Tahu sering jadi andalan di dapur karena harganya terjangkau, mudah diolah, dan cocok dipadukan dengan berbagai menu. Digoreng, ditumis, dimasak berkuah, sampai dijadikan camilan, tahu hampir selalu bisa diandalkan. Tapi di balik kesederhanaannya, tahu termasuk bahan makanan yang cepat rusak kalau tidak disimpan dengan benar.
Masalahnya, tahu yang mulai basi sering kali tidak langsung terlihat jelas. Sekilas masih tampak normal, tapi kalau tetap diolah dan dikonsumsi, bisa berdampak buruk untuk kesehatan. Karena itu, penting banget buat tahu ciri-ciri tahu basi supaya kamu bisa lebih waspada sebelum memasaknya.
Kenapa Tahu Mudah Basi?
Tahu terbuat dari kedelai yang diolah dengan kadar air cukup tinggi. Kandungan air inilah yang membuat tahu jadi lembut, tapi sekaligus membuatnya mudah terkontaminasi bakteri. Apalagi kalau tahu disimpan di suhu ruang terlalu lama atau air rendamannya jarang diganti.
Tanpa disadari, tahu bisa mulai rusak hanya dalam hitungan satu sampai dua hari, terutama tahu segar tanpa pengawet. Maka dari itu, mengenali tanda-tanda tahu basi jadi langkah penting sebelum tahu diolah jadi menu favorit keluarga.
Ciri-Ciri Tahu Basi yang Wajib Diperhatikan
Supaya nggak salah pilih dan salah olah, yuk kenali beberapa ciri-ciri tahu basi berikut ini.
1. Aroma Asam atau Menyengat
Ciri paling mudah dikenali dari tahu basi adalah baunya. Tahu segar biasanya punya aroma netral atau sedikit kedelai. Kalau saat dicium tercium bau asam, menyengat, atau tidak sedap, sebaiknya tahu langsung dibuang. Aroma ini menandakan proses fermentasi alami yang sudah tidak terkendali.
2. Tekstur Terlalu Lembek dan Mudah Hancur
Tahu memang identik dengan tekstur lembut, tapi tahu basi biasanya terasa jauh lebih lembek dan rapuh. Saat dipegang, tahu bisa langsung hancur atau terasa licin berlebihan. Ini menandakan struktur tahu sudah rusak akibat pertumbuhan mikroorganisme.
3. Permukaan Berlendir
Kalau permukaan tahu terasa licin dan berlendir, itu tanda kuat bahwa tahu sudah mulai basi. Lendir ini biasanya muncul meski tahu masih berwarna putih. Banyak orang tertipu karena tampilannya masih terlihat “aman”, padahal teksturnya sudah berubah.
4. Rasa Asam atau Pahit
Kalau kamu ragu, jangan ragu untuk mencicipi sedikit di ujung lidah (tanpa ditelan). Tahu basi biasanya terasa asam, pahit, atau getir. Tahu segar seharusnya punya rasa gurih ringan dan bersih.
5. Warna Berubah Kusam atau Kekuningan
Tahu segar berwarna putih cerah. Jika warnanya mulai kusam, keabu-abuan, atau agak kekuningan tidak merata, itu bisa jadi tanda tahu sudah tidak segar. Perubahan warna sering muncul bersamaan dengan perubahan aroma dan tekstur.
6. Air Rendaman Keruh dan Berbau
Kalau kamu menyimpan tahu dalam air, perhatikan air rendamannya. Air yang keruh, berbuih, atau berbau asam menandakan tahu sudah mulai rusak meskipun bentuk tahunya masih terlihat utuh.
7. Cepat Hancur Saat Dimasak
Tahu basi sering kali langsung hancur saat digoreng atau dimasak, bahkan sebelum matang. Ini karena struktur proteinnya sudah rusak, sehingga tidak bisa mempertahankan bentuk saat terkena panas.
Dampak Mengonsumsi Tahu Basi
Mengonsumsi tahu yang sudah basi bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti mual, muntah, diare, hingga sakit perut. Pada kondisi tertentu, terutama untuk anak-anak dan lansia, dampaknya bisa lebih serius. Karena itu, lebih baik membuang tahu yang diragukan daripada mengambil risiko.
Tips Menyimpan Tahu Agar Lebih Awet
Agar tahu tidak cepat basi, simpan tahu di dalam wadah tertutup berisi air bersih dan letakkan di kulkas. Ganti air rendaman setiap hari untuk menjaga kesegarannya. Hindari menyimpan tahu di suhu ruang terlalu lama, terutama di cuaca panas.
Baca juga: Ciri-Ciri Tempe Basi: Kamu Harus Tahu Sebelum Mengolah
Olah Tahu Jadi Menu Creamy yang Lebih Aman dan Lezat dengan FiberCreme!
Setelah tahu ciri-ciri tahu basi, sekarang kamu bisa lebih tenang saat memilih dan mengolah tahu di dapur. Tahu segar bisa diolah jadi berbagai menu lezat, mulai dari tumisan sederhana sampai masakan berkuah creamy yang menggugah selera.
Kalau kamu ingin mengolah tahu jadi hidangan berkuah yang gurih dan nyaman dinikmati, coba gunakan FiberCreme sebagai alternatif santan. FiberCreme mudah larut, rasanya gurih creamy, serta tinggi serat, rendah gula, dan 0 mg kolesterol. Cocok untuk berbagai olahan tahu seperti lodeh, kari, atau sup tahu tanpa rasa khawatir.
Yuk, eksplor lebih banyak ide masakan tahu dan menu rumahan lainnya bersama FiberCreme! Temukan inspirasi resepnya di Instagram @FiberCreme_TV dan YouTube channel Ellenka.





0 Komentar