Hai Foodiest, apakah kamu adalah salah satu orang yang begitu selektif dalam memilih makanan? Tentu saja, sekarang ini sehat bukan lagi menjadi kebutuhan, melainkan sudah menjadi gaya hidup bagi banyak orang.

Salah satunya, gaya hidup sehat dapat dilihat dari apa yang kita konsumsi sehari-hari. Misalnya, dengan mencukupi kebutuhan serat pangan harian agar system pencernaan lebih sehat lagi. Nah, begitu kamu mendengar kata serat, apa yang pertama terlintas di pikiran kamu?  Pasti yang pertama kamu pikirkan adalah sayur-sayuran dan buah-buahan saja ‘kan?

Padahal tak hanya itu, secara garis besar serat terbagi menjadi dua kelompok utama, yakni serat yang dapat larut, dan yang tak dapat larut dalam air. Gabungan diantara keduanya dinamakan dengan total serat. Mau tahu lebih banyak tentang kedua serat ini? Yuk kita kita simak perbedaannya.

 

Serat Tak Larut

Perlu kamu ketahui, serat tak larut ini dapat ditemukan di bahan makanan bertekstur kasar seperti pada buah-buahan, kacang, biji-bijian, dan sayuran. Disebut serat tak larut, karena jenis serat ini memang tidak dapat larut di dalam air.

Lalu, bagaimana cara kerja serat tak larut ini di dalam usus kita? Di dalam usus, serat tak larut ini tidak dipecah dan tidak dapat diserap dalam sistem pencernaan kita, sehingga menambah semacam ampas di dalam system pencernaan. Itulah mengapa serat tak larut ini dapat mencegah sembelit dan wasir.

 

Serat Larut

Kebalikan dari serat tak larut, serat larut ini mempunyai sifat yang  larut dalam air dan mengikat air tersebut. Serat larut makanan dapat bertindak dengan mengubah sifat isi saluran pencernaan menjadi lebih kental, sehingga menghambat penyerapan glukosa sehingga gula yang masuk ke sel-sel darah akan melambat, dan bahkan menjaga tingkat gula darah yang normal.

Nah, umumnya kita akan mendapati serat larut ini pada kacang-kacangan, gandum, buah, dan alpukat. Bahkan, FiberCreme juga termasuk ke dalam salah satu sumber serat larut. Karena itulah, FiberCreme ini juga mampu menghambat penyerapan glukosa dalam darah, memperlancar BAB, dan membuat perut merasakan kenyang lebih lama.

 

Sehat dengan Mencukupi Asupan Serat

Bagaimana, sekarang kamu jadi lebih tahu ‘kan tentang manfaat serat dan bagaimana serat mampu membuat sistem pencernaan kamu jadi lebih sehat? Bahkan, dikutip dari Health.com, berdasarkan penelitian dari Archives of Internal Medicine mengungkapkan, dalam jangka waktu 9 tahun, mengonsumsi banyak serat mampu menurunkan risiko kematian dari berbagai penyebab.

Dalam penelitian tersebut juga dijelaskan bahwa orang yang makan banyak serat sekitar 25 g/ hari untuk wanita dan 30 g /hari  mengalami 22% lebih rendah kemungkinan meninggal dibandingkan dengan orang yang mengonsumsi serat 10 g /hari. Bahkan, pada banyak kasus kematian akibat penyakit jantung, infeksi, dan penyakit pernapasan, diet tinggi serat mengurang 50% resiko penyakit-penyakit tersebut.

Jadi, kalau sudah tahu begini masih bilang kalau serat itu tak penting? Foodiest, yuk asupi kebutuhan serat pangan harian kita dengan makan-makanan yang sehat!

 

 

Share This