Mengapa Serat Itu Penting Bagi Tubuh?

Feb 23, 2018 | Artikel | 0 Komentar

Hai Foodiest, apakah kamu adalah salah satu orang yang begitu selektif dalam memilih makanan? Tentu saja, sekarang ini sehat bukan lagi menjadi kebutuhan, melainkan sudah menjadi gaya hidup bagi banyak orang.

Salah satunya, gaya hidup sehat dapat dilihat dari apa yang kita konsumsi sehari-hari. Misalnya, dengan mencukupi kebutuhan serat pangan harian agar system pencernaan lebih sehat lagi. Nah, begitu kamu mendengar kata serat, apa yang pertama terlintas di pikiran kamu?  Pasti yang pertama kamu pikirkan adalah sayur-sayuran dan buah-buahan saja ‘kan?

Padahal tak hanya itu, secara garis besar serat terbagi menjadi dua kelompok utama, yakni serat yang dapat larut, dan yang tak dapat larut dalam air. Gabungan diantara keduanya dinamakan dengan total serat. Mau tahu lebih banyak tentang kedua serat ini? Yuk kita kita simak perbedaannya.

 

Serat Tak Larut

Perlu kamu ketahui, serat tak larut ini dapat ditemukan di bahan makanan bertekstur kasar seperti pada buah-buahan, kacang, biji-bijian, dan sayuran. Disebut serat tak larut, karena jenis serat ini memang tidak dapat larut di dalam air.

Lalu, bagaimana cara kerja serat tak larut ini di dalam usus kita? Di dalam usus, serat tak larut ini tidak dipecah dan tidak dapat diserap dalam sistem pencernaan kita, sehingga menambah semacam ampas di dalam system pencernaan. Itulah mengapa serat tak larut ini dapat mencegah sembelit dan wasir.

 

Serat Larut

Kebalikan dari serat tak larut, serat larut ini mempunyai sifat yang  larut dalam air dan mengikat air tersebut. Serat larut makanan dapat bertindak dengan mengubah sifat isi saluran pencernaan menjadi lebih kental, sehingga menghambat penyerapan glukosa sehingga gula yang masuk ke sel-sel darah akan melambat, dan bahkan menjaga tingkat gula darah yang normal.

Nah, umumnya kita akan mendapati serat larut ini pada kacang-kacangan, gandum, buah, dan alpukat. Bahkan, FiberCreme juga termasuk ke dalam salah satu sumber serat larut. Karena itulah, FiberCreme ini juga mampu menghambat penyerapan glukosa dalam darah, memperlancar BAB, dan membuat perut merasakan kenyang lebih lama.

 

Sehat dengan Mencukupi Asupan Serat

Bagaimana, sekarang kamu jadi lebih tahu ‘kan tentang manfaat serat dan bagaimana serat mampu membuat sistem pencernaan kamu jadi lebih sehat? Bahkan, dikutip dari Health.com, berdasarkan penelitian dari Archives of Internal Medicine mengungkapkan, dalam jangka waktu 9 tahun, mengonsumsi banyak serat mampu menurunkan risiko kematian dari berbagai penyebab.

Dalam penelitian tersebut juga dijelaskan bahwa orang yang makan banyak serat sekitar 25 g/ hari untuk wanita dan 30 g /hari  mengalami 22% lebih rendah kemungkinan meninggal dibandingkan dengan orang yang mengonsumsi serat 10 g /hari. Bahkan, pada banyak kasus kematian akibat penyakit jantung, infeksi, dan penyakit pernapasan, diet tinggi serat mengurang 50% resiko penyakit-penyakit tersebut.

Jadi, kalau sudah tahu begini masih bilang kalau serat itu tak penting? Foodiest, yuk asupi kebutuhan serat pangan harian kita dengan makan-makanan yang sehat!

 

 

0 Komentar

Kirim Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dimasak VS Mentah, Mana Sayur Yang Lebih Baik?

Proses pemanasan banyak dibilang sebagai proses yang merusak gizi pada makanan. Sehingga banyak orang berpendapat sayuran yang disajikan mentah sudah pasti lebih baik daripada yang harus melalui proses perebusan.

SALAH KAPRAH: Buah Memang Sehat, Tapi…

Buah-buahan udah lama dikenal sebagai salah satu bahan makanan yang sehat. Tapi ada juga fakta lain dari buah…

Ngantuk Karena Kangkung Mitos atau Fakta?

Banyak yang bilang mendapat efek ngantuk setelah mengonsumsi kangkung. Padahal gak ada bukti ilmiah lho!

Gak Makan Cokelat Karena Takut Jerawat? Rugi Dong!

Makan cokelat bikin jerawat? Memang ada beberapa yang jadi jerawatan setelah makan cokelat. Tapi kemungkinan sih itu cuma kebetulan.

Katanya Sering Ngemil Gak Baik untuk Tubuh. Padahal…

Cemilan jadi salah satu jenis makanan yang paling dihindari kala kamu sedang diet. Padahal, gak semua cemilan menimbulkan efek yang gak baik untuk tubuh.

Libur Olahraga, Siap-Siap Otot Kamu Jadi Lemak

Otot yang sudah susah-susah kamu bentuk emang bisa berubah jika kamu berhenti berolahraga. Tapi bukan berubah jadi lemak seperti kata mitos ya!

Rendah Lemak Belum Tentu Baik Karena…

Makanan yang dilabeli “rendah lemak” ternyata belum tentu lebih sehat! Ini lho penjelasannya.

Cuka Apel Bantu Bakar Lemak? Pikir Lagi!

Cuka apel jadi salah satu bahan yang belakangan ini banyak dipilih orang, untuk program diet. Mitos ini setengah salah dan setengah benar lho!

Telur Memang Mengandung Kolesterol, Tapi…

Bahan makanan yang satu ini memang mengandung kolesterol, tapi tidak ada bukti cukup yang menyebut kolesterol dari telur bisa mempengaruhi kolesterol dalam darah.

Makan Malam Hari Gak Bikin Gemuk Kok

Kita mungkin sering diberitahu bahwa makan malam bisa menyebabkan kegemukan. Tapi ternyata pendapat ini salah lho.

Jadwal Kegiatan

august

No Events

Download Kumpulan Resep

Online Store

X