Bisa Bahaya, Jangan Panaskan Bahan Makanan ini Dalam Microwave!

Jun 26, 2020 | Artikel | 0 Komentar

Microwave bisa jadi alat yang praktis untuk menghangatkan makanan. Masakan yang Anda simpan di kulkas bisa langsung dimasukkan ke microwave untuk dihangatkan dan segera disajikan lagi. Proses pemanasan pun tidak berlangsung lama, umunya hanya beberapa detik hingga beberapa menit.

Tapi ternyata tidak semua masakan Anda bisa dihangatkan lagi dalam microwave. Beberapa jenis bahan makanan justru bisa jadi berbahaya ketika dipanaskan dengan alat ini. Beberapa bisa berubah menjadi racun bagi tubuh, dan beberapa lainnya bisa menyebabkan ledakan. Jadi kalau Anda baru memiliki microwave dan masih bingung apa saja yang boleh dan tidak boleh dimasukkan ke dalamnya, yuk baca sampai habis!

Sayuran hijau

Sayuran hijau meiliki kandungan zat nitrat yang ketika dipanaskan dengan microwave akan berubah menjadi nitrosamin yang bersifat karsinogenik atau memicu kanker. Selain sayuran hijau, nitrat juga bisa ditemukan dalam buah bit, sehingga buah berwarna merah ini juga lebih baik tidak dipanaskan dalam microwave.

Daging

Kebanyakan microwave memang memiliki fungsi defrost atau melembutkan daging beku. Tapi panas dalam microwave mungkin tidak menyebar secara merata ke seluruh bagian daging. Hasilnya, mungkin ada beberapa bagian daging yang malah jadi matang sementara bagian lainnya tetap membeku. Nah, bagian yang tetap dingin dan beku ini bisa memicu pertumbuhan bakteri yang menimbulkan penyakit. Jadi untuk melembutkan daging beku sebaiknya simpan saja semalaman di lemari es (bukan freezer).

Daging olahan

Daging olahan terkenan memiliki campuran bahan-bahan kimia dan pengawet yang berbahaya. Namun bahayanya ternyata bisa jadi berkali-kali lipat ketika dipanaskan dalam microwave. Menurut sebuah penelitian, daging yang dimicrowave memiliki kadar oksidasi kolesterol yang lebih tinggi daripada ketika dimasak dengan cara lain. Disebut lebih berbahaya daripada kolesterol murni, oksidasi kolesterol ini bersifat lebih merusak untuk sel arteri dan lebih beresiko menyebabkan penyakit jantung lho!

Jamur

Dilansir Bustle, seorang ahli diet dan nutrisi bernama Brigitte Zeitlin, MPH, RD mengatakan bahwa jamur bisa menyebabkan sakit perut ketika dipanaskan. Jamur juga bisa berbahaya ketika didiamkan dalam suhu ruang karena bisa memicu pertumbuhan bakteri. Sehingga yang paling baik adalah memasak jamur sesuai kebutuhan dan langsung dihabiskan.

 

ASI

Microwave memberikan panas yang tidak merata untuk ASI. Ada bagian pada susu yang akan menjadi sangat panas sehingga bisa melukai mulut sensitif bayi. Selain itu memanaskan ASI, baik dengan microwave atau direbus langsung diatas kompor, juga bisa merusak kandungan nutrisinya. Sehingga cara terbaik untuk menghangatkan ASI adalah dengan alat penghangat khusus atau meletakkan botol ASI di baskom berisi air hangat.

Telur rebus

Telur, masih dengan kulitnya atau sudah terkupas, sebaiknya dihindarkan dari proses penghangatan dengan microwave. Panas yang dihasilkan alat ini bisa meningkatkan uap panas di dalam telur. Panas yang terus-terusan terkumpul bisa menyebabkan ledakan. Bahayanya, ledakan ini mungkin saja terjadi saat telur sudah tersaji di meja dan siap Anda santap.

Cabai

Selain kemungkinan memberi sensasi pedas yang “membakar” mulut, cabai mungkin tidak terlihat berbahaya. Tapi lain ceritanya ketika Anda coba me-microwave si kecil ini. Ketika dipanaskan dalam microwave, cabai akan melepas kandungan capsaicin – zat yang membuat rasanya pedas. Ketika Anda membuka microwave, zat ini akan dilepaskan ke udara dan menimbulkan rasa panas membakar di mata dan tenggorokan apabila terhirup.

 

Tapi jika Anda cukup hati-hati dan tahu mana saja bahan makanan yang bisa dipanaskan dengan alat ini, microwave sebenarnya sangat membantu. Dengan microwave, Anda bisa dengan cepat menyajikan lagi masakan lezat yang Anda simpan di kulkas.

Atau olah lagi bahan dan sisa persedianmu jadi menu baru yuk! klik disini atau download Enakpedia untuk mendapatkan inspirasi resep yang mudah dan lebih tahan lama.

0 Komentar

Kirim Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rendah Lemak Belum Tentu Baik Karena…

Makanan yang dilabeli “rendah lemak” ternyata belum tentu lebih sehat! Ini lho penjelasannya.

Cuka Apel Bantu Bakar Lemak? Pikir Lagi!

Cuka apel jadi salah satu bahan yang belakangan ini banyak dipilih orang, untuk program diet. Mitos ini setengah salah dan setengah benar lho!

Telur Memang Mengandung Kolesterol, Tapi…

Bahan makanan yang satu ini memang mengandung kolesterol, tapi tidak ada bukti cukup yang menyebut kolesterol dari telur bisa mempengaruhi kolesterol dalam darah.

Makan Malam Hari Gak Bikin Gemuk Kok

Kita mungkin sering diberitahu bahwa makan malam bisa menyebabkan kegemukan. Tapi ternyata pendapat ini salah lho.

Tubuh Tidak Membutuhkan 8 Gelas Air Per Hari

Jumlah yang dianjurkan agar tubuh bisa berfungsi normal dan tidak sampai dehindrasi adalah 8 gelas per hari. Padahal, jumlah tersebut tidak selalu benar.

Bukan Bikin Sembelit, Buah Salak Justru Melancarkan BAB

Kebanyakan orang menghindari salak karena rumor yang menyebut buah ini bisa mengakibatkan konstipasi alias susah BAB. Padahal justru sebaliknya, masa sih!

Cuma Rebahan Bisa Bakar Kalori Lho. Kok Bisa?

Olahraga untuk bakar kalori udah biasa, tahukah kamu kalau rebahan termasuk jenis kegiatan yang juga membakar kalori? kok bisa ya?

Gak Semua Obat Herbal Aman Dikonsumsi Lho!

Nyatanya, gak semua herbal itu baik, aman dan bebas efek samping. Ketahui fakta dibalik obat herbal ini yuk!

Jangan Mau Tertipu, Wortel Tidak Bisa Menghilangkan Minus Mata

Sudah sering kan mendengar bahwa mengkonsumsi wortel akan baik bagi penglihatan kita, tahukah kamu bawa sebenarnya hal tersebut merupakan mitos?

SALAH KAPRAH: Susu Sapi Tidak Menyehatkan Tulang

Susu, selama ini selalu diidentikkan dengan kepadatan dan kekuatan tulang. Padahal kesehatan tulang gak selalu bergantung pada susu.

Jadwal Kegiatan

july

No Events

Download Kumpulan Resep

Online Store

X