Jangan bilang sudah keliling Indonesia kalau belum menginjakkan kaki di Bali. Walaupun ukurannya tidak terlalu besar, pulau ini jadi salah satu pulau paling populer di seluruh nusantara – bahkan di dunia, karena pulau ini memang cantik dan menawarkan pengalaman berpariwisata yang luar biasa. Kekayaan alam mulai dari pantai berair jernih dan biru dan bukit-bukit nan hijau berpadu sempurna dengan budaya khas Bali yang masih sangat kental.

Dikunjungi berapa kali pun, Bali tetap tempat yang menyenangkan dan membuat rindu. Dan kalau kamu emang sering kesana dan berpikir kamu udah tahu semua keindahan Bali, coba pikir lagi. Di episode #EkspedisiSEGARIS ini, kamu bakal dibuat sadar kalu Pulau Dewata masih punya “harta harun” yang mungkin belum pernah kamu temukan.

Setelah puas menikmati Bali, kamu juga akan diajak mencari harta lainnya di Indonesia. Tepatnya, di Bintan, Kepulauan Riau. Apa aja sih harta yang di maksud? Yuk terus baca untuk ikut merasakan serunya menemukan kecantikan tersembunyi di negeri kita tercinta ini!

Dewa-Dewa di Bawah Air

Melepas penat di Bali bukan hanya bisa dilakukan di pantai. Sesekali coba menyelami lautannya, dan saksikan sendiri sekeping Bali di bawah air. Di beberapa titik penyelaman, kamu bukan hanya akan bertemu ikan-ikan dan terumbu karang yang cantik, tapi juga patung dewa-dewi kepercayaan masyarakat Bali yang mayoritas beragama Hindu.

Salah satu tempat dimana kamu bisa menyaksikan patung-patung ini adalah di pura bawah laut Pemuteran, yang berada di Pantai Pamuteran, Buleleng. Pura bawah laut ini sempat membuat heboh para traveler dunia, karena dikira pura bersejarah yang baru ditemukan. Padahal, patung-patung yang ada disana memang sengaja ditenggelamkan beberapa tahun yang lalu untuk konservasi terumbu karang dan kepentingan pelestarian lingkungan di sekitarnya.

Di pura bawah laut ini terdapat lebih dari 30 patung dewa yang berjajar rapi, dan beberapa diantaranya sudah ditumbuhi karang-karang cantik. Gak salah kalau tempat ini disebut sebagai salah satu spot menyelam terbaik dan direkomendasikan sebagai salah satu tujuan wisata wajib di Asia oleh situs perjalanan internasional Lonely Planet.

Masih di kawasan Buleleng, kamu bisa geser sedikit ke Pantai Putri Menjangan untuk menyelam diantara sekitar 10 patung yang bercerita tentang kisah Putri Menjangan yang sdah sering dipentaskan dalam pertunjukan seni calonarang. Spot diving ini masih terbilang baru. Patung-patung yang berada di kedalaman 10-15 meter ini ditenggelamkan oleh komunitas Forum Konservasi Pulau Menjangan (FKPM) sebagai usaha melestarikan daerah Putri Menjangan.

Patung bawah laut lainnya bisa kamu temui di Pantai tulamben di Karangasem. Kawasan ini sudah terkenal sebagai lokasi penyelaman berkat keindahan karang, ikan-ikanya, serta adanya bangkai kapal perang Amerika USS Liberty. Kawasan ini jadi makin menarik untuk dikunjungi berkat adanya Suci’s Place, spot diving baru dimana kamu juga bisa berenang diantara patung-patung Hindu dan Buddha di kedalaman 9-17 meter.

Seribu Wajah Dewa Di Bintan

Bintan juga punya wisata patung yang tidak kalah mengesankan. Tepatnya di Tanjung Pinang terdapat Vihara Ksitigarbha Bodhisattva yang punya gak satu-dua patung, tapi ada ratusan. Di salah satu sisi banggunan ada segerombolan besar patung yang kalau diperhatikan punya ekspresi yang berbeda dari satu dengan lainnya. Saking banyaknya patung dan ekspresi wajah yang terpahat, tempat ini juga disebut Vihara Patung Seribu Wajah.

Kabarnya, wajah-wajah ini adalah representasi sifat-sifat manusia. Ada wajah tersenyum yang melambangkan kebaikan, wajah jahil, cemberut, tertawa, hingga wajah marah. Jumlah patung-patung ini sekitar 500 buah, dan katanya masih akan ditambah sampai genap berjumlah 1000. Dan itu masih ditambah patung-patung lain seperti patung Budha, patung anak kecil, patung naga dan lain-lain yang ada di sekitar bangunan ini.

Fakta lain yang juga menarik tentang patung-patung di vihara ini adalah bahan bakunya, yang didatangkan langsung dari Tiongkok. Bongkahan-bongkahan batu dibawa dari negeri tersebut ke Indonesia, baru kemudian diukir dengan detail luar biasa disini.

Vihara Ksitigarbha Bodhisattva ini sendiri dibangun oleh komunitas Tionghoa dari Indonesia dan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Vihara ini awalnya gak dibuka untuk umum, hanya untuk mereka yang mau beribadah aja. Tapi di tahun 2017, tempat ini mulai bisa dimasuki oleh siapapun, termasuk wisatawan lokal yang hanya dikenai tarif masuk Rp 5.000 per orang, dan wisatawan mancanegara yang dikenai Rp 30.000. Kamu bisa berkunjung mulau jam 8 pagi sampai 5 sore. Tapi hindari datang pada hari Rabu ya, karena biasanya tempat ini digunakan untuk ibadah pada hari tersebut.

Ragam Rasa Untuk Temani Ekspedisi Kamu

Ketika liburan ke Bali, ayam betutu atau sate lilit pasti jadi makanan khas yang kamu cari. Padahal masih ada banyak makanan khas yang bisa kamu icipi. Contohnya kaliadrem, sejenis roti yang biasanya diserbu untuk sajian pelengkap Upacara Galungan, jaje sumping yang mirip seperti nagasari dengan isian pisang, labu, atau kacang-kacangan, dan laklak yang mirip serabi dan disajikan dengan gula merah cair serta kelapa parut.

Kalau kamu keliling Bali untuk nyari jajanan diatas, kemungkinan kamu juga bakal ketemu dengan pisang rai yang mirip seperti pisang ijo khas Makassar, tapi gak dicampur ke dalam es dan kuah santan. Pisang rai cukup disajikan dengan kelapa parut yang gurih dan saus gula merah yang manis. Kepengen coba pisang rai juga? Kamu bisa bikin sendiri lho, dengan resep dari @FiberCreme_TV ini. Versi ini lebih enak dan creamy karena dibuat dengan pengganti susu dan santan @FiberCreme yang lebih rendah kandungan lemak dan kalorinya. Agar lebih unik, saus gula merahnya bisa kamu ganti dengan saus cokelat yang sama manisnya dan kasih cita rasa yang gak biasa.

Buat kamu yang lebih milih liburan ke Bintan, jangan lewatkan juga kesempatan cobain kuliner lokalnya. Karena Bintan kaya akan hasil lautnya, udah pasti kamu harus banyak makan seafood. Beberapa makanan laut yang wajib kamu coba adalah gonggong, sejenis siput yang banyak hidup di perairan Bintan. Bukan hanya enak, gonggong juga punya nilai gizi tinggi yang bermanfaat untuk pertumbuhan hormon dan meningkatkan stamina.

Lalu ada otak-otak khas Bintan, yang dibuat dari daging ikan giling dan punya warna kemerahan yang terang berkat bumbu-bumbunya yang berani. Tertarik dengan otak-otak Bintan yang udah pasti beda dengan otak-otak dari daerah kamu? Bikin sendiri aja yuk dengan resep ini. Tetep tambahin FiberCreme kesukaan kamu agar rasanya lebih lembut, creamy dan kandungan serat tingginya bisa ikut bantu jaga pencernaan kamu.

X