STOP Percaya 5 Mitos Tentang Makanan Ini!

Mei 17, 2019 | Artikel, Berita

“Jangan makan ini, nanti begini,” … “Dibeginikan lho, biar lebih sehat daripada dibegitukan!”

Pernah dapat larangan-larangan seperti ini? Sering kan pastinya, karena emang ada banyak banget mitos-mitos tentang makanan yang beredar di masyarakat. Dan mitos-mitos ini sangat dipercaya walaupun tanpa sumber dan pembuktian yang ilmiah. Padahal, tidak semua yang Anda dengar itu benar lho!

Contohnya ya beberapa mitos dibawah ini, yang dirangkum oleh delicious.com.au dan lifehacker.com.au. Mitos-mitos dibawah ini sudah dipatahkan oleh sains dan lebih baik berhenti Anda percayai untuk hidup yang lebih baik.

1. Telur menyebabkan kolesterol naik

Sering tahu orang-orang yang menolak makan telur untuk menghindari kolesterol naik? Telur memang mengandung kolesterol, tapi tidak akan mempengaruhi kenaikan kolesterol dalam darah. Alannah DiBona, seorang ahli gizi dari Boston, menyebut bahwa pemicu kolesterol adalah lemak jenuh yang hanya sedikit dimiliki telur (sekitar 1.5 gram per butir), dan lemak trans yang sama sekali tidak ada pada telur.

Malah, menghindari telur berarti menghindari 13 jenis vitamin dan mineral alami, serta opsi menu yang enak, mudah dan bergizi seperti Dadar Kari Isi Seafood atau Fuyunghai Lezat Nikmat ini.

2. Wortel mentah lebih baik daripada yang sudah dimasak

Mungkin karena anggapan proses memasak bisa menghilangkan nutrisi, banyak tersebar mitos bahwa wortel lebih baik dimakan mentah-mentah. Nyatanya memasak wortel, dan dijadikan masakan seperti Sup Hipio atau pendamping buat Steak Sauce Mushroom FiberCreme ini, bisa melunakkan dinding-dindingnya yang keras, sehingga tubuh kita pun jadi lebih mudah mendapatkan beta-karoten yang akan diolah jadi vitamin A.

3. Susu adalah sumber kalsium paling penting bagi tulang

Tulang yang kuat dan sehat bukan didapat dari susu, tapi dari kalsium yang dikandungnya. Jadi kalau Anda atau keluarga tidak bisa minum susu untuk alasan apapun, Anda tetap bisa kok memiliki tulang sehat dengan mengonsumsi makanan lain yang tinggi kalsium, seperti sayuran berdaun hijau seperti selada, kale, bayam dan brokoli. Lagipula, kalsium bukan satu-satunya faktor utama untuk tulang yang sehat. Ada vitamin K dan magnesium yang berperan penting untuk pertumbuhan tulang dan juga bisa didapat dari sayuran diatas.

Anda bukan fans sayur-mayur? Coba dulu diolah jadi masakan super enak dan creamy seperti Ifumi Tahu Jamur atau Broccoli With Creamy Cheese ini.

4. Aturan lima menit untuk makanan jatuh

“Belum lima menit,” begitu kira-kira kata orang yang mengambil lagi makanan yang sudah jatuh ke lantai. Aturan ini mengindikasikan bahwa butuh waktu 5 menit untuk bakteri mengontaminasi makanan yang jatuh. Padahal, bakteri hanya butuh sepersekian detik untuk berpindah. Jadi kalau Anda tidak sengaja menjatuhkan kue, lebih baik dibuang saja dan bikin yang baru seperti Upside Down Red Velvet Cake atau Lovely Chocolate Brownies ini.

5. Gula menyebabkan hiperaktifitas

Gula memang merupakan salah satu sumber energi, tapi belum ada pembuktian ilmiah yang menunjukkan hubungannya dengan hiperaktifitas pada anak-anak, kecuali pada mereka yang mengidap autisme dan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Meski mitos gula ini tidak bisa dibuktikan secara ilmiah pada anak-anak normal, konsumsi gula mereka memang lebih baik dibatasi karena gula yang berlebihan bisa memicu obesitas dan kerusakan gigi. Gula sebaiknya tidak dikonsumsi lebih dari 5 sendok teh per-hari untuk anak-anak berusia 4 sampai 6 tahun, dan tidak lebih dari 6 sendok teh per-hari untuk anak berusia 6 sampai 10 tahun.

Tapi jangan takut jadi tidak bisa bikin cemilan untuk anak karena gulanya dibatasi. Yuk coba bikin Biji Ketapang atau Sus Kering yang bebas gula ini buat nemenin si kecil belajar!

X