Harta karun terpendam benar-benar ada di Indonesia. Tapi jangan keburu membayangkan perhiasan, duit, emas batangan atau logam mulia lain seperti yang biasa kamu lihat di film-film ya! Karena “harta karun terpendam” itu hanya kiasan untuk menggambarkan keberadaan banyak gua yang cantik dan menakjubkan.

Ya, memang kekayaan Indonesia gak hanya berupa gunung yang tinggi menjulang ataupun laut yang biru terhampar. Di beberapa daerah, keindahan itu bisa ditemukan jauh di dalam tanah dalam bentuk gua-gua dengan stalaktit dan stalagmitnya yang unik.

Jadi terinspirasi kan untuk menjadikan gua-gua di Nusantara sebagai destinasi wisata kamu selanjutnya? Buat yang masih bingung mau berkunjung ke goa mana duluan, yuk ikuti #EkspedisiSEGARIS jalan-jalan ke Pacitan, Jawa Timur dan Pulau Kei, Maluku untuk mengunjungi dua gua yang bikin kamu pengen segera berkemas dan langsung ikut liburan kesana.

Goa paling cantik di Asia Tenggara, Goa Gong

Pertama-tama yuk ke Pacitan dulu yang dikenal sebagai kota 1001 gua. Julukan ini cocok disematkan ke Pacitan, karena di kota ini emang terdapat banyak banget gua – termasuk Goa Gong yang udah sangat populer. Dihiasi stalaktit dan stalagmit yang diukir dengan sangat indah oleh alam, tempat ini disebut sebagai gua paling indah di seluruh Asia Tenggara.

Menurut cerita warga sekitar, Goa Gong ditemukan di tahun 1930an oleh dua warga yang sedang mencari sumber mata air di tengah kemarau berkepanjangan di Pacitan. Dua warga bernama Mbah Joyorejo dan Mbah Noyosemito ini menemukan lubang, yang kemudian jadi lokasi gua ini. Konon gua ini diberi nama begitu karena sering terdengar suara menyerupai gong dari dalam gua ketika malam hari. Namun cerita lain mengatakan bahwa disana terdapat satu ruangan berisi batu yang ketika diketuk akan mengeluarkan suara menggema seperti gong.

Saat ini Goa Gong sudah terawat dengan sangat baik dan dilengkapi penerangan yang cukup memadai. Bahkan pada beberapa titik dipasang lampu berwarna-warni yang bakal membuat kamu merasa seperti berada di negeri dongeng. Sudah ada anak-anak tangga dan pagar pengaman yang akan membantu kamu berjalan menaiki atau menuruni gua dengan lorong sepanjang 256 meter ini.

Dengan panjang segitu, kamu butuh sekitar 2 jam untuk menyusuri setiap lorong dan bagian dalam gua. Tapi perjalanan kamu di dalam sana gak akan terasa melelahkan kok, karena ada banyak bebatuan, stalakmit dan stalagtit yang siap membuat kamu kagum. Ditambah lagi, kamu bisa juga merasakan sendiri segarnya mata air atau sendang yang punya cerita dan khasiat sendiri-sendiri.

Beberapa mata air disana diantaranya adalah Sendang Penguripan yang dulu jadi sumber mata air bagi warga ketika kemarau panjang, Sendang Bidadari yang katanya pernah jadi tempat terlihatnya seorang wanita cantik, Sendang Larung Nistho yang dipercaya bisa membuang sial, serta Sendang Jampi Rogo yang katanya bisa menyembuhkan berbagai penyakit.

Pengen membuktikan sendiri khasiatnya? Goa Gong berada di Dusun Pule, Desa Bomo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Letaknya sekitar 35 kilometer ke arah barat dari pusat kota Pacitan.

Tapi rekreasi ke Pacitan jangan hanya mampir ke Goa Gong aja. Gak jauh dari sana ada Goa Tabuhan yang sama eksotis dan populernya. Lalu masih ada banyak goa lain yang bisa kamu datangi, seperti Goa Somopuro yang juga cantik, dan Goa Luweng Ombo yang cocok untuk kamu pecinta wisata ekstrim.

Pesona gua dengan air super jernih, Goa Hawang

Kalau kamu biasanya mengeksplor gua dengan berjalan kaki, di Maluku Tenggara, ada gua yang bisa kamu jelajahi sambil berenang. Ya, harta karun terpendam selanjutnya adalah Goa Hawang. Terletak di Desa Letvuan, Pulau Kei Kecil, gua ini jadi jujugan wisatawan karena permukaan tanahnya tertutupi air yang sangat jernih. Saking jernihnya, kamu bisa lihat bebatuan dan stalaktit dengan sangat jelas walaupun letaknya ada di kedalaman yang lumayan.

Gak ada yang tahu pasti kapan dan siapa yang pertama kali menemukan gua ini. Tapi menurut warga sekitar, gua ini sudah ditemukan oleh tetua sejak lama. Nama Goa Hawang sendiri, yang berarti “ gua arwah,” diambil dari cerita legenda tentang pemburu dan anjingnya yang dikutuk menjadi batu.

Pemburu tersebut bersama kedua anjingnya diceritakan sedang mengejar seekor babi hutan yang kemudian menghilang setelah masuk ke dalam goa ini. Si pemburu yang kehausan dan kelelahan lalu meminum air gua, yang katanya terasa pahit saat itu. Si pemburu yang marah lalu mengumpat. Bersama para anjingnya, dia pun dikutuk menjadi batu yang masih bisa kamu lihat di sana.

Karena cerita ini, penduduk percaya bahwa gua ini didiami arwah atau roh. Mereka juga percaya bahwa tempat ini harus dijaga agar tetap suci. Jadi, kamu dilarang keras untuk bicara kotor di tempat ini. Bagi para perempuan yang sedang “kotor” atau menstruasi sebaiknya juga gak masuk ke dalam.

Goa Hawang ini bisa kamu capai setelah perjalanan yang lumayan panjang. Dari kota asal, kamu bisa menuju Ambon dulu. Dari sana kamu bisa naik pesawat dari Bandara Pattimura menuju Bandara Dumatubun di Langgur. Setelah itu, kamu masih harus menempuh jarak 15 kilometer dengan angkutan umum atau kendaraan sewaan untuk sampai ke Goa Hawang.

Selain stamina, persiapkan perbekalan juga karena kamu mungkin gak bakal menemukan penjual makanan dan minuman di sekitar tempat ini. Siapkan bekal tinggi serat kamu yuk dengan FiberCreme yang juga bikin masakan kamu lebih rendah lemak, rendah kalori dan rendah gula. Bingung mau bikin bekal yang praktis dan cepat? Cek inspirasi resep dari @FiberCreme_TV!

X