawang bombay15 gram bawang putih350 gram daging...

Resep Creamy Cheesy Tomato
Resep Creamy Cheesy Tomato

Resep Creamy Cheesy Tomato 70 gram FiberCreme140 gram pasta fusili200 gram daging ayam25 gram mentega50 gram bawang bombay20 gram bawang putih100 gram tomat50 gram tomato paste4 gram italian herbs200 gram keju cheddar quick melt50 gram mozarella3 gram lada hitam5 gram...

Resep Creamy Frozen Fruit
Resep Creamy Frozen Fruit

Resep Creamy Frozen Fruit 120 gram FiberCreme80 ml air hangat200 gram alpukat frozen (ukuran medium)400 gram buah naga frozen (ukuran medium) Larutkan FiberCreme dengan air hangat, aduk merata dan dinginkan.Belah buah menjadi 2, ambil sedikit bagian buah naga di...

Resep Macaroni Schotel
Resep Macaroni Schotel

Resep Macaroni Schotel Bahan Saus150 gram FiberCreme70 gram mentega45 gram terigu3 gram pala bubuk2 gram lada bubuk4 gram garam600 ml airBahan Macaroni Schotel200 gram makaroni80 gram bawang bombay10 gram bawang putih200 gram daging giling60 gram smoked beef3 gram...

Resep Laksa Pasta
Resep Laksa Pasta

  Resep Laksa Pasta 60 gram FiberCreme120 gram spaghetti15 gram bawang putih250 gram udang120 gram bakso ikan200 ml air rebusan pasta70 gram laksa paste Rebus pasta sampai al dente.Cincang halus bawang putih, tumis sampai harum. Masukkan udang dan bakso ikan,...