Serupa Tak Sama, Ini Beda Fungsi Daun Suji dan Pandan!

Apr 3, 2020 | Artikel | 0 Komentar

Ketika masak, terlebih kue-kue tradisional, resep yang Anda gunakan mungkin menyarankan penggunaan daun suji atau pandan sebagai pewarna. Kedua daun ini memang umum diekstrak untuk digunakan sebagai pewarna hijau alami.

Meski sering dipakai untuk menggantikan satu sama lain, ternyata kedua daun ini berbeda sekali lho. Baca yuk apa saja bedanya, agar Anda tidak salah menggunakan daun untuk masakan yang sedang Anda buat!

Tampilan

 

Daun pandan punya daun memanjang dan runcing yang lebih kaku dengan tulang daun di bagian tengah yang terlihat jelas. Daun pandan yang tua juga memiliki duri-duri yang tajam di sisi daunnya. Dari segi warna, daun pandan punya warna hijau yang cenderung muda dan memiliki wangi khas ketika dicium dalam jarah dekat.

Daun suji memang memiliki bentuk tanaman dan daun yang mirip. Tapi ketika dilihat lebih dekat, daun suji tidak memiliki tulang daun yang menonjol dan bentuknya lebih bulat. Daun suji juga tidak memiliki wangi seperti daun pandan.

Kegunaan utama

Daun pandan utamanya dimanfaatkan sebagai pemberi aroma pada makanan. Karena ketika digunakan sebagai bahan pewarna, daun pandan menghasilkan hijau yang lebih pucat dan kurang terang. Sementara itu, Anda disarankan untuk menggunakan daun suji jika menginginkan warna hijau yang lebih pekat. Namun daun suji tidak akan memberikan aroma pada masakan.

Masakan yang cocok

Daun suji yang memberi warna hijau lebih pekat cocok untuk digunakan pada kue-kue basah dengan warna hijau seperti klepon, pisang hijau dan putu ayu. Sementara itu, daun pandan dapat digunakan pada kue-kue atau makanan yang juga mengunggulkan aroma wangi, seperti bubur sumsum, kolak, roti pandan, talam dan puding.

Masih ada banyak lho masakan yang bisa Anda buat dengan kedua daun ini. Coba cek @FiberCreme_TV di Instagram aja untuk dapatkan inspirasi. Atau Anda punya resep andalan yang ingin Anda bagi? Download Enakpedia di Google Playstore sekarang untuk mulai bagi resep kesayangan Anda.

0 Komentar

Kirim Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rendah Lemak Belum Tentu Baik Karena…

Makanan yang dilabeli “rendah lemak” ternyata belum tentu lebih sehat! Ini lho penjelasannya.

Cuka Apel Bantu Bakar Lemak? Pikir Lagi!

Cuka apel jadi salah satu bahan yang belakangan ini banyak dipilih orang, untuk program diet. Mitos ini setengah salah dan setengah benar lho!

Telur Memang Mengandung Kolesterol, Tapi…

Bahan makanan yang satu ini memang mengandung kolesterol, tapi tidak ada bukti cukup yang menyebut kolesterol dari telur bisa mempengaruhi kolesterol dalam darah.

Makan Malam Hari Gak Bikin Gemuk Kok

Kita mungkin sering diberitahu bahwa makan malam bisa menyebabkan kegemukan. Tapi ternyata pendapat ini salah lho.

Tubuh Tidak Membutuhkan 8 Gelas Air Per Hari

Jumlah yang dianjurkan agar tubuh bisa berfungsi normal dan tidak sampai dehindrasi adalah 8 gelas per hari. Padahal, jumlah tersebut tidak selalu benar.

Bukan Bikin Sembelit, Buah Salak Justru Melancarkan BAB

Kebanyakan orang menghindari salak karena rumor yang menyebut buah ini bisa mengakibatkan konstipasi alias susah BAB. Padahal justru sebaliknya, masa sih!

Cuma Rebahan Bisa Bakar Kalori Lho. Kok Bisa?

Olahraga untuk bakar kalori udah biasa, tahukah kamu kalau rebahan termasuk jenis kegiatan yang juga membakar kalori? kok bisa ya?

Gak Semua Obat Herbal Aman Dikonsumsi Lho!

Nyatanya, gak semua herbal itu baik, aman dan bebas efek samping. Ketahui fakta dibalik obat herbal ini yuk!

Jangan Mau Tertipu, Wortel Tidak Bisa Menghilangkan Minus Mata

Sudah sering kan mendengar bahwa mengkonsumsi wortel akan baik bagi penglihatan kita, tahukah kamu bawa sebenarnya hal tersebut merupakan mitos?

SALAH KAPRAH: Susu Sapi Tidak Menyehatkan Tulang

Susu, selama ini selalu diidentikkan dengan kepadatan dan kekuatan tulang. Padahal kesehatan tulang gak selalu bergantung pada susu.

Jadwal Kegiatan

july

No Events

Download Kumpulan Resep

Online Store

X