Inilah Kenapa Makanan Berserat Jauhkan Resiko Penyakit Jantung

Nov 23, 2018 | Artikel, Berita | 0 Komentar

Serat sudah banyak dikenal sebagai salah satu hal yang menunjang gaya hidup sehat. Sudah bukan rahasia lagi kalau serat sangat baik pencernaan, mulai dari membantu proses pengolahan makanan di dalam usus hingga memperlancar buang air besar.

Tapi bukan itu saja. Serat ternyata juga baik untuk mengurangi resiko terkena serangan jantung. Ya. Salah satu penyakit paling mematikan di dunia tersebut bisa dihindari jika kita rutin mengonsumsi serat. Bagaimana bisa?

Pertama-tama, serangan jantung terjadi ketika pasokan darah ke jantung terhenti akibat terjadi penyumbatan di satu atau lebih pembuluh darah. Penyumbatnya bisa berupa penggumpalan darah yang disebut trombus, penumpukan lemak, penumpukan kolesterol atau lainnya.

Penyakit jantung koroner, yaitu kondisi dimana terjadi penyumbatan di arteri koroner, adalah satu kasus yang paling umum mengakibatkan serangan jantung. Perokok, penderita diabetes, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, orang obesitas dan penyuka makanan berlemak adalah kelompok yang rentan terkena penyakit berbahaya ini.

Jadi siapapun bisa terkena serangan jantung, tidak peduli tua atau muda, perempuan atau laki-laki – walaupun resikonya memang akan meningkat seiring bertambahnya usia. Dan daripada mengobati, yuk mulai hidup lebih sehat salah satunya dengan memperbanyak konsumsi serat.

Serat terbagi jadi dua jenis, serat yang tidak larut dalam air (insoluble fiber) dan serat yang larut dalam air (soluble fiber). Serat tidak larut tidak bisa diproses oleh tubuh atau larut dalam air ketika melewati saluran pencernaan, sehingga akan keluar dalam bentuk relatif utuh bersama feses. Jenis serat ini baik untuk mencegah masalah buang air besar.

Sementara itu, serat larut memiliki karakteristik menyerap air dan membentuk semacam gel di dalam pencernaan yang fungsinya adalah memperlambat proses pencernaan. Jenis serat ini yang membuat perut jadi kenyang lebih lama. Serat ini juga dapat mengikat kolesterol sehingga menurunkan kadar “kolesterol jahat” LDL dalam darah.

Setiap orang dianjurkan untuk mengonsumsi 25-30 gram serat per hari. Sumber serat termasuk sayur, buah, beras merah, gandum utuh, biji-bijian dan kacang-kacangan. Kalau ingin cara lebih nikmat untuk mengonsumsi serat, yuk coba FiberCreme.

Merupakan sumber serat tinggi, FiberCreme dapat dicampur ke makanan dan minuman favorit Anda supaya menjadikannya lebih tinggi serat. Selain itu krimer serbaguna ini juga punya rasa super creamy dan enak, namun dengan kandungan lemak, kalori dan gula yang jauh lebih rendah. Ditambah lagi, FiberCreme bebas dari kolesterol dan lemak trans, sehingga relatif aman untuk penderita kolesterol tinggi, penderita diabetes, dan siapapun yang sedang berusaha menurunkan berat badan.

 

0 Komentar

Kirim Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dimasak VS Mentah, Mana Sayur Yang Lebih Baik?

Proses pemanasan banyak dibilang sebagai proses yang merusak gizi pada makanan. Sehingga banyak orang berpendapat sayuran yang disajikan mentah sudah pasti lebih baik daripada yang harus melalui proses perebusan.

SALAH KAPRAH: Buah Memang Sehat, Tapi…

Buah-buahan udah lama dikenal sebagai salah satu bahan makanan yang sehat. Tapi ada juga fakta lain dari buah…

Ngantuk Karena Kangkung Mitos atau Fakta?

Banyak yang bilang mendapat efek ngantuk setelah mengonsumsi kangkung. Padahal gak ada bukti ilmiah lho!

Gak Makan Cokelat Karena Takut Jerawat? Rugi Dong!

Makan cokelat bikin jerawat? Memang ada beberapa yang jadi jerawatan setelah makan cokelat. Tapi kemungkinan sih itu cuma kebetulan.

Katanya Sering Ngemil Gak Baik untuk Tubuh. Padahal…

Cemilan jadi salah satu jenis makanan yang paling dihindari kala kamu sedang diet. Padahal, gak semua cemilan menimbulkan efek yang gak baik untuk tubuh.

Libur Olahraga, Siap-Siap Otot Kamu Jadi Lemak

Otot yang sudah susah-susah kamu bentuk emang bisa berubah jika kamu berhenti berolahraga. Tapi bukan berubah jadi lemak seperti kata mitos ya!

Rendah Lemak Belum Tentu Baik Karena…

Makanan yang dilabeli “rendah lemak” ternyata belum tentu lebih sehat! Ini lho penjelasannya.

Cuka Apel Bantu Bakar Lemak? Pikir Lagi!

Cuka apel jadi salah satu bahan yang belakangan ini banyak dipilih orang, untuk program diet. Mitos ini setengah salah dan setengah benar lho!

Telur Memang Mengandung Kolesterol, Tapi…

Bahan makanan yang satu ini memang mengandung kolesterol, tapi tidak ada bukti cukup yang menyebut kolesterol dari telur bisa mempengaruhi kolesterol dalam darah.

Makan Malam Hari Gak Bikin Gemuk Kok

Kita mungkin sering diberitahu bahwa makan malam bisa menyebabkan kegemukan. Tapi ternyata pendapat ini salah lho.

Jadwal Kegiatan

august

No Events

Download Kumpulan Resep

Online Store

X