Home / Update / Cara Memilih Raket Tenis yang Tepat, Pemula Jangan Asal Beli!

Cara Memilih Raket Tenis yang Tepat, Pemula Jangan Asal Beli!

oleh | Sep 3, 2026 | Artikel, Update

Baru mulai rutin main tenis dan akhirnya kepikiran punya raket sendiri? Begitu mulai cari-cari, pilihannya ternyata jauh lebih banyak dari yang dibayangkan. Ada raket dengan ukuran kepala besar, ada yang lebih kecil. Beratnya juga beda-beda, belum lagi ukuran grip, balance, sampai pola senarnya. Kalau baru mulai main, semua spesifikasi itu memang bisa bikin bingung. Apalagi kalau selama ini cuma pakai raket pinjaman dari teman atau tempat latihan. Begitu mau beli sendiri, rasanya semua raket terlihat sama-sama bagus. 

Padahal, raket yang cocok buat satu pemain belum tentu nyaman buat pemain lainnya. Karena itu, cara memilih raket tenis sebaiknya nggak cuma berdasarkan desain, warna, atau raket yang dipakai pemain favorit. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya raket terasa nyaman saat dipakai dan sesuai dengan kemampuan bermainmu. Yuk, cek satu per satu! 

Kenapa Memilih Raket Tenis yang Tepat Itu Penting? 

Raket adalah salah satu perlengkapan yang bakal terus kamu gunakan selama bermain tenis. Kalau raket terasa terlalu berat, tangan bisa lebih cepat lelah. Sebaliknya, raket yang terlalu ringan mungkin terasa lebih mudah diayunkan, tapi belum tentu memberikan sensasi yang kamu cari saat memukul bola. 

Belum lagi soal ukuran grip. Pegangan yang nggak nyaman bisa bikin kamu terlalu kuat menggenggam raket atau malah sulit mengontrolnya. Makanya, sebelum membeli, ada baiknya memahami kebutuhan permainan sendiri dulu. 

Buat pemula, fokus utamanya nggak harus mencari raket dengan spesifikasi paling canggih. Yang penting adalah raket terasa nyaman, mudah dikendalikan, dan membantu kamu membangun teknik dengan lebih konsisten. 

Cara Memilih Raket Tenis yang Tepat 

Masih bingung harus mulai dari mana? Berikut beberapa cara memilih raket tenis yang perlu kamu perhatikan agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan gaya bermainmu.

1. Sesuaikan dengan Level Permainan

Hal pertama yang perlu dipertimbangkan adalah level permainanmu. Kalau baru mulai belajar, cari raket yang relatif mudah dikendalikan dan punya area pukul yang cukup nyaman. Kamu belum perlu buru-buru memilih raket dengan karakter yang menuntut teknik sangat presisi. 

Buat pemain yang sudah lebih rutin bermain, pilihan raket biasanya mulai disesuaikan dengan gaya permainan. Ada yang mencari kontrol lebih baik, ada yang ingin power tambahan, dan ada juga yang lebih mementingkan kemudahan bermanuver saat bermain doubles. 

Jadi sebelum beli, coba jujur dulu sama level sendiri. Nggak perlu memilih raket yang terlalu demanding hanya karena kelihatannya keren. Yang dipakai tetap buat main, bukan buat pajangan di tennis bag.

2. Perhatikan Berat Raket

Berat raket punya pengaruh cukup besar terhadap kenyamanan saat bermain. Raket yang lebih ringan biasanya lebih mudah diayunkan dan dimanuver. Karakter seperti ini bisa terasa nyaman buat pemain yang baru belajar atau masih membangun teknik. 

Sementara raket yang lebih berat bisa memberikan sensasi lebih stabil saat kontak dengan bola, tetapi membutuhkan kekuatan dan teknik yang lebih matang untuk digunakan dalam waktu lama. Kalau raket terasa berat bahkan hanya setelah beberapa kali melakukan swing, mungkin kamu perlu mempertimbangkan pilihan yang lebih ringan. 

Ingat, satu sesi tenis bisa berlangsung cukup lama. Raket yang terasa baik saat dicoba selama satu menit belum tentu tetap nyaman setelah main beberapa set.

3. Cek Ukuran Head Raket

Bagian permukaan raket tempat senar terpasang biasa disebut head. Ukuran head bisa berbeda antara satu raket dan lainnya. Head yang lebih besar umumnya memberikan area pukul atau sweet spot yang lebih luas. Buat pemain yang masih belajar konsisten mengenai bola di tengah senar, hal ini tentu cukup membantu. 

Sementara ukuran head yang lebih kecil biasanya menawarkan karakter kontrol yang lebih presisi dan banyak digunakan pemain yang teknik pukulannya sudah lebih matang. Buat pemula, nggak ada salahnya memilih ukuran head yang cukup forgiving. Forehand belum selalu kena tengah raket? Masih wajar banget.

4. Jangan Lupakan Ukuran Grip

Nah, bagian ini kadang kurang diperhatikan saat memilih raket tenis. Padahal ukuran grip berpengaruh langsung terhadap kenyamanan tangan. Grip yang terlalu besar bisa membuat genggaman terasa kurang natural. Sebaliknya, grip yang terlalu kecil juga bisa membuat kamu menggenggam raket terlalu kuat agar tetap terasa stabil. 

Karena ukuran tangan setiap orang berbeda, sebaiknya coba pegang raket terlebih dahulu sebelum membeli. Kalau memungkinkan, lakukan beberapa gerakan forehand dan backhand sederhana untuk melihat apakah raket terasa nyaman. Jangan cuma pegang lima detik lalu langsung yakin.

5. Kenali Balance Raket

Selain berat total, distribusi berat raket juga perlu diperhatikan. Ada raket yang terasa lebih berat di bagian kepala atau head-heavy, ada yang lebih berat di bagian pegangan atau head-light, dan ada juga yang memiliki balance lebih netral. Raket dengan berat yang lebih terasa di kepala bisa memberikan tambahan dorongan saat memukul bola. 

Sementara raket yang terasa lebih ringan di bagian kepala biasanya lebih mudah dimanuver, terutama saat harus bereaksi cepat. Buat yang suka main doubles dan cukup sering berada di depan net, raket yang mudah digerakkan tentu bisa terasa menyenangkan. Tapi sekali lagi, nggak ada satu balance yang otomatis paling bagus untuk semua pemain. Yang paling penting tetap kenyamanan saat digunakan.

6. Perhatikan Senar dan Tegangannya

Raket dan senar adalah satu paket yang sama-sama memengaruhi feel saat memukul bola. Jenis senar dan tingkat ketegangannya bisa memberikan sensasi permainan yang berbeda. 

Secara umum, senar dengan ketegangan tertentu bisa memberikan karakter kontrol atau power yang berbeda. Namun buat pemula, nggak perlu langsung terlalu pusing dengan berbagai kombinasi string yang rumit. Mulai saja dari setting yang nyaman dan sesuai rekomendasi raket. Setelah lebih sering bermain, kamu biasanya mulai punya preferensi sendiri. 

Mungkin kamu merasa bola terlalu sulit dikontrol, atau justru ingin sedikit lebih banyak power. Dari situ, barulah setting senar bisa mulai dieksplorasi.

7. Kalau Bisa, Coba Raket Sebelum Membeli

Spesifikasi di atas kertas memang membantu, tapi feel saat digunakan tetap sulit digantikan. Kalau ada kesempatan mencoba raket teman, rental, atau demo racket sebelum membeli, manfaatkan. Coba beberapa forehand, backhand, servis, dan volley. 

Perhatikan apakah raket terasa nyaman ketika diayunkan, apakah tangan cepat lelah, dan apakah kamu cukup mudah mengontrol arah bola. Kadang raket yang secara spesifikasi terlihat sempurna ternyata kurang klik saat benar-benar dipakai. 

Sebaliknya, raket yang awalnya nggak masuk daftar pilihan justru bisa terasa paling nyaman. Mirip cari partner doubles juga, ya. Kadang chemistry baru kelihatan setelah dicoba bareng di court. 

Raket Mahal Pasti Bikin Permainan Lebih Bagus? 

Belum tentu. Raket yang lebih mahal memang bisa menawarkan material atau teknologi tertentu, tapi bukan berarti otomatis membuat permainan langsung naik level. Kalau teknik dasar belum konsisten, raket mahal pun nggak bisa tiba-tiba membuat semua forehand masuk garis. 

Buat pemula, jauh lebih penting memilih raket yang nyaman dan sesuai kemampuan. Budget sisanya bisa dipakai buat latihan. Karena pada akhirnya, yang bikin permainan berkembang tetap jam terbang, bukan sekadar harga raket. 

Kapan Waktunya Ganti Raket?

 

Kalau sudah punya raket, bukan berarti harus buru-buru ganti begitu melihat model baru. Selama raket masih nyaman digunakan dan sesuai kebutuhan permainan, nggak ada masalah untuk terus memakainya. Tapi seiring permainan berkembang, kebutuhan bisa ikut berubah. 

Misalnya dulu kamu lebih membutuhkan raket yang mudah menghasilkan power, tapi sekarang mulai mencari kontrol lebih baik. Atau kamu semakin sering bermain doubles dan ingin raket yang lebih cepat dimanuver di depan net. Nah, di fase seperti itu, mencoba spesifikasi berbeda bisa jadi masuk akal. Yang penting, jangan ganti raket hanya karena teman baru beli raket baru. Racun tennis memang nyata, tapi tetap tahan dulu. 

Sudah Ketemu Raket yang Cocok? Saatnya Bawa ke Suasana Pertandingan 

Kalau sudah memahami cara memilih raket tenis, menemukan raket yang nyaman, dan mulai rutin latihan bareng partner, mungkin kamu mulai penasaran mencoba atmosfer pertandingan yang sesungguhnya. Buat pemain perempuan yang nyaman bermain doubles, FiberCreme Tennis Cup 2026 bisa masuk agenda. 

Turnamen ini akan digelar pada 19–20 September 2026 di Ancol Tennis Warehouse (ATW), Jakarta. FiberCreme Tennis Cup 2026 menghadirkan kategori Women’s Doubles Team untuk level Upper Beginner, Low Intermediate, dan Intermediate. Ada juga kategori Women’s Doubles Individual untuk level Low Beginner. 

Jadi, bukan cuma pemain yang sudah lama bertanding yang bisa merasakan atmosfer turnamen. Kamu bisa memilih kategori yang paling sesuai dengan level permainanmu. FiberCreme Tennis Cup 2026 juga hadir sebagai bagian dari perayaan 9 tahun FiberCreme dengan semangat PLAY. FUEL. FEEL GOOD. Event ini nggak cuma menghadirkan kompetisi tenis, tetapi juga mempertemukan olahraga, kuliner, komunitas, kesehatan, dan lifestyle dalam satu pengalaman. 

Baca juga: Cari Turnamen Tenis di Jakarta September 2026? Yuk, Kenalan dengan FiberCreme Tennis Cup 2026

Raket Sudah Siap, Partner Sudah Klik? Yuk, Turun ke Court! 

Pada akhirnya, cara memilih raket tenis yang tepat bukan soal mencari raket paling mahal atau spesifikasi paling canggih. Cari yang sesuai level permainan, nyaman digenggam, beratnya pas, dan enak digunakan untuk gaya bermainmu. Kalau masih ragu, coba beberapa pilihan sebelum membeli. Semakin sering main, kamu juga akan semakin mengerti karakter raket seperti apa yang paling cocok. 

Nah, kalau raket sudah siap, latihan makin rutin, dan partner doubles sudah klik, saatnya coba tantangan berikutnya. Yuk, daftar FiberCreme Tennis Cup 2026! Untuk informasi dan registrasi, kamu bisa menghubungi: 

Dorthy: 0877-8433-9701
Albert: 0816-1110-656 

Jangan lupa follow @fibercreme, @ancoltenniswrhouse, dan @infinitetournament di Instagram untuk mendapatkan update terbaru seputar event. Sekarang tinggal masukkan raket ke tennis bag, ajak partner terbaikmu, dan lanjut latihan sebelum match day. 

Let’s PLAY, FUEL, and FEEL GOOD di FiberCreme Tennis Cup 2026! 

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terbaru

Mie Instan Lebih Creamy dan Nikmat Tanpa Banyak Bahan

Namun, menyajikan mie dengan cara yang sama terus-menerus kadang terasa membosankan. Salah satu cara agar membuat mie instan lebih berbeda adalah dengan membuatnya lebih creamy. Kalau begini, kita biasanya langsung memikirkan untuk menambah susu, mayones, atau keju....

Mie Instan Pakai Sayur Tetap Enak dengan Cara Ini

Saat ingin makan mie instan, banyak orang langsung mengambil telur dan sayuran dari kulkas. Rasanya lebih tenang karena semangkuk mi tidak hanya berisi mi dan bumbu. Ada sayur yang menambah vitamin, mineral, dan serat, lalu telur sebagai sumber protein yang...

Sekalinya Makan Mie Instan, Tambahkan 5 Bahan Ini!

Mie instan sering menjadi jawaban saat ingin makan enak tanpa menunggu lama. Namun, setelah menikmatinya hari ini, biasanya muncul pertanyaan yang sama: sebenarnya, kapan lagi nih kita boleh menikmati mie instan? Sampai saat ini, tidak ada rekomendasi resmie tentang...

Cara Menjaga Fokus Saat Bermain Tenis, Biar Nggak Buyar di Tengah Match

Game pertama masih aman. Rally cukup panjang, serve masuk, dan rasanya semua sesuai rencana. Lalu satu forehand keluar. Poin berikutnya double fault. Belum sempat move on, kepala sudah mulai ramai:  “Kenapa tadi dipukul ke sana, ya?”  “Jangan sampai error lagi.” ...

Latihan Tenis untuk Pemula, Mulai dari Basic Biar Makin Pede di Court

Baru mulai tenis biasanya ada satu keinginan yang sama,  Pengen cepat bisa rally. Baru dua kali latihan, sudah membayangkan forehand cross-court yang rapi, serve masuk terus, sampai volley cantik di depan net. Begitu benar-benar pegang raket? Bolanya kadang kena...

Resep Terbaru

Resep Mushroom Chicken Ramen
Resep Mushroom Chicken Ramen

Resep Mushroom Chicken Ramen 15 gram FiberCreme1 bungkus mie instan rasa ayam bawang2 butir telur rebus150 gram paha ayam fillet3 buah jamur shitake1 batang daun bawangBumbu3 sdm kecap asin50 ml air2 cm jahe1/2 sdm gula pasir1/4 sdt kaldu jamur Rebus kecap asin, air,...

Resep Mie Godhog Jawa ala William Wongso
Resep Mie Godhog Jawa ala William Wongso

Resep Mie Godhog Jawa ala William Wongso 50 gram FiberCreme250 gram mie telur (hokian) rebus50 gram kol50 gram sawi hijau120 gram ayam rebus1 butir telur1 gram lada3 gram garam600 ml airBumbu Halus15 gram bawang putih30 gram bawang merah10 gram kemiri3 gram ebi60 ml...

Resep Coffee Ube Halaya
Resep Coffee Ube Halaya

  Resep Coffee Ube Halaya 40 gram FiberCreme110 ml air hangat1 shot espresso50 gram ube halaya90 gram es batu Larutkan FiberCreme dengan air hangat. Tuang ube halaya ke dalam gelas, tambahkan larutan FiberCreme dan aduk merata. Masukkan es batu dan espresso....

Resep Mie Koclok Cirebon ala William Wongso
Resep Mie Koclok Cirebon ala William Wongso

  Resep Mie Koclok Cirebon ala William Wongso 60 gram FiberCreme25 gram tepung maizena70 ml air hangat500 gram dada ayam1500 ml air (untuk merebus ayam)2 lembar daun salam1 batang serai1 gram garam500 gram mie basah hokian3 butir telur rebus200 gram cumi rebus150...

Resep Creamy Gochujang
Resep Creamy Gochujang

  Resep Creamy Gochujang 35 gram FiberCreme1 pack korean instant noodle7 gram bawang merah7 gram bawang putih10 gram daun bawang20 ml olive oil80 gram daging sapi giling450 ml air15 gram peanut butter30 gram gochujang sauce15 gram saus tiramPakcoyTelur rebusGyoza...